Algae dikembangkan sebagai sebagai sumber biofuel masa depan

Krisis enerji dan pemanasan global memacu manusia untuk mencari sumber enerji alternatif. Yang paling anyar dari upaya itu adalah pemanfaatan algae sebagai sumber biofuel yang bisa dibudidayakan. Sebuah konsorsium perusahaan Amerika, Green Solutions dan Valcent Products Inc, sedang mengembangkan pemanfaatan algae sebagai sumber minyak (biofuel) di El Paso, Mexico. Berdasarkan riset yang dilakukan kedua perusahaan itu, algae dapat menjadi sumber minyak yang potensial.

Pengembangan algae dilakukan karena terbukti bahwa dengan perlakuan tertentu, algae dapat diekstrak dan menghasilkan minyak. Untuk mendapatkan ektrak minyak yang tinggi, algae ditanam dan dibiakkan dalam suatu reaktor tertentu yang dinamakan Vertigro Reactor. Reaktor ini dikembangkan oleh Green Solutions setelah menyelidiki dan mengamati pertumbuhan algae. Diperairan bebas (air laut maupun air tawar), algae tumbuh hanya dibagian permukaan, karena algae memerlukan sinar matahari yang banyak untuk melakukan fotosintetis. Karena itu Green Solutions merancang reaktor vertikal agar dengan luasan ruang yang kecil, diperoleh permukaan air yang luas. Dengan demikian volume algae yang dikembangbiakkan lebih besar.

Green Solutions mengembangkan sepecies algae yang tingkat dan kadar minyaknya cukup tinggi. Untuk tujuan itu reaktor dirancang sedemikian rupa sehingga produktifitasnya cukup tinggi. Demikian Doug Frater, CEO Green Solutions. Kondisi bioreaktor Vertigro yang dirancang sedemikian rupa oleh para peneliti Green Solutions. Algae selain digunakan sebagai bahan baku biofuels, ternyata sekaligus juga menyerap CO2 cukup tinggi. Metabolisme algae menyerap CO2 disekelilingnya. Sehingga manfaat algae ganda untuk mengurangi gas rumah kaca sekaligus juga untuk memproduksi minyak nabati.

Kerjasama Green Solution dan Valcent Product sangat efisien. Green Solution memfokuskan diri pada rekayasa teknik pengembangan bioreaktor Vertigro dan ekstraksi minyak dari algae. Sementara Valcent Product mengembangkan pemasaran reaktor dan minyaknya tersebut. Konsorsium kedua perusahaan ini akan menjual teknologi pengembangbiakan algae dan ekstraksi minyaknya sekaligus juga menjual produk bio fuel dari algae. Mereka sudah menyusun business plan sampai tahun 2010. Mereka yakin akan mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan algae ini.

Tulisan disarikan dari majalah “FUEL” (Hart Energy Publication), edisi kuarter ke 4, 2007.

16 thoughts on “Algae dikembangkan sebagai sebagai sumber biofuel masa depan

  1. Potensi pengembangan algae di Indonesia sesungguhnya sangat besar. Sinar matahari tersedia sepanjang tahun, selama 12 bulan setahun. Rasanya jauh lebih banyak ketimbang di Mexico, spesies algae juga tersedia. Tinggal lagi bagaimana memilih jenis yang sesuai dan potensi minyaknya besar.

    Kalau di Mexico dan Amerika saja menjanjikan bisnis yang potensial apalagi di Indonesia, kemungkinan besar biaya produksi di Indonesia lebih rendah dari Mexico, jadi mestinya potensi keuntungannya besar. Ini peluang bisnis sekaligus mengurangi gas rumah kaca.

    Like

  2. Potensi alga perlu diteliti lebih lanjut. Adakah referensi di Indonesia yg sudah memulai menelitinya?
    Thank You Bang

    PG

    Like

  3. adakah Forum Indonesia yg membahas hal ini ? bisa kasih referensi alamatnya? saya ingin tahu apakah mesin tidak rusak memakai biofuel ?

    Like

  4. Saat ini Algae belum begitu banyak dibudidayakan di Indonesia tetapi sepuluh tahun yang lalu ada yang membudidayakan bahkan bisa dibudidayakan dengan teknik yang sederhana dalam gentong plastik 100 liter dan bantuan aerator serta sinar lampu neon 20 watt,coba aja.

