Anak 11 tahun gantung diri karena kelaparan

Koran Surabaya pagi ini 20 Februari, memuat headline tentang anak 11 tahun yang gantung diri karena kelaparan. Tragis sekali nasib Teguh, murid SD di desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang gantung diri karena kelaparan. Kesehariannya Teguh tinggal dengan neneknya Mbah Ginah, 76 tahun, yang buta. Karena dijerat kemiskinan yang parah, Teguh sering hanya makan sekali sehari, tidak kuat menahan lapar dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Adalah gurunya, Sujarwo yang kuatir pada Teguh karena tidak masuk sekolah. Pak Sujarwo yang peduli terhadap muridnya ini kemudian mendatangi tempat tinggal Teguh, dan menemukan Teguh tergantung kaku pada sebuah tali di dalam kamar. Sujarwo sudah lama mengetahui kalau Teguh sering mengeluh sakit mag, yang ternyata dikarenakan kurang makan.

Teguh kecil terpaksa tinggal dengan neneknya yang buta, karena ayahnya, seorang buruh tani, tidak sanggup menghidupi keluarga. Karena kemiskinan juga, ibu Teguh meninggalkan anaknya sejak kecil dan merantau ke Sumatera. Didera kemiskinan yang sangat parah itu Teguh kemudian memilih tinggal bersama neneknya yang buta dan miskin. Mereka tinggal di rumah yang berdindingkan bambu dan kayu di desa Pupus.

Kemiskinan yang sangat parah membuat seorang siswa SD kelas V terpaksa mengakhiri hidup, berita ini seolah mengingatkan kita betapa sulitnya tingkat kehidupan saudara-saudara kita. Teguh bukanlah satu-satunya anak miskin dan kelaparan. Masih banyak Teguh yang lain, yang kurang kasih sayang, kelaparan, kedinginan dan mungkin juga menderita sakit. Banyak anak yang depresi, tidak tau harus berbuat apa menghadapi kenyataan hidup yang amat pahit. Itulah potret kemiskinan kita sekarang ini.

Dibalik kemiskinan itu, sebagian anak lain hidup bergelimang harta, seolah tidak tau bagaimana harus menghabiskan uangnya. Mereka tidak pernah mengerti mengapa ada anak lain yang tidak bisa makan. Anak orang kaya tidak akan bisa mengerti arti kemiskinan. Kesejahteraan rakyat kita terbentang dari titik paling bawah ke titik paling atas.

Mungkinkah orang yang tidak memahami arti “tidak makan”, “miskin” diberi tanggung jawab mengurus dan memperjuangkan orang miskin. Tapi itulah itu yang terjadi, orang yang paling kaya dinegeri ini diberi tugas sebagai menteri kordinator kesejahteraan rakyat, yang harus mengurus kemiskinan dan kelaparan. Rasanya tidak mungkin orang terkaya memahami kehidupan rakyat sengsara, miskin dan melarat. Kecuali dia benar-benar seorang malaikat yang datang dari surga. Kalau ia cuma setengah malaikat, maka kemiskinan akan tetap sulit diatasi.

3 thoughts on “Anak 11 tahun gantung diri karena kelaparan

  1. Kalau menggunakan teori seleksi alam.. (heleh2 bahasanye) siapa yang kuat dia yang menang. Itulah hidup dan hukum alam. Maka dari itu, kita harus bersyukur hidup tak terjerat kemiskinan. Ah, yang kaya hanya peduli diri sendiri. Orang berlomba-lomba untuk kaya. Ada yang menjual segala cara untuk bisa bertahan hidup yang lainnya harus mengakhiri hidupnya untuk mengurangi penderitaan orang lain. Ah, kalau saja saya dapat berbagi dengan mereka….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s