Ketimpangan gender di Wimbledon

Hari Minggu kemarin (waktu London), Rafael Nadal menumbangkan dominasi Roger Federer di kejuaraan tennis grandslam Wimbledon. Pertandingan yang dilukiskan sebagai “terbesar sepanjang abad”, berlangsung sangat seru. Juara Wimbledon lima kali Roger Federer berusaha habis-habisan menunjukkan kehandalannya. Disisi lain Nadal bertarung luar biasa untuk menumbangkan Federer. Keduanya memang pemain tennis yang luar biasa.

Sebelumnya di tunggal putri, Venus Williams mengalahkan adiknya sendiri Serena Williams. Pertandingan kakak beradik di final Wimbledon, juga tidak kalah serunya. Kematangan dan ketenangan Venus, tidak bisa diatasi oleh Serena, sehingga ia sering membuat kesalahan yang tidak perlu. Akhirnya Venus menjadi juara Wimbledon 2008 menundukkan adik sendiri yang berselisih umur 2 tahun.

Yang menarik dari kejuaraan grandslam Wimbledon justru adalah piala yang diberikan kepada juara. Kalau Juara tunggal putri Venus Williams, diberi hadiah berupa piringan, juara tunggal putra Rafael Nadal, diberi hadiah berupa piala. Hadiah untuk laki-laki dibedakan dengan hadiah untuk perempuan. Saya jadi bertanya-tanya kenapa bentuk hadiahnya tidak disamakan saja berupa piala, atau berupa piringan. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa di kejuaraan tennis grandslam seperti Wimbledon saja masih terjadi ketimpangan gender.

Di negara Inggeris, yang pemimpin negaranya adalah seorang perempuan yaitu Ratu Elizabeth, dan pernah mempunyai Perdana Menteri perempuan Margaret Tatcher, ternyata praktek ketimpangan gender masih terjadi. Padahal Inggeris sudah merupakan negara maju yang sudah diakui dunia. Apakah memang ketimpangan gender di Inggeris merupakan hal yang lumrah. Atau itu hanya di lingkungan Wimbledon ?.

Kalau saja pertandingan grandslam Wimbledon dan penyerahan hadiahnya tidak disiarkan keseluruh dunia, mungkin, pertanyaan ketimpangan gender itu tidak terlalu masalah. Tapi karena seluruh dunia bisa melihat ketimpangan gender itu, apakah itu merupakan cerminan masyarakat dan budaya Inggeris.

2 thoughts on “Ketimpangan gender di Wimbledon

  1. Setuju pak, bahkan kalau mau lebih fair lagi, bagaimana kalau dihapuskan kategori putera atau puteri sehingga mereka saling bertarung memperebutkan hadiah yang sama?

    Like

  2. Mestinya gitu, kategori yang ada, cuma single dan double aja ya. Jadi bertarungnya lebih seru.

    Kalau kita perhatikan acara TV “Fear factor”, disitu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan, meski untuk sesi makan ulat , atau ditarik kendaraan. Hadiahnya juga gak dibedain. Itu baru sip.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s