Lagi, warga Indonesia meninggal karena kelaparan

Setelah anak kelas V SD meninggal karena kelaparan di Jawa Timur, hal serupa terjadi lagi di Sulawesi Selatan. Kali ini yang meninggal seorang ibu hamil dan anak balitanya. Daeng Basse, 35 tahun, yang sedang hamil, dan anaknya Bahir, 5 tahun, keduanya meninggal karena 3 hari tidak makan. Sementara anaknya Salma, 9 tahun, Bahar 7 tahun dan Aco, 5 tahun masih dirawat di rumah sakit karena gizi buruk.

Warga Indonesia yang mati karena kelaparan adalah potret ironis Indonesia. Hal ini menimpa warga Jalan Daeng Tata I Blok 5, Makassar Sulawesi Selatan. Semasa hidupnya Daeng Basse , dan suaminya Daeng Basri, seorang tukang becak, memang sering pindah tempat karena kemiskinan yang parah. Sudah agak lama Daeng Basse dan anak-anaknya harus makan sekali sehari, itupun cuma bubur, karena tidak mempunyai cukup beras. Karena itu tidak heran kalau anak-anaknya menderita busung lapar alias gizi buruk.

Daeng Basse sendiri sebagai ibu tak mampu berbuat banyak, anaknya masih kecil-kecil dan dia harus mengurus mereka. Sehingga tidak bisa mencari pekerjaan untuk membantu suaminya menopang kehidupan keluarga. Suaminya Daeng Basri, hanyalah seorang tukang becak. Penghasilannya sehari rata-rata hanya antara Rp. 5.000 – Rp. 10.000, itulah untuk mencukupi istri dan keempat anaknya yang masih kecil.
Tiga hari sebelum meninggal, itulah saat terakhir Daeng Basse makan bubur, setelah itu ibu empat anak itu muntah-muntah beberapa kali dan hanya minum air putih sebagai pengganjal perut.

Menurut penuturan anak sulungnya Salma, ibunya bahkan muntah dengan mengeluarkan cacing. Daeng Basse mungkin sudah mengidap penyakit kronis sebelum ajalnya tiba. Tanpa pengobatan dan ditambah tidak makan selama tiga hari, ia kemudian menghembuskan nafas terakhir meninggalkan anaknya yang juga terbaring lemah karena gizi buruk. Hanya beberapa menit setelah Daeng Basse meninggal, anaknya Bahir juga tak mampu bertahan dan menyusul ibunya.

Tragis, apa yang mau dikatakan lagi tentang kemiskinan yang sampai merenggut nyawa. Sekarang sudah abad 21, Indonesia sudah merdeka 62 tahun lebih, dan masih ada warga yang mati karena kelaparan. Ada yang tidak beres di negeri ini.

Kematian memang akan terjadi pada setiap orang. Tapi mati karena kelaparan dinegeri ini sesungguhnya bukanlah hal yang sederhana. Setumpuk persoalan menjadi latar belakang kematian itu. Bukankah Pemerintah sudah beberapa tahun melaksanakan program pengentasan kemiskinan. Beberapa program dilakukan, apakah itu beras miskin, askeskin, bantuan langsung tunai dan lain sebagainya. Mengapa semua program itu seolah tak mampu menjangkau Daeng Basse yang miskin, melarat dan penyakitan. Berapa banyak lagi Daeng Basse yang lain di negeri ini yang siap-siap menemui ajalnya karena tidak makan.

Oh God, forgive us for everything we have done. We are sinners, we do not care to our brothers and sisters who die due to malnutrition.

4 thoughts on “Lagi, warga Indonesia meninggal karena kelaparan

  1. hihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihihihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s