Mohon doa restu…

“Mohon doa restu atas pernikahan, putra dan putri kami, pada tanggal yang akan datang…”. Begitu bunyi undangan yang saya terima.  Apa yang harus saya lakukan ?

Anda pernah di undang ke resepsi pernikahan?, saya sering. Rasanya semua sering. Biasanya setiap undangan disertai dengan tulisan “Mohon doa restu…”. Ketika saya hadiri resepsi pernikahan, baik yang sederhana maupun yang rame. Saya jarang, malah hampir tidak pernah, melihat para undangan berdoa untuk mempelai dan keluarga.

Ketika sampai di tempat resepsi, kita biasanya isi daftar undangan, lalu meninggalkan “kado” (bukan dalam bentuk barang) yang sekarang sering dalam amplop. Setelah itu undangan menuju pengantin untuk menyalami mempelai dan orangtua atau walinya. Selesai menyalami, biasanya langsung menuju tempat makanan yang tersedia. Sambil makan bertemu dengan kenalan dan kerabat, silaturahmi dengan teman-teman. Selesai makan, ada yang pamitan lagi ke mempelai, tapi ada yang langsung pulang. Jadi kapan para undangan mendoakan pengantin ?. Apakah sesudah pulang dari resepsi ?, biasanyanya sudah lupa mendoakan pengantin itu, sudah sibuk dengan hal-hal lain.

Rasanya saya belum pernah mendoakan pengantin ketika memberi salam diresepsi pernikahan. Jadinya seperti merasa berdosa, undangannya sudah jelas minta di doakan, udah gitu disuguhi makan, tapi saya tidak mendoakan pengantin. Apa saya saja yang sering lupa mendoakan pengantin?.

Mungkin yang lain, sambil makan berdoa untuk kebahagiaan pengantin ?. Gimana bisa khusuk sambil mengunyah dan ngobrol berdoa. Apa doa seperti itu akan diterima Tuhan.

“Mohon doa restu….” begitu selalu, bahkan di bagian akhir undangan sering ditulis juga “Terimakasih atas doa restunya…”.  Halahh… saya lupa berdoa, kok di terimkasih segala…

2 thoughts on “Mohon doa restu…

  1. biasanya saat menerima undangan itu langsung mendoakan😀

    menghadirinya berarti sudah merestui😀

    oia di beberapa pernikahan yang pernah saya hadiri, saat masih awal2, biasanya ada doa bersama yg dibawakan oleh pemuka agama koq pak🙂

    Like

  2. Ya, itu, pas terima undangan saya sering lupa mendoakan yang punya acara.
    Waktu pernikahan, udah pasti berdoa, dan dipimpin oleh ahlinya (pemuka agama). Cuma waktu resepsi, biasanya langsung menuju meja makanan sesudah salaman.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s