Trend menunggang sepeda di Surabaya

Entah karena akhir tahun lalu Presiden SBY bersepeda dengan 15 orang penunggang sepeda ke Bali, atau memang karena kesadaran berolah raga dan mengurangi polusi udara, kegiatan bersepeda semakin hari semakin ramai di Surabaya. Semakin banyak kegiatan masyarakat dan keorganisasian yang dibarengi dengan acara fun-bike atau sepeda sehat.

Berbagai instansi juga mempunyai kegiatan rutin untuk bersepeda bersama. Jumlah penunggang sepeda pada hari Jumat pagi, Sabtu pagi dan Minggu pagi semakin banyak menyusuri jalan-jalan kota. Saya juga mulai menikmati bersepeda ria ini, dan meski belum rutin dengan teman-teman kantor, tapi saya mulai sering menggenjot sepeda.

Semula saya menggunakan sepeda anak saya, yang pedalnya cukup berat. Karena itu saya sering tertinggal dibarisan belakang ketika ikut rombongan teman-teman bersepeda. Jadinya saya pengen punya sepeda yang lebih ringan, maklum tenaga juga sudah tidak seperti dulu lagi.

Nyari sepeda yang agak ringan dan harga yang tidak terlalu tinggi juga rupanya tidak semudah yang saya duga. Suatu kali saya mampir ke toko sepeda, saya dicuekin sama yang punya toko meski saya sudah tanya-tanya. Hari itu memang saya cuma mau survey. Pemilik toko lebih memfokuskan ke pembeli lain yang membeli sekaligus dua sepeda. Sambil melayani pembeli itu, si penjual cerita kalau mencari sepeda sekarang sering harus inden lantaran banyaknya yang pesan. Karena lebih dari 15 menit saya dicuekin pemilik toko, maka saya tinggalkan toko sepeda tersebut.

Rupanya istri saya mahfum keinginan saya untuk punya sepeda baru. Lalu dia mau belikan sepeda baru sekalian sebagai hadiah ulang tahun bagi saya. (Trims mama !) Cuma saya harus menunggu, karena sepeda yang dia mau belikan baru dipesan ke teman kantornya yang cari sampingan dengan merakit sepeda. Minggu lalu sepeda itu selesai dirakit dan sekarang saya punya sepeda baru. Meski tidak terlalu ringan, tapi tidak seberat sepeda anak saya.

4 thoughts on “Trend menunggang sepeda di Surabaya

  1. Ya, minggu lalu jajal 45 kilo, habis itu terpaksa beli counterpain. Sabtu ini mau coba dari Tenggilis ke Benowo pp. Berapa kilo tuh, mungkin hampir 45 juga kalo pp.

    Like

  2. Semoga kesadaran akan kebersihan udara kota Surabaya semakin baik ya pak Togar. Trend yang terjadi banyak eksekutif muda berangkat kerja dengan bersepeda juga.

    Like

  3. Salam kenal Pak, saya penghuni baru Surabaya. Masih kerja di jakarta. Seneng sepedaan juga. Saat ini masih jalur aspal. Saya akan senang sekali kalo Bapak ajak saya untuk menjajal jalur tanah. Karena saya masih gelap Surabaya ini. Jika hadir di Surabaya, tiap Selasa dan Kamis saya ikut kelompok Kapas Krampung biasanya ke Citraland. Sedangkan Sabtu Minggu biasa di Taman Bungkul. Trims atas perhatiannya.
    Salam
    Yayat

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s