Surabaya raih penghargaan kota langit biru terbaik

Surabaya kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Kali ini Surabaya dinobatkan sebagai kota dengan program langit biru terbaik, penghargaan untuk kualitas udara perkotaan. Penghargaan diberikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, Jumat 11 Juli 2008, kepada Kota Surabaya yang diterima langsung oleh Walikota Bambang Dwi Hartono, didampingi oleh Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Togar Arifin Silaban. Pemberian penghargaan kepada kota-kota yang berhasil meningkatkan kualitas udara dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2008 di Jakara. Acara penganugerahan kualitas udara perkotaan dilakukan sebagai bagian dari Indonesia International Motor Show (IIMS) dengan tujuan agar dunia otomotif ikut secara aktif meningkatkan kualitas udara perkotaan. Pada kesempatan itu ditandatangani kesepakatan bersama (MOU) antara Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Perindustrian dan Menteri Perhubungan untuk meningkatkan upaya kualitas udara perkoaan melalui peningkatan kualitas industri otomotif dan peningkatan sistim transportasi perkotaan.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) pada tahun 2007 melakukan evaluasi kualitas udara perkotaan, khususnya akibat emisi gas buang kendaraan bermotor, di 12 kota di Seluruh Indonesia. Tim Langit Biru dari KNLH melakukan survei dan pengukuran kualitas udara di berbagai titik di masing-masing kota. Kinerja kualitas udara perkotaan diukur dari dua bidang yaitu parameter kualitas udara bebas (ambien) yang meliputi konsentrasi Carbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Total Suspended Particles (TSP), Particulate Matter (PM10), Nitrogen Dioksida (NO2), Hydro Cabon (HC), dan Ozon ()3). Sedangkan kinerja sistem transportasi diukur dari kecepatan rata-rata kendaraan, kepadatan lalulintas atau rasio jumlah kendaraan terdhadap volume jalan (V/C ratio) dan tingkat pelayanan jalan (level of service, LOS).  Selain itu dilakukan juga uji emisi gas buang terhadap kendaraan  berbahan bakar solar maupun kendaraan berbahan bakar bensin. Hasil survei di lapangan, dianalisa oleh sejumlah pakar yang dipimpin oleh pakar transportasi ITB, Prof.DR. Ofyar Tamin dan pakar kualitas udara ITB, DR.Driejana.
 
Hasil dari evaluasi kinerja kualitas udara dan sistim transportasi perkotaan, untuk kategori kota Metropolitan, Surabaya meraih nilai tertinggi disusul kota Jakarta Pusat dan Makassar. Untuk kategori kota besar, penghargaan diberikan kepada Denpasar dan Yogyakarta. Kelima kota yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas udara perkotaan itu mendapatkan bantuan dari KNLH berupa peralatan alat uji emisi kendaraan bermotor yang langsung diserahkan hari itu juga kepada Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono. Peralatan senilai Rp. 130 juta itu akan digunakan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya unuk melakukan uji emisi kendaraan bermotor melengkapi peralatan yang sudah ada.

Deputy  Bidang Pencemaran Lingkungan KNLH