Makan malam di pucuk pohon

Bali ternyata mempunyai sejumlah tempat yang eksotis. Selain pantai, gunung, budaya dan manusianya, Bali menyimpan banyak hal untuk dinikmati. Salah satu yang masih belum banyak diketahui orang adalah Taman Nasional Bali Barat di daerah Gilimanuk. Taman Nasional ini menempati areal yang cukup luas, terdiri dari kawasan hutan, pantai, dan pegunungan. Pada salah satu bagian Taman, terdapat sebuah kawasan yang dibangun dengan konsep “natural adventure resort”. Selain kamar hotel, terdapat juga restoran yang diberi nama “Bali Tower” yang dibangun pada tebing lembah dengan menggunakan konstruksi kayu. Pada bagian samping Restoran Bali Tower, terdapat sebuah “deck” yang berada tepat pada pucuk pohon. Cerita ini adalah hasil “jalan-jalan” saya ke Bali pertengahan April lalu. Meski hanya semalam, tapi ada dua obyek menarik yang dikunjungi, ini cerita yang pertama.

“Kawasan Menjangan resort memang didesain dengan konsep resor petualangan alam”, demikian dijelaskan oleh Putu, general manager Menjangan Resort. “Disini kami menyajikan sesuatu yang berbeda dengan tempat-tempat lain di Bali” tambahnya. Benar saja restoran “Bali Tower” dan hotel “menjangan resort” didirikan di tengah-tengah hutan ditebing lembah. Restoran dan hotel tempatnya agak terpisah, sehingga tamu hotel yang ingin makan direstoran, akan diantar dengan kendaraan terbuka, mirip kereta di taman safari. Dari atas kendaraan terbuka ini pengunjung menikmati kerimbunan hutan. Jalan makadam berbatuan seolah berada diantara pepohonan, sehingga harus berjalan pelahan-lahan.

Restoran Bali Tower dibangun dengan sepenuhnya konstruksi kayu. Untuk menyangga “tower” yang terdiri dari 4 lantai ini, dikeempat sudut didukung oleh kayu Bengkirai berdiameter kurang lebih kurang 80 cm dengan ketinggian sekitar 30 meter. Ditengah bangunan juga terdapat kayu penunjang lainnya dengan diameter yang sedikit lebih besar. Di tingkat paling atas, terdapat sebuah menara peninjau untuk melihat kesekeliling. Dari dek atas ini kita bisa melihat pantai disatu bagian, dan gunung di bagian lain. Sungguh suatu pemandangan yang menakjubkan. Selain bangunan utama, terdapat juga bangunan tambahan berupa dek terbuka dibagian samping dibagian lembah. Lantai dek terbuka ini seolah ditopang oleh pohon-pohon hijau yang berada dibawahnya.

Karena konsep yang dikembangkan adalah natural adventure, pembangunan restoran ini, membiarkan pohon tetap tumbuh apa adanya. Pohon hanya ditebang ditempat-tempat yang terpaksa dibangun pondasi. Karena itu dibagian bawah dek, pohon-pohon tetap dibiarkan tumbuh. Maka dari dek restoran, daun pohon dekat sekali dari jangkauan tangan. Kondisi demikian, menjadikan seolah-olah kita sedang berada diatas pucuk pohon. Maka ketika kami makan malam direstoran ini, rasanya seolah makan diatas pucuk pohon. Suasana natural adventure, benar-benar hadir di restoran ini.

Untuk sampai di Menjangan Resort, butuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari Denpasar dengan kendaraan. Kira-kira 10 kilometer sebelum Gilimanuk, ada pertigaan dimana kita harus berbelok ke kanan. Jalan ini menuju Singaraja. Dari pertigaan ini, lokasi Menjangan Resort dan Bali tower kurang lebih 17 kilometer. Hotel dan restoran tidak terlihat dari jalan, karena berada di tengah hutan. Tapi ada papan petunjuk yang mengarahkan pengunjung ke lokasi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s