40 Persen Hutan Mangrove Rusak

Jawapos, Rabu, 09 Jan 2008,

SURABAYA – Kerusakan hutan Mangrove di pantai timur Surabaya diperkirakan sudah menelan kerugian sebesar Rp 16 miliar. Dari 1.180 hektare luas hutan mangrove, yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 40 persen atau seluas 400 hektare. Itulah yang mengundang keprihatinan pemkot. Kemarin Wali Kota Bambang D.H. melakukan sidak menyisir kawasan pantai timur Surabaya.

Bersama rombongan yang terdiri atas Asisten I Sekkota B.F. Sutadi, Asisten II Muklas Udin, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Togar Arifin Silaban, Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan (DPKPPK) Syamsul Arifin, Kepala Satpol PP Utomo menyisir pantai mulai sungai Nginden depan Stikosa-AWS hingga sungai Wonorejo, Gunung Anyar. Penyisiran pantai yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu menemukan berbagai kerusakan hutan mangrove yang tengah dicanangkan pemkot.

Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan DPPKPP Syaiful Arifin mengatakan, akibat kerusakan hutan mangrove itu membutuhkan pemulihan yang cukup lama. Karena itu, upaya yang bisa ditempuh pemkot saat ini adalah rehabilitasi hutan dengan menanam sekitar 580 ribu pohon. “Karena jika tak ditangani segera, dampaknya baru terasa sepuluh tahun lagi,” terangnya. Sebagian besar kerusakan itu terjadi di daerah Wonorejo. Penebangan yang dilakukan warga tak bertanggung jawab itu, kata Syaiful, digunakan untuk berbagai produk. Seperti komestik maupun kayu bakar. “Namun, mereka yang melakukan kerusakan itu kebanyakan adalah pendatang,” cetusnya.

Dia mengatakan, saat ini, petugas yang mengawasi di lapangan sangat terbatas. Hanya delapan personil. Karena itu, pihaknya tengah menggalang kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti, Satpol PP, Polsek setempat, Pol Air, maupun peran dari tiap kecamatan. Saat ini, empat kecamatan yang sudah memiliki perahu karet adalah Sukolilo, Mulyorejo, Rungkut, dan Gunung Anyar.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos ketika mengikuti penyisiran, beberapa kawasan terlihat mengalami kerusakan. Pohon-pohon utan di sekitar pantai ditebangi, demikian pula dengan pohon mangrove. Sehingga, daerah pinggir pantai terlihat gersang. bahkan, konon ada lembaga yang berdiri di bawah pembalakan hutan itu. “Pasti ada dalangnya. Karena itu, kami akan tingkatkan pengawasan,” cetus Bambang D.H. Dua hari lalu sempat tertangkap seorang warga yang melakukan penebangan di kawasan Wonorejo. “Saat ini warga itu sudah ditangani polsek Rungkut. Jadi, kami tak segan-segan menindak tegas pembalakan,” ujarnya.

Karena, kata Bambang, target pemkot adalah memulihkan kerusakan 40 persen hutan Mangrove tersebut. selain itu, Bambang juga meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tak menerbitkan sertifikat tanah di kawasan tersebut bagi yang mengajukan. Sebab, sejak 2006 lalu, berdasarkan RTRW (rencana tata ruang dan wilayah), kawasan Surabaya Timur ditetapkan sebagai kawasan konservasi ekosistem pantai. Disamping itu, saat ini mulai bermunculan beberapa pulau seperti di pantai timur dan perbatasan Surabaya-Gresik. “Status kepemilikan masih diambangkan,” ujarnya. Karena itu, pemkot meminta ke Depdagri terkait kejelasan status tersebut. (kit/nw)

Sumber: JawaPos 

One thought on “40 Persen Hutan Mangrove Rusak

  1. Kondisi mangrove di pantai Timur Surabaya memang sangat memprihatinkan. Pengrusakan yang dilakukan sudah mempunyai unsur kesengajaan, jadi dilakukan secara sadar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sepintas dari laut, seolah pantai ditutupi pohon, tapi sesungguhnya jumlahnya sangat sedikit.
    Perusakan yang merampas hak hidup generasi mendatang.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s