Komunitas sa mudar, si sada ulaon.

Di angka parsorion ni halak hita na di pangarantoan, sai adaong do sihol ni roha marpungu mambaen “komunitas” bersama. Ido umbahen na adong anekdot, molo sada halak Batak, margitar ma ibana. Molo adong dua halak, marcatur ma nasida. Molo adong tolu halak….. songoni ma sihol laho marsaor dohot angka dongan.

Di kebutuhan parsaoran masyarakat Batak itu, muncul lah rasa kebersamaan, sisada mudar, atau mangkuling mudar. Keinginan untuk bersama muncul ketika bertemu dengan kelompok komunitas halak hita, ada kebutuhan untuk sharing, get together dan saling membantu. Begitu bertemu, langsung timbul perasaan kebersamaan, sisada huta, sada ulaon, satu wilayah saling membantu.  Begitu tingginya semangat komunitas halak hita, sehingga  kadang terbaca sebagai suatu eksklusivisme etnis.

Maka komunitas Batak, membangun kebersamaan dimanapun ia berada apakah di bona pasogit atau diperantauan. Bersama membangun masyarakat, itu mungkin yang melandasi keinginan itu.

Apa yang menyebabkan timbulnya rasa mangkuling mudar. Tidak mudah mencari jawabannya. Boha do umbahen na gabe adong kebutuhan laho marpungu, masiurupan, sisada ulaon. Kultur Batak yang kuat, mungkin bisa menjadi perekatnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s