Ketika pekerjaan berhasil, adakah sesuatu yang salah ??

Suatu saat anda merencanakan suatu kegiatan atau pekerjaan dan kemudian melaksanakannya. Setelah beberapa waktu, apa yang anda laksanakan mulai menampakkan hasil. Orang lain pun menilai anda berhasil, dan mereka menghargai prestasi anda. Anda sendiri merasa bahwa hasil kerja anda sesuai dengan apa yang rencanakan dan apa yang diharapkan. Tetapi ditengah keberhasilan itu, tiba-tiba ada orang yang bertanya: “Apakah ada yang salah dengan kegiatan anda?”. Bagaimana sikap kita menghadapi pertanyaan yang demikian.

Pertanyaan yang hampir senada seperti diataslah yang saya dapatkan minggu ini tentang prestasi seorang kandidat penerima pengharagaan lingkungan hidup “Kalpataru”. Rabu lalu tim penilai penghargaan “Kalpataru” dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH), Bp. Wiyono, melakukan verifikasi terhadap seorang kandidat penerima Kalpataru, Ibu Sriatun Djupri. Verifikasi itu dilakukan untuk menentukan apakah nantinya Bu Djupri layak dinobatkan sebagai penerima Kalpataru.

Untuk diketahui, Bu Djupri adalah wanita gigih yang secara konsisten melakukan upaya penyelamatan lingkungan di Surabaya. Keberhasilan Bu Djupri menggerakkan warga di kelurahan Jambangan, Surabaya, sudah diakui oleh banyak pihak. Ia melakukan upaya tanpa pamrih itu sejak lama. Usahanya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dinilai sangat berhasil, karena itu ia sudah sering menjadi pembicara untuk pemberdayaan masyarakat. Ia juga sering dikunjungi oleh banyak pihak untuk mencontoh dan mempelajari kiat-kiat yang dilakukan oleh Bu Djupri di masyarakat. Berbagai penghargaan sudah ia terima mulai dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Propinsi, bahkan Nasional. Karena itulah untuk tahun 2008 ia dicalonkan untuk mendapatkan penghargaan Kalpataru. Maka setelah melalui berbagai seleksi, akhirnya Bu Djupri ditetapkan sebagai salah satu kandidat yang harus diverifikasi untuk mendapatkan kalpataru. Ia merupakan satu dari tiga kandidat yang berasal dari Jawa Timur.

Ketika pelaksanaan verifikasi itulah, tim verifikasi dari KNLH bertanya kepada saya: “Apakah ada hal-hal negatif dari kegiatan Bu Djupri?. Saya agak kaget juga mendengar pertanyaan itu. Betapa tidak, selama ini Bu Djupri melakukan kegiatan tanpa pamrih, dan itu diakui oleh banyak pihak. Mas media sudah meliput kegiatannya cukup sering dan penghargaan sudah ia peroleh. Kok tiba-tiba ada pertanyaan yang seperti itu. Saya berusaha tenang mencoba menjawab: “Sepanjang yang saya tau tidak ada yang menilai negatif tentang kegiatan Bu Djupri”.

Tapi itulah keadaannya, bila anda sedang berada pada tahap keberhasilan, tiba-tiba ada yang bertanya apakah ada yang salah dengan yang anda lakukan. Pertanyaan seperti itu ternyata adalah semacam “warning”, agar kita tidak arogan dan salah jalan. Hal itu sejalan dengan khotbah yang saya dengar di kebaktian peringatan Kenaikan Tuhan Yesus, Kamis pagi. Pengkhotbah, Bp. Paulus Kusuma, menceritakan pengalaman pribadinya disuatu gereja. Ia bertanya kepada jemaat dalam khotbahnya: “Apakah ada suatu yang salah di gereja ini?”. Beberapa jemaat agak kaget, kok ditanya apakah ada yang salah di gereja?. Bukankah gereja merupakan rumah Tuhan, tentu kebenaran ada di gereja. Tetapi pengkhotbah berkata:
“Saya sengaja mengajukan pertanyaan itu, supaya jemaat dan majelis gereja tetap waspada agar tidak melenceng dari “jalan” yang seharusnya”. Pertanyaan seperti itu hendaknya disikapi dengan jeli, agar tidak keliru menafsirkan pertanyaan itu secara emosional.

Jadi ketika semua berjalan lancar, dan anda sedang ditengah prestasi, bila tiba-tiba ada pertanyaan negatif, terimalah pertanyaan itu dengan lapang dada dan arif. Hal itu merupakan “panduan” agar kita tidak “melenceng” dan menjadi arogan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s