Aneka tipu muslihat di saat kritis.

Alkisah seorang warga Nganjuk, Joko Suprapto, menemukan bahan bakar dari air. Ditengah krisis harga BBM dunia yang membikin pusing tujuh keliling, penemuan itu laksana oase dipadang gurun, pelepas dahaga. Maka gegerlah banyak orang, penemuan itu seolah mujizat ampuh, sampai-sampai Presiden SBY pun ikut memuji-muji. Namun ditengah pujian itu, tak sedikit yang mengatakan bahwa itu cuma tipu muslihat Joko Suprapto. Konon ia sudah pernah menemui rektor UGM, untuk minta diuji sekaligus minta dukungan. Tentu saja UGM tidak gegabah mengiyakan “penemuan” itu, dan meminta diadakan percobaan teknis untuk membuktikan kehandalan teknologi Joko Suprapto. Hasilnya, Joko dan timnya berkilah macam-macam, para peneliti di UGM pun mengatakan bahwa Joko Suprapto cs cuma penipu. Kejadian seperti ini hampir terjadi di Surabaya beberapa tahun lalu. Cerita lengkapnya seperti dibawah ini.

Pada akhir tahun 2001, Surabaya krisis tempat penampungan sampah, karena jalan masuk ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir) ditutup. Truk pengangkut sampah tidak boleh masuk ke TPA di Keputih. Akibatnya sampah menumpuk di seluruh kota, di jalan, di saluran di taman dan di mana-mana sampah berserakan. TPA Benowo yang belum rampung dibangun, “dipaksa” dioperasikan. Surabaya mengalami krisis pengelolaan sampah hampir selama sebulan.

Rupanya kondisi krisis sampah itu hendak dimanfaatkan sekelompok orang. Seorang Doktor yang menurut pengakuannya adalah dosen luar biasa sebuah perguruan tinggi, menemui Walikota Surabaya. Doktor Amin (bukan nama sebenarnya), menjelaskan kepada Walikota bahwa dia dan timnya bisa mengubah sampah kota Surabaya menjadi listrik. Untuk itu mereka membutuhkan surat jaminan dari Walikota untuk mensuplai sampah setiap hari minimum 2000 meter kubik, dan menyediakan tanah seluas 8 hektar. Selanjutnya Pemerintah Kota Surabaya tidak perlu mengeluarkan uang serupiahpun untuk membangun “pabrik” pembangkit listrik dari sampah itu. Semua biaya pembangunan akan ditanggung oleh investor Doktor Amin cs, begitu kilahnya. Malahan Pemerintah kota akan mendapat bagi hasil dari penjualan listriknya, katanya.

Tentu saja Walikota menyambut gembira tawaran Doktor Amin, dan meminta dilakukan kajian sebelum dilaksanakan. Saya yang ikut hadir mendengarkan penjelasan di depan Walikota itu, sejak awal sudah curiga dan tidak percaya pada bualan Doktor Amin. Tapi tidak pada tempatnya saya menanyai hal-hal teknis, pada pertemuan dengan Walikota itu. Maka kami undanglah Doktor Amin cs untuk paparan secara teknis di kantor saya.

Doktor Amin pun bersemangat menjelaskan teknologi yang dia sebut sebagai “thermal converter”, yang akan mengubah sampah rumah tangga menjadi listrik. Amin menjelaskan bahwa sampah akan dibakar untuk menghasilkan panas dan selanjutnya panas akan memanaskan uap pemutar turbin listrik. Kedengarannya penjelasannya bagus. Doktor Amin mengatakan bahwa dari 10 ton sampah rumah tangga bisa diubah menjadi 2 megawat enerji listrik.

Tapi saya tidak percaya akan bualan yang seperti itu. Lalu saya tanya tentang teknologinya, Doktor Amin bilang bahwa teknologi thermal converter itu diambil dari teknologi Jerman. Saya kemudian menjelaskan karakteristik sampah rumah tangga Surabaya, terutama yang di TPA dimana 70 – 80 persen dari sampah itu adalah kandungan air. Jadi kalau mau mengubah sampah dengan kandungan air seperti itu untuk menjadi enerji listrik, hampir sama dengan memanaskan air. Untuk mendapatkan listrik sebesar 2 megawatt dari sampah, berarti harus ada tambahan enerji lain melalui proses pembakaran sampah. Saya menambahkan bahwa Hukum Thermodinamika II berlaku dalam proses pembakaran sampah itu.

Saya komentari demikian, Doktor Amin memerah mukanya dan menyatakan tidak senang dengan komentar saya. Ia malah setengah mengancam akan melaporkan saya ke Walikota, bahwa saya menghambat program Walikota untuk menangani sampah. Dengan kemarahannya itu, saya menjadi tambah yakin bahwa Doktor Amin cuma mau membual saja, saya lalu mempersilahkan kalau dia mau melapor ke Walikota. Singkat cerita setelah sekian lama, Doktor Amin cs tidak mau lagi menjelaskan lebih lanjut tentang “thermal converter” nya, dengan alasan akan cari modal dulu, akhirnya Doktor Amin tidak pernah lagi muncul ke Walikota Surabaya.

Sekarang, Joko Suprapto cs memperkenalkan “Blue Energy“, dan tau-tau dia hilang misterius. Kalau memperhatikan tanggapan UGM, maka Joko Suprapto cuma pembual dan penipu. Ditengah himpitan kesulitan, orang menjadi mudah tertipu.

Hati-hatilah

One thought on “Aneka tipu muslihat di saat kritis.

  1. Saya juga sebelumnya cuma pernah mendengar tentang blue energy yang heboh itu tanpa pernah mengikuti beritanya. Sebenarnya bukan tidak pernah sih, tapi nggak tertarik dengan berita tersebut. Hal ini tentu ada sebabnya. Air menjadi bahan Bakar…? mendengarnya saja sudah sulit saya pahami, : How come…? kalau elektrolisa air untuk mendapatkan hydrogen mah sudah biasa kita dengar, and sudah di realisasikan melalui mesin Hybrid (betul nggak ya yg aku sebutkan…? jadi gak PD gitu loh….)

    Saya pernah baca tentang bagaimana perlakuan pemerintah pakistan untuk mengamankan dan “menyenangkan” ahli nuklir mereka, lebih ketat dari pengamanan presiden pakistan sendiri.

    Kalau memang betul mister Joko suprapto menemukan bahan bakar dari air, pemerintah perlu melakukan pengamanan yang lebih untuk beliau ini. Bila perlu satu batalyon tentara yg terlatih khusus untuk beliau….

    Apa yang dia temukan akan menghancurkan semua explorasi yang sedang dan akan berjalan. Kita bisa bayangkan apa yang akan dilakukan perusahaan raksasa tersebut untuk mengamankan produksi mereka. Mister joko akan menjadi “persona non grata” maka akan banyak “Rambo” yang mencari beliau,

    hehehehe… ini kan cuma imajinasi saya saja…..
    Semoga rambo rambo tersebut gak jadi datang untuk mencari mister kita yang satu ini…..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s