Mengembalikan ikan salmon ke sungai Taeh-wa, Ulsan, Korea.

Di awal tahun 70 an, Korea Selatan adalah negara yang masih masuk dalam kategori negara berkembang. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan Indonesia pada saat itu. Tetapi secara pasti, Korea berkembang luar biasa sebagai negara industri. Industri besar dan kecil berkembang sangat pesat termasuk di kota Ulsan. Perkembangan industri yang sangat pesat itu, ternyata tidak diikuti dengan upaya pelestarian lingkungan yang memadai. Akhirnya, limbah industri mencemari sungai Taeh-wa. Sungai yang mengalir membelah kota Ulsan, sungai itu menjadi sungai mati. Tidak ada kehidupan yang bertahan dalam sungai. Kondisi air sungai yang tercemar berat, memaksa Kota Ulsan dan masyarakatnya bekerja keras membersihkan sungai. Hasilnya, saat ini ikan salmon dapat hidup dengan baik di sungai Taeh-wa.

Dengan mata telanjang, kita bisa bisa melihat banyaknya ikan berenang dengan bebas di sungai yang terletak di tengah kota. Diantaranya adalah ikan salmon, yang merupakan salah satu indikator air yang bersih dan sehat. Bila ikan salmon dapat hidup, artinya airnya sangat bersih, kaya akan bahan makanan bagi ikan salmon. Untuk mengembangkan kehidupan ikan, tidak diperbolehkan memancing di Sungai Taeh-wa. Puluhan ikan secara bergerobol terlihat berenang ditengah sungai. Sesekali burung bangau terbang rendah diatas air sambil mencari sesuatu dari dalam air. Sungguh habitat sungai taeh-wa seolah menjadi surga bagi ikan-ikan yang berenang didalamnya. Dan itulah yang saya saksikan ketika mengunjungi sungai Taeh-wa, April 2008.

Kejernihan dan kebersihan air sungai Taeh-wa adalah hasil kerja keras yang dilakukan oleh seluruh warga kota Ulsan.  Kerja keras dimulai dengan mengajak seluruh stakeholder kota untuk bersama-sama merumuskan program revitalisasi sungai Taeh-wa. Pada akhirnya seluruh stakeholder setuju untuk melakukan upaya terutama oleh masing-masing pihak. Industri sepakat untuk meningkatkan kualitas pengolahan limbah, sehingga limbah industri sepenuhnya diolah sebelum dialirkan ke sungai. Disisi lain, Pemerintah Kota Ulsan bersama dengan pemerintah pusat menyiapkan pengolahan limbah domestik, agar limbah rumah tangga diolah dengan baik sebelum dialirkan ke air sungai.

Bersamaan dengan itu, dilakukan gerakan massal untuk membersihkan sungai dari endapan lumpur dan sampah yang sudah bertahun-tahun mengendap di dasar sungai. Endapan itu sudah cukup lama berada didasar sungai, karena sejak lama sungai digunakan sebagai tempat penampungan limbah dan sampah. Endapan lumpur dan sampah dikeruk dari sungai, sehingga tidak ada lagi material tercemar di dalam sungai.

Yang fantantis dari program pembersihan itu adalah, bahwa semua program dimulai dari tahun 1995 an. Dalam waktu kurang dari 15 tahun, Ulsan berhasil membersihkan sungai, tidak saja bersih dari sampah dan endapan, tapi juga dapat ditinggali oleh fauna sungai. Hasilnya adalah saat ini ikan salmon sudah kembali ke sungai Taeh-wa. Luar biasa, itu yang harus diacungkan kepada Ulsan. Kerja keras itu tidak saja hanya membutuhkan uang dan dana yang cukup besar, tetapi yang mencengangkan adalah komitmen dari pemerintah dan masyarakat yang luar biasa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s