    Like

  5. exploitasi laut harus segera mulai, indonesia negara maritim…
    kalau memang berjalan akan menjadi proyek besar dunia dan membawa keuntungan bagi negara maritim…

    Like

  6. Beberapa lembaga sdh mulai meneliti. Slh satunya Pusat Penelitian Surfaktan dan bioenergi LPPM IPB Kampus ipb baranang siang bogor dgn peneliti ibu Mujizat Kawaroe. Alamat web http://www.sbrc-ipb.com, telp 62 0251 330970. Regards

    Like

  7. Alam Indonesia ini kaya akan berbagai jenis algae. Saya sangat tertarik dengan info ini, kalau ada info lanjutannya, tolong forward ke saya. Mari kita kembangkan kekayaan negeri sendiri…..Merdeka…..

    Like

  8. Great News. Apa sudah ada pilot plant atau percobaan serius di Indonesia? Plus, Mari kita membentuk forum utk algae bio fuel.
    Kalau perlu server & web development murah mungkin saya bisa bantu.

    Thanks
    Sutben@gmail.com

    Like

  9. Kami sdg mencoba mempelajari potensi ini. Dari data-data yg masuk, dapat disimpulkan bahwa secara riset laboratoris sdh terbukti memungkinkan untuk direalisasi potensi ini. Secara ekonomi dan segi investasipun, juga jelas potensial.Apabila proyek ini dijalankan dalam konteks proyek skala nasional, akan menjadi andil besar dalam kemajuan dan kemakmuran bangsa kita. Saudara kita warga dipesisir pantai yang mayoritas menengah ke bawah pun akan bisa terbantu oleh lahan baru ini. Terutama untuk konsentrasi pengembangan Wilayah Indonesia Timur.We will do something. Btw,
    Bgm kami bisa punya akses untuk membuat tindak lanjut informasi ini? Tolong bila ada info baru, please foward to my email ya? TQ,Insya Allah untuk menjadikan ini mega proyek, kami ada investor, tanpa harus ‘menggadaikan’ negara dan makan tulang kawan & saudara sendiri. Menyerahkan setiap proyek ke pihak investor asing tidak selalu bernilai optimal dan positif. Maka sebisa mungkin hanya sebagai jalan terakhir. Dan itu hanya bila secara “gotong royong Nasional” kita tidak lagi mampu. Dan bahkan kita berharap, bila proyek ini akhirnya terlaksana oleh anak-anak bangsa sendiri, nasionalisme kita yang selama ini terus ‘diuji’ akan bisa semakin solid. Cukup sedih bila kita gembor-gembor nasionalisme, tapi karena keadaan tidak memungkinkan, justru kita saling berantem sesama warga sendiri, sesama tanah tumpah darah sendiri. Saya optimis, bila sumber daya energi kita kuat dan mandiri (termasuk oleh riset ini-red), ketahanan nasional kita kokoh. Dan kita akan semakin bangga sebagai orang Indonesia di mata internasional. Sudah saatnya bagi kita semua harus membuktikan Indosesia adalah “bangsa yang besar”. Salam.

    Like

  10. Mengingat rakyat kita banyak, laut kita luas, pendekatan pengembangan produksi biofuel algae ini selayaknya menggunakan teknologi murah dan dapat dilakukan dalam skala kecil, sehingga penduduk di pulau Miangas di Utara dapat memproduksi biofuel ini untuk konsumsi sendiri, tanpa tergantung dari kiriman dari Jawa.
    Salam,
    Eddy Boekoesoe

    Like

  11. Salam sejahtera,

    Alga bisa dibiakkan pada skala industri. Stepnya adalah sebagai berikut :
    1. Pembiakan pada tingkat skala laboratorium
    2. Pembiakan pada skala prototipe
    3. Pembiakan pada skala Mass Produce

    Untuk bisa masuk pada tahap pemanfaatan bidang farmasi dimana alga bisa dipakai untuk bahan baku industri farmasi sangat memungkinkan dilakukan.

    Untuk bisa masuk pada tahap menghasilkan Bio Fuel di negara kita masih membutuhkan konsultan atau bantuan para pakar alga dan pakar teknologi.

    Pak silaban….bisa kirim saya gambaran teknikal untuk bisa sampai menghasilkan Biofuel??.

