Obama dan Clinton bertarung menuju puncak

Pertarungan Barack Obama dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat untuk Pilpres Amerika semakin menarik perhatian dunia. Selain karena kejadian itu dinegara besar yang mendominasi media dunia, Obama dan Clinton akan membuat sejarah baru Amerika. Siapapun pemenang antara mereka berdua, hal itu menjadi sejarah baru bagi Amerika, karena untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Amerika, akan ada kandidat presiden wanita, atau kandidat presiden berkulit hitam. Hal lain yang menarik adalah bahwa persaingan mereka sangat ketat, dan diperkirakan akan terus begitu sampai pada detik-detik terakhir penentuan kandidat dari Partai Demokrat. Tidak seperti partai Republik, yang sejak awal sudah didominasi oleh satu orang yaitu McCain.

Persaingan Barry (panggilan Obama) dan Hillary sedemikian ketatnya sehingga keduanya mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengalahkan satu sama lain. Seluruh sumber daya yang ada dikedua belah pihak dimobilisasi habis-habisan untuk mendapatkan keunggulan masing-masing. Bahkan isu-isu sensitif dan “black campaign” sempat muncul untuk saling mengalahkan lawan. Keduanya bahkan sempat membuat blunder dan terjebak dalam kampanye murahan dengan mengangkat isu SARA.

Pada tahap awal, Obama cukup lama tertinggal, tapi dengan kepiawaiannya menarik simpati masyarakat, perlahan-lahan ia bergerak naik melampaui Clinton. Selain karena agenda perubahan yang dikemas dengan baik oleh Obama, ia juga seorang orator ulung yang pintar memilih kata-kata ketika berpidato didepan publik. Program yang ditawarkan Obama, tampaknya memberikan harapan yang lebih bagi warga Amerika. Usia muda juga menunjang penampilan Obama, keanekaragaman latar belakang Obama seolah memberi ruang bagi multi etnis di Amerika untuk cenderung memilih Obama.

Akan halnya Hillary mempunyai kelebihan dengan segudang pengalaman ketika mendampingi suaminya, Bill Clinton, dalam kampanye Pilpres sebelumnya dan selama dua periode Bill  menjadi presiden Amerika. Pengalaman itu tentu sangat bermanfaat bagi Hillary untuk menyusun strategi kampanye yang jitu. Dengan pengalaman itu, Hillary tau betul karakter pemilih Amerika, dan karena itu ia tentu sudah punya resep handal untuk menaklukkannya.Kemenangan terakhir Clinton pada pemilihan pendahuluan di Ohio memberikan modal yang sangat besar baginya untuk melaju ke Konvensi partai Demokrat.

Karena itu tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa persaingan pemilihan Presiden Amerika yang sesungguhnya adalah pertarungan antara Obama dan Clinton, katimbang persaingan antara kandidat Partai Demokrat dan kandidat Partai Republik. Pemilihan final presiden pada akhir tahun ini, pada hakikatnya sudah merupakan antiklimaks. Dari segi pertarungan, pemilihan final itu sudah kurang menarik lagi.

Di kubu Partai Republik, McCain dan tim kampanyenya sekarang mungkin sedang bingung menyiapkan strategi menghadapi Obama atau menghadapi Clinton. Reputasi Presiden Bush yang buruk, merupakan beban berat bagi Partai Republik untuk meyakinkan pemilih Amerika bahwa McCain tidak sama dengan Bush.

One thought on “Obama dan Clinton bertarung menuju puncak

  1. Kalau di USA siapa yang bakal jadi presiden pasti menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Apalagi di Partai Demokrat. Seperti yang anda bilang, sejarah baru bakal tercipta. Kulit hitam (yang pernah sekolah SD di Indonesia) atau seorang wanita.
    Kalau saya sih menjagokan Obama😛

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s