Mantan Presiden ke-2 RI ??

Tadinya saya tidak berminat menulis tentang Soeharto, apalagi tentang perjalanan hidupnya sampai kematiannya. Tapi mau tidak mau saya tergelitik melihat perilaku orang-orang menyikapi penyakit dan kematian Soeharto. Sampai hari ini di sejumlah media cetak (mungkin juga media elektronik yang tidak saya lihat karena tak berminat), banyak dimuat iklan dukacita dari berbagai pihak. Iklannya dituliskan sebagaimana judul posting ini ….mantan Presiden ke-2 RI.

Geli rasanya melihat iklan-iklan itu, apakah memang Soeharto adalah “mantan Presiden ke-2 RI ?. Yang saya tau, Soeharto itu Presiden ke-2 RI, dia memang mantan Presiden. Kalau ditulis: …Mantan Presiden ke-2 RI…., ya jelas jadi salah. Kelihatannya sepele, cara menuliskan iklan saja banyak orang yang salah. 

Hal lain yang juga membuat saya tidak habis pikir, apa motivasi mereka-mereka pasang iklan dukacita yang besar-besar untuk Soeharto. Mereka menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk iklan-iklan itu. Tidak berlebihan kalau disimpulkan pemasang iklan dukacita itu adalah kroni-kroninya Soeharto yang masih mau “cari muka” ke keluarga Cendana.

Iklan-iklan itu rasanya sangat berlebihan, (yang senang ya media, karena kebagian fee pemasangan iklan). Supaya tidak sampai berlebihan, maka posting ini pun tidak akan membahas perilaku orang-orang itu lebih lanjut.

3 thoughts on “Mantan Presiden ke-2 RI ??

  1. Bangsaku….
    Moralmu sudah tersumbat oleh harta suharto
    Sakit dan sedih hati ini… orang seperti itu jadi Pahlawan?????

    Like

  2. oh… akhirnya selesai juga hukumannya di dunia

    ups… who am i to judge,
    thank you for everything good you had contributed for this country,
    thank you for every effort you made to ease the life of this country’s people
    thank you for the smile you had given to lift the spirits of people

    be glad, be free, your work is done in this world, continue your journey to the next level

    deepest condolences for family, friends, relatives, and supporters who are left behind

    Like

  3. sedikit dari saya..
    Telah terjadi pengaburan sejarah pada tulisan yang disampaikan di berbagai media massa bahwa Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden ke-6 Republik Indonesia (RI). Anggapan umum bahwa tokoh yang pernah menjadi Presiden RI berturut-turut Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan kini SBY.
    Padahal ada dua tokoh yang terlewat, yaitu Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (1948) ketika Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Assaat adalah Presiden RI saat republik menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).

    PDRI (pemerintahan darurat republik indonesia ) memang sengaja tidak disebut alias dilupakan karena alasan politis.

    bahkan belakangan gara gara PDRI dan PRRI inilah syafrudin prawra negara dan assaat menjadi buronan politik karena dianggap melakukan makar . kenapa..???

    selain karena masalah internal dalam tubuh TenTara(konflik kepentingan ) , ditambah juga provokasi PKI yang mengisyukan jika mereka sebenarnya punya niat untuk memisahkan diri dari republik indonesia juga kesalahan jendral nasution dalam mengambil tindakan.

    PDRI (pemerintahan darurat republik indonesia ) memang sengaja tidak disebut alias dilupakan karena alasan politis.

    bahkan belakangan gara gara PDRI dan PRRI inilah syafrudin prawra negara dan assaat menjadi buronan politik karena dianggap melakukan makar . kenapa..???

    selain karena masalah internal dalam tubuh Tentara(konflik kepentingan ) , ditambah juga provokasi PKI yang mengisyukan jika mereka sebenarnya punya niat untuk memisahkan diri dari republik indonesia juga kesalahan jendral nasution dalam mengambil tindakan.

    Catatan saya ytentang kejadian PRRI
    1. Sukarno sudah terlalu dekat dengan komunis sehingga meninggalkan teman seperjuangan beliau yang Nasionalis Kanan. Bung karno telah merasakan terlalu enak jadi presiden sehingga ada sebagian pemimpin nasional kita merasa was-was akan hal itu.
    2. Ketimpangan perhatian dan pembangunan antara Jawa dan Luar jawa.
    3. PKI yang terlalu di anak emaskan ,
    4. Akibat kondisi di atas sentimen ke daerahan dan keagamaan muncul . Walaupun eet melihat kondisi ini tidak terjadi pada level elit pimpinan (sep sjafruddin, natsir, Prof soemitro) tapi tdk bisa dipungkiri ini melanda root.
    5. Lagi-lagi kepentingan AS vs USSR .. PRRI waktu itu didukung AS karena mau ngincar aceh dan riau karena minyak dan gasnya USSR/CHINA mendukung Sukarno karena PKI

    ———————————————————————-
    * Jangan terulangi kesalahan ini untuk yang ke dua kalinya, Kita semua cinta negri ini..
    jangan biarkan nafsu serakah menggoyahkan persatuan bangsa ini

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s