    Ditunggu jawabannya.
    Sigalinggiing

    Like

  12. Kepada “salah 1 anak bangsa ri”

    ini alamat email saya: anugrah_joshindo@yahoo.co.id….kita bisa berbagi pengalaman menyangkut pemanfaatan algae untuk industri. informasikan ke email saya untuk informasi apa aja yang menyangkut algae, terutama kalau ada isvestor yang tertarik.

    gambaran pertama dari algae : proses tahap pertama yang paling utama adalah issue alga cultivation dilakukan di laboratorium :
    1. Tumbuhan alga di ambil dari laut
    2. Alga siap panen pada 7-8 hari, berkembang biak dengan memecah diri sendiri?? tidak perlu specific cultivated
    2. Pemisahan sel-sel algae untuk dibiakkan (biologist issue)
    3. Pembiakan di level laboratory, membutuhkan : air laut yang sdh di filter, level temperatur (pencahayaan), sumber udara (CO2), Control ph air

    Bila ini berhasil dilanjutkan ke pembiakan ke “green house” berada di luar laboratory, item yang penting :
    1. Ruangan tertutup kain kasa putih untuk control air hujan, cahaya dan bebas kuman
    2. Alga yang sumbernya dilaboratorium dipindah kan ke green house ditempatkan di wadah tertentu
    3. Sumber CO2 diambil dari compressor angin, jaga temperatur, pastikan ph pada angka 10

    Bila ini berhasil dilanjutkan ke Bio Reaktor (PBR)
    1. Siapkan peralatan Tank : sea water tank, reservoir tank, saline tank, harvest tank
    2. Siapkan pompa air dengan difilter lebih dahulu
    3. Sebelum dimasukkan ke bio reactor terlebih dahulu di clean dengan uv
    4. Kalau ini sudah ok, masukkan algae dari Green House ke Bio reactor (Bio reaktor di tempat terbuka pada suhu 30 der C.. Bio reactor terdiri dari Pipa Transfaran dilengkapi dengan penjaga suhu seperti Kanopi, black netting, pasang cool mist pendingin pada saat terik matahari.
    5. Bio reator terdiri dari beberapa pipa dimana air laut dan alga bisa bergerak berputar oleh pompa.
    6. Maukkan CO2 pada saat cultivation
    7. Berharap ini berhasil lanjutkan ke tahap projet besar

    Project besar terdiri dari :
    1. Bio Reactor dalam skala besar, pipa vertikal lebih byk hasil dan pipa horizontal tidak terlalu membutuhkan tenaga pompa yang besar
    2. Siapkan CO2 room, sumbernya diharapkan dekat dengan pembangkit listrik jadi byk asap utk diambil CO2 nya
    3. Siapkan Tank seperti diatas
    4. Siapkan tempat untuk panen ( Pond area)

    Gambaran umum, bagian yang penting untuk alga cultivation adalah : 1. Laboratorium
    2. Green house
    3. PBR prototipe
    4. CO2 Room
    5. PBR Main project
    6. Pond Area
    7. Harvest Tank

    Semoga berguna

    Like

  13. We, representing the donor agencies for projects Biofuel (bio-diesel and bio-ethanol) in Indonesia, offered to investors to come to Indonesia and make Biofuel projects with just a 5% of capital and technology transfer program, we will finance the project with the system “JOINT VENTURE”. We will finance 95% of the project.

    Provit Sharring that we offer is 60% for us and 40% for project owners. The GENERAL REQUIREMENT is below :
    1. Fully Liabilities Company (to include related licenses)
    2. New Project or development details
    3. Submit the Executive Project Summary
    4. Minimal New Investment USD. 25,000,000
    5. Minimal Your Own Capital 2.5% of Invest Required (Bank
    Account Statement)
    6. Send your Application to:
    The Chairman
    SJK-GHAM Holding Inc.
    Jalan Merdeka 87000 L.F.O.C.
    Labuan, Malaysia
    Send by email to: stp_dodyudia@yahoo.com
    stp_dodyudia@hotmail.com
    dodyudia@gmail.com

    Like

  14. Mantap.
    Isi blog ini menggambarkan kapasitas sang penulis.
    Benar-benar matang di bidangnya.

    Bagaimana menyiasati keperluan air bersih yang semakin langka ?

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s