Mengembangkan BIOKRASI untuk melestarikan lingkungan

Secara teoritis, dalam demokratisasi yang sesungguhnya, perhatian akan pelestarian lingkungan seharusnya meningkat secara signifikan. Karena dalam demokrasi, semua kepentingan seharusnya terwakili dan dipertimbangkan, termasuk kepentingan lingkungan hidup. Kenyataanya, upaya pelestarian lingkungan tertinggal jauh dari kerusakan lingkungan. Ibarat matematika, pelestarian lingkungan bergerak secara linier, sedangkan kerusakan lingkungan bergerak secara eksponensial. Dengan pendekatan konvensional “business as usual”, maka pelestarian lingkungan tidak akan bisa mengatasi kerusakan lingkungan. Upaya pelestarian lingkungan tetap termarjinalkan, menjadi sekedar basa-basi dan pelengkap.

Ditengah fakta yang memprihatinkan itu, toh berbagai upaya tetap dilakukan untuk mengarusutamakan pelestarian lingkungan dalam setiap aspek kehidupan. Di era demokratisasi dan globalisasi sekarang ini, dikembangkan konsep “BIOKRASI” untuk mengintegrasikan program pelestarian lingkungan dalam konteks pembangunan dan pemerintahan. Reformasi bidang politik menghasilkan demokratisasi, kemudian dibawa pada reformasi lingkungan yang melahirkan konsep BIOKRASI.

Dalam demokrasi, subyek dan obyek yang dipertimbangkan hanyalah manusia. Maka dalam BIOKRASI, subyek dan obyeknya bukan hanya sebatas manusia, tetapi juga binatang dan ekosistem yang harus diwakili kepentingannya. Manusia, binatang dan ekosistem dipandang sebagai suatu sistem yang saling bergantungan. Keputusan dan kebijakan yang mengabaikan binatang dan ekosistem sebagai bagian dari sistem, akhirnya akan membawa kerugian pada komponen manusia. Karena itu dalam pertimbangan politis dan kegiatan praktis, manusia tidak dapat mengabaikan kepentingan binatang dan ekosistem.

Pengembangan konsep biokrasi didasari juga pada kenyataan bahwa, keputusan untuk menetapkan kebijakan pelestarian lingkungan sangat dipengaruhi oleh pertimbangan politis, terutama pada saat pembentukan perundang-undangan dan pada saat bujeting. Karena itu upaya pelestarian lingkungan haruslah mempunyai dukungan politik yang kuat.

Pengembangan konsep Biokrasi dimaksudkan agar dukungan politis terhadap pelestarian lingkungan hidup mendapatkan prioritas yang cukup. Para politisi yang sering menjadi penentu kebijakan, perlu dibekali dengan pemahaman pelestarian lingkungan. Konsep biokrasi memudahkan pengambil keputusan untuk mendalami persoalan lingkungan hidup dengan benar. Dengan demikian akan mengambil langkah-langkah kebijakan pelestarian lingkungan hidup secara fundamental dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya biokrasi memerlukan komitmen yang tinggi dalam semua tatanan, mulai dari perumusan kebijakan sampai pada pelaksanaan operasional dilapangan. Perlu dikembangkan suatu mekanisme pelaksanaan biokrasi pada semua level. Sehingga apa yang yang sudah dirumuskan pada tingkat kebijakan dapat dilaksanakan ditingkat operasional. Para politisi, aparat birokrat dan masyarakat bersama-sama perlu memahami BIOKRASI dan tau bagaimana melaksanakannya. Dengan begitu, harapan pelestarian lingkungan yang sekarang ibarat fungsi linier, secara berangsur-angsur bisa menjadi fungsi eksponensial guna mengejar dan menyelesaikan kerusakan lingkungan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s