“Dedy berkata bahwa Ibu guru membuat peraturan …..”

“Dedy berkata bahwa Ibu guru membuat peraturan yang melarang anak-anak merokok”.

Kalimat diatas adalah suatu kalimat tidak langsung tentang larangan merokok. Saya sangat yakin bahwa substansi kalimat itu adalah tentang larangan merokok. Kalimat itu tidak memberikan fokus kepada pokok kalimat yaitu Dedy.
Saya bukanlah pengamat bahasa dan sama sekali tidak punya kemampuan analisis tentang semantik atau struktur kalimat. Saya hanya pengguna bahasa yang masih sering melakukan kesalahan dalam berucap ataupun ketika menuliskan sesuatu. Tapi saya menjadi penasaran ketika teman-teman saya memberi makna yang berbeda tentang maksud kalimat judul diatas.

Ketika anak-anak melanggar larangan ibu guru, menurut saya yang dapat memberikan sanksi kepada anak-anak adalah ibu guru. Saya menilai bahwa Dedy tidak dapat berbuat banyak dengan tindakan sanksi kepada anak-anak ketika mereka merokok.

Teman-teman saya berbendapat bahwa Dedy adalah pihak yang seharusnya memberikan sanksi kepada anak-anak yang merokok. Saya tidak habis pikir logika apa yang mendasari bahwa Dedy adalah pihak yang harus memberikan sanksi. Saya sampai berdebat dengan teman-teman yang notabene ada yang mempunyai kapasitas sebagai ahli hukum.

Contoh yang saya ambil dengan larangan merokok, sesungguhnya adalah analogi dari kejadian yang sebenarnya di tengah-tengah kolega saya. Kejadian yang sebenarnya adalah ada instansi A (bukan nama sebenarnya) memberikan ijin kepada Mr.X. Untuk obyek yang sama, instansi B juga memberikan ijin lainnya kepada Mr.X. Dalam ijin yang diberikan oleh instansi B disyaratkan kalau Mr.X harus mematuhi ketentuan dalam ijin yang dikeluarkan oleh instansi A.

Kenyataannya dilapangan, Mr. X melanggar ketentuan dalam ijin yang dikeluarkan oleh instansi A, tapi Mr. X tidak melanggar ketentuan yang dikeluarkan oleh instansi B. Anehnya, teman-teman saya mengatakan bahwa yang harus memberikan sanksi kepada Mr. X adalah instansi B, bukan instansi A. Sementara saya berkeyakinan bahwa yang seharusnya memberikan sanksi adalah instansi A, karena ketentuan dari instansi A yang dilanggar oleh Mr.X bukan ketentuan dari instansi B.

Saya jadi bingung.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s