Surabaya green clean award 2008

Surabaya kembali mengadakan penilaian “kampung” terbersih untuk tahun 2008. Acara yang diberi tajuk Surabaya Green Clean (SGC), sudah berlangsung beberapa tahun. Namun untuk tahun 2008, intensitas kegiatannya semakin diperluas dan ditingkatkan. Perhelatan ini semula hanya di tingkat kelurahan, sekarang sudah sampai tingkat RT, artinya, setiap RT yang ikut akan dievaluasi dan dinilai oleh tim juri untuk menentukan peringkat terbaik untuk beberapa kategori.

Walikota Surabaya hadir langsung mencanangkan dimulainya kegiatan SGC dengan dihadiri oleh sejumlah perwakilan kader-kader lingkungan se kota Surabaya. Untuk mengikuti acara ini, setiap RT harus mendaftarkan diri kepada panitia, mengisi formulir dan memberikan sejumlah data-data tentang kondisi kebersihan lingkungan masing-masing RT. informasi yang dibutuhkan. Sampai pendaftaran ditutup, jumlah peserta mencapai 1.797 RT (Rukun Tetangga) yang ikut SGC 2008. Jumlah peserta sebanyak ini, akan menguras tenaga tim juri untuk menilai kawasan RT mana yang terbaik.

Berdasarkan data dan informasi yang diberikan pada waktu pendaftaran, tim juri akan memverifikasi dan menilai dokumen, kemudian melakukan juga penilaian lapangan. Acara yang didukung oleh Jawa Pos, Uli Peduli dan Pemkot Surabaya, akan berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. Waktu yang dibutuhkan untuk menilai, bahkan mungkin akan lebih panjang lagi karena banyaknya kawasan RT yang harus dinilai.

Pelaksanaan SGC 2008 selain karena satuan wilayah penilaian  yang semakin rinci, tim juri juga akan menambah kriteria penilaian. Pada waktu-waktu yang lalu yang menjadi fokus adalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, maka SGC 2008 di tambah dengan penilaian pada upaya masyarakat untuk mengendalikan banjir. Untuk itu, para peserta  dinilai tentang upaya masing-masing kawasan menangani resapan air. Karena itu pada pelaksanaan SGC 2008, diperkenalkan sistim sumur resapan biopori, yang diharapkan bisa membantu meresapkan air ke dalam tanah.

Meski efektifitas sumur resapan biopori di Surabaya belum benar-benar teruji dalam mengurangi genangan air,  setidaknya sistim ini diharapkan akan menambah kepedulian masyarakat tentang penanggulangan genangan air.  Kondisi geologis tanah di Surabaya didominasi oleh lempung, yang daya serap air nya kecil. Dilain pihak muka air tanah di Surabaya juga tinggi, bahkan banyak kawasan yang lebih rendah dari permukaan laut. Karena itu sistim sumur resapan biopori, dengan kedalaman sekitar 50 -70 cm, belum tentu efektif memaksa air untuk meresap kedalam tanah lempung. Hal ini perlu dicermati dan di teliti lebih lanjut, jangan sampai tidak sebanding upaya yang dilakukan melalui penggunaan sumur resapan biopori dengan hasil yang diperoleh.

x

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s