Pencarian Kelompok 99

Kelompok 99 adalah kategori orang yang bekerja keras untuk untuk mencapai yang mereka inginkan. Begitu kerasnya mereka bekerja mengerahkan segala energi dan kemampuan yang ada, agar target “satu” bisa dicapai, sampai melupakan dan mengabaikan berkat sembilan puluh sembilan yang mereka punyai. Kisah kelompok 99 ini dikutip oleh Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, pada sambutannya dalam perayaan Natal Karyawan Pemerintah Kota Surabaya, Sabtu 12 Januari 2008. Walikota berharap agar karyawan Pemkot Surabaya tidak masuk dalam kelompok 99. 

Kisah kelompok 99 itu adalah bagian dari renungan yang dibawakan oleh Bu Yovita pada perayaan Natal Karyawan Pemerintah Kota Surabaya. Selain dihadiri oleh Walikota, perayaan Natal juga dihadiri oleh Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi. Pada sambutannya, walikota memuji penampilan tiga grup paduan suara yang mengisi acara yaitu Paduan Suara Lansia GKJW Rungkut, Paduan Suara Gereja Santo Yusuf, dan Paduan Suara Anak Surabaya. Walikota memuji lagu-lagu yang dibawakan dan menyatakan “sangat nimat mendengar paduan suara hari itu. Paduan Suara Anak Surabaya adalah Juara II Festival Pesparawi Nasional 2006. Kemudian pada festival paduan suara anak tingkat Asia pada tahun 2007, mereka memperoleh Juara II. Paduan Suara Anak Surabaya akan mengikuti festival Suara Tingkat Dunia pada bulan Juli 2008.

Kisah kelompok 99 menceritakan tentang seorang raja dan seorang rakyatnya. Dikisahkan seorang raja yang masih merasa belum puas dalam hidupnya meski pemerintah kerajaannya berjalan dengan baik. Meski ia mempunyai harta yang melimpah, namun raja merasa kekurangan dalam hidupnya. Maka berkatalah raja kepada penasihat sipiritualnya:
“Apakah yang harus kulakukan agar aku merasa senang dan bahagia”.
Sang Penasihat berkata: “Baginda Raja, sesungguhnya kekuasaan dan harta sudah tuan punya, maka bila tuan ingin merasakan kebahagiaan yang sejati, tuan harus memberi 99 koin emas milik tuan kepada rakyat yang masih miskin”.
“Baiklah, malam ini juga akan kuberikan 99 koin emas murni kepada rakyatku yang miskin itu”. 
Lalu sang raja memerintahkan untuk mengantarkan meletakkan koin emas itu didepan rumah rakyatnya, seorang petani yang miskin malam itu juga. Pagi-pagi sekali petani miskin itu terkejut melihat ada koin emas murni di depan rumahnya. Ia sangat senang mendapatkan 99 koin emas murni. Lalu ia memanggil anak dan istrinya untuk menghitung jumlah koin emas temuan itu. Setelah dihitung, ternyata jumlahnya 99 keping.  Tetapi si petani merasa bingung, mengapa koin itu berjumlah 99. Sipetani heran dan merasa tidak peracaya bahwa jumlah koin itu 99, ia berkata:
“Aku yakin emas ini tadinya berjumlah 100, pasti ada satu koin yang tercecer, hilang dari kumpulannya”.
Lalu si petani mencari koin emas disekitar rumahnya, anak dan istrinya juga diminta ikut untuk mencari. Dia mencari dengan sekuat tenaga disetiap sudut pekarangan bahkan sampai ke sekitar jalanan, tapi tidak menemukan apa-apa. Petani mengerahkan segala lemampuannya untuk mencari satu koin emas yang dia sangka telah hilang. Sedemikian kerasnya upayanya mencari satu koin emas, sampai ia melupakan dan tidak menjaga 99 koin emas yang sudah dia dapat. Dan akhirnya 99 koin emas yang sudah diperolehpun menjadi hilang.

Kisah petani yang merasa kekurangan meski sudah memiliki 99 koin emas, menjadikan petani disebut sebagai anggota kelompok 99. Manusia kelompok 99 adalah manusia yang mengandalkan kemampuan diri untuk mencari sesuatu yang tidak perlu, dan mengabaikan berkah-berkah yang sudah diberikan Tuhan. Itulah cuplikan renungan Natal yang dibawakan oleh Bu Yovita. Banyak orang terjebak menjadi anggota kelompok 99 yang mencari, dan terus mencari sesuatu yang sesungguhnya tidak ada. Lupa bahwa Tuhan sudah memberikan yang kita perlukan.

One thought on “Pencarian Kelompok 99

  1. horas lae, molo boi naeng manitip iklan lowongan jo nian ba. Mauliate. Horas!

    Dicari :Pengajar Kursus Bahasa Batak, Gaji Menggiurkan!

    Kalau anda mahir berbahasa Batak, punya wawasan luas dan berpembawaan luwes, andalah yang kami cari. Kami tidak mementingkan jenjang pendidikan, yang penting anda bisa baca-tulis dan memiliki pengetahuan umum yang memadai. Lebih diutamakan yang berdomisili di Jakarta.

    Pekerjaan yang kami tawarkan adalah pengajar untuk Kursus Bahasa Batak kelas intensif, yang segera berjalan mulai Pebruari 2008. Saat ini kami sudah memiliki siswa sekitar 20 orang. Sebagian besar di antaranya adalah orang Batak yang lahir di perantauan. Kami menawarkan gaji yang besar bagi kandidat yang terpilih, ditambah bonus yang menarik.

    Bagi peminat serius, silakan kirim surat lamaran anda melalui email ke bataksuks3s@gmail.com. Anda harus menyertakan nomor telepon rumah (kalau ada) atau HP (harus ada) ditambah foto setengah badan. Lamaran ditunggu selambat-lambatnya tanggal 20 Januari 2008.

    Penyelenggara :
    Kursus Bahasa Batak “TobaLover”, Jakarta

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s