Untuk apa punya usus buntu ?

Semua kita punya usus buntu, bagian akhir usus besar yang terkesan “ditempel” disitu. Kata orang-orang yang jagoan ilmu faal tubuh, usus buntu tidak ada fungsinya dalam proses metabolisma tubuh manusia. Kalau usus buntu dibuang, tidak akan ada pengaruh apa-apa terhadap tubuh. Tapi kok perlu-perlunya ada usus buntu pada proses metabolisma.

Ada beberapa “pemeo” tentang usus buntu. Katanya kita tidak boleh makan biji jambu klutuk, supaya tidak sakit usus buntu. Nyatanya menurut orang-orang kedokteran, pemeo itu tidak benar. Ada lagi yang bilang, usus buntu bisa jadi tempat berkembang penyakit. Itu ada betulnya juga, kalau kita tidak menjaga kesehatan. Jadi ada macam-macam omongan tentang usus buntu, tapi kebanyakan tidak menjelaskan kenapa mesti ada usus buntu.

Dalam proses “pengolahan” makanan didalam tubuh, sari makanan diserap di usus halus setelah digiling di lambung. Dari proses penyerapan di usus halus, maka sebagian menjadi “sisa” yang sementara disimpan di usus besar sebelum dibuang menjadi feses. Dalam kondisi tertentu sebagian “sisa” makanan ada yang “membelok” dan masuk ke usus buntu, yang seharusnya masuk ke proses pembuangan. Kalau ada sisa makanan yang keras masuk ke usus buntu, dan menetap lama disana, maka bisa terjadi peradangan. Itulah yang dalam bahasa populernya dinamakan sakit usus buntu. Jadi dalam kondisi normal, mestinya makanan tidak masuk ke usus buntu.

Kalau orang tidak BAB secara rutin juga bisa menyebabkan radang usus buntu, sebab sebagian sisa makanan yang mestinya dibuang, sempat “ngendon” di usus buntu dan bisa menjadi radang. Apalagi kalau pola makanan kurang baik, dan miskin serat, maka kemungkinan peradangan usus buntu menjadi lebih besar.

Jadi usus buntu ada juga manfaatnya, yaitu untuk mengingatkan manusia supaya teratur menjaga kesehatan dan pola makan, serta kebiasaan BAB setiap hari. Kalau tidak ada manfaatnya, tentulah Tuhan tidak perlu repot-repot menciptakan manusia lengkap dengan usus buntu. Ketika Dia menciptakan, Dia sadar betul apa yang dibutuhkan manusia untuk menjaga kesehatannya.

Saya terinspirasi tulis usus buntu ini, karena kemarin sore ketika pulang kantor, dengar obrolan dokter di radio tentang radang usus buntu. Tapi tidak dibahas, untuk apa perlunya usus buntu.

4 thoughts on “Untuk apa punya usus buntu ?

  1. Pola makan yang baik; tiga kali sehari dan tepat waktu. Makan yang terbaik; makan pagi. Supaya tidak miskin serat; makan banyak-banyak sayuran. Begitukan, pak Silaban?

    Saya pernah ke rumahsakit untuk periksa dengan keluhan sakit di bagian bawah kanan perut. Periksa punya periksa, dokter berkesimpulan bahwa saya sakit usus buntu dan disarankan supaya di operasi. Jangan sekarang dokter, saya tidak punya uang cukup. Mungkin karena kaget mendengar kata operasi, rasa sakit di perut saya hilang.

    Waktu saya ceritakan sama teman, dia tertawa terbahak-bahak sambil menceritakan pengalaman yang sama.

    Like

  2. apakah sebetulnya fungsi dari usus buntu ,kenapa ada, tuhan menciptakan pasti ada manfaatnya, kenapa mesti dibuang ,pls siapa yang bisa kasih pencerahan ……….????

    Like

  3. 1. Mengapa organ usus buntu ada dalam tubuh kita dan belum memiliki fungsi ???

    2. apa pengaruh usus buntu terhadap kesehatan seseorang yg usus buntunya dioperasi ???

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s