Kewajiban mengurangi dan memilah sampah

Setelah disahkan oleh DPR, secara administratif, Undang-Undang persampahan akan menjadi efektif setelah diundangkan dalam bentuk lembaran negara. Untuk pertama kalinya negeri ini memiliki landasan hukum pengelolaan persampahan, dalam bentuk undang-undang. Meski belum sempurna, setidaknya ada referensi hukum untuk mengelola persampahan di Indonesia.

Sebagai landasan legal, undang-undang persampahan perlu dicermati dengan jernih. Implementasi undang-undang sampah akan membawa dampak yang besar bagi kehidupan rakyat Indonesia. (Itu kalau semua pihak taat undang-undang dan peraturan). Mengapa, karena semua pihak punya kewajiban untuk mengelola sampah, dan ada penalty, kalau diabaikan. Setiap orang diwajibkan untuk mengurangi sampah dan ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah. Setiap kawasan permukiman wajib melakukan pengurangan sampah dan pemilahan sampah. Begitu juga Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengelola sampah dengan benar sesuai prinsip kelestarian dan berwawasan lingkungan.

Beberapa pasal penting dibawah ini, menjelaskan tentang kewajiban stakeholder persampahan.

 

Pasal 12, ayat (1): Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

Pasal 13: Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah.

Pasal 14: Setiap produsen harus mencantumkan label atau tanda yang berhubungan dengan pengurangan dan penanganan sampah pada kemasan dan/atau produknya.

Pasal 15: Produsen wajib mengelola kemasan dari barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

 

Pasal 15 adalah kewajiban melaksanakan EPR (extended producer responsibility). Klausul dan amanat undang-undang tersebut sungguh sangat jelas. Meski demikian masih perlu dijabarkan dalam peraturan yang lebih rendah, agar bisa dioperasionalkan di lapangan.

One thought on “Kewajiban mengurangi dan memilah sampah

  1. saya senang baca tulisan di web anda
    Berbicara mengenai sampah, sangat disayangkan, orang indonesia belum memiliki kesadaran tentang pengelolaan sampah. Sering kita lihat orang naik mobil dengan “sak karepe dewe” buang sampah lewat kaca mobilnya. Membaca tulisan anda ini saya baru teringat kota Tawau, salah satu kota kecil di Malaysia Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Nunukan, Kaltim. Kebetulan saya pernah di tugaskan di Nunukan selama 4,6 tahun. Jadi pernah sedikitnya tahu kondisi Kota tersebut, karena beberapa kali kesana.
    Masyarakat Malaysia memang lebih “taat” terhadap peraturan per-UU di negaranya dibanding dengan masyrakat Indonesia. Mereka patuh kepada peraturannya, bukan patuh kepada aparat penegak hukumnya. beberapa contohnya, pelaksanaan lalu lintas, lebih teratur walaupun polisi di setiap sudut kota tidak ada polisi yang jaga. Begitu pula dalam kaitannya dengan kebiasan membuang sampah. Saya pribadi waktu perama kali kesana pernah “diwanti-wanti” oleh teman, kalau buang sampah jangan sembarangan, nanti kena denda 5 ringgit (setara Rp. 12.500,-an ). Hal ini sangat ironis dengan negara kita yang kurang peduli dengan hal-hal yang kecil seperti ini. Membangun Kesadaran sangatlah sulit. Budaya bersih belum sepenuhnya mengakar di masyarakat indonesia. di Kota Surabaya banyak sekali pedagang kaki lima yang tidur di lapak-2nya. seharusnya lapak itu hanya dipakai sebagai tempat bekerja, bukan sebagai tempat tinggal. Tentunya hal ini menimbulkan pemandangan yang “kemproh”. Mereka berjualan di tempat umum yang tidak diperbolehkan, Namun pada kenyataannya sering terlihat kucing-kucingan dengan Aparat Pol PP. Mengutip Iklannya Deddy Mizwar, Bersih itu malu, malu kalau diobrak Pol PP melulu.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s