Banjir Telan Satu Korban Jiwa

Jawa Pos, Rabu, 12 Mar 2008

85 Desa di 14 Kecamatan Terendam Banjir

BOJONEGORO – Banjir akibat luapan Bengawan Solo menelan korban. Sunarti, 43, warga Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu ditemukan tewas setelah terseret arus air bah dari sungai terpanjang se Jawa tersebut kemarin (11/3).

Menurut Camat Kalitidu Nurul Azizah, sekitar pukul 10.00 kemarin Sunarti bersama belasan orang lainnya mencari potongan kayu di tepi Bengawan Solo yang berjarak 100 meter dari rumahnya. “Saat itu korban terus mencari potongan kayu yang terbawa arus, meski temannya sudah pulang,” katanya.

Saat hendak pulang, lanjut dia, di tengah perjalanan kaki korban terperosok lubang, hingga akhirnya terseret arus. Korban saat itu sempat ditolong Jais, warga setempat, dengan menggunakan potongan bambu. “Namun, karena lelah berpegangan, dia akhirnya terseret arus. Baru sekitar pukul 12.22 korban ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, meluapnya Bengawan Solo mengakibatkan 85 desa di 14 kecamatan terendam air. Data dari satkorlak PBP Bojonegoro menunjukkan, 14 kecamatan itu adalah Margomulyo (2 desa tergenang), Ngraho (6), Padangan (11), Kasiman (3), Kalitidu (20), dan Dander (2). Lalu, Malo (13), Trucuk (9), Kota Bojonegoro (5), Kapas (1), Balen (3), Sumberrejo (1), Kanor (6), serta Baureno (3).

Meski demikian, Koordinator Satkorlak PBP Bojonegoro Pujiono menyatakan hingga kemarin belum ada pengungsian masal akibat banjir. Pengungsian hanya terjadi di Kecamatan Padangan. “Sedangkan rumah warga yang tergenang di kisaran seribuan,” jelasnya.

Secara terpisah, Camat Padangan Abdul Cholik menjelaskan, selain di kantor kecamatan, pengungsi juga tersebar di sejumlah balai desa di Kecamatan Padangan dan rumah sanak keluarga yang belum kebanjiran. “Di kantor Kecamatan sendiri ada 100 pengungsi yang didominasi warga Desa Kuncen,” tuturnya. Menurut dia, 11 dari 17 desa di Kecamatan Padangan terendam air. Bahkan, genangan air sudah memasuki pemukiman warga dan jalan-jalan ke desa.

Sementara itu, datangnya banjir membuat sejumlah warga mulai membuat ’tanggul’ buatan. Sejumlah warga di Kecamatan Kanor kemarin memasang dua ribu sandbag (karung pasir). “Karung pasir itu ditata di sejumlah lokasi tanggul yang rendah,” kata Kepala Bakesbanglinmas Bojonegoro, Soedaryanto. (ade)

Sumber : Jawa Pos

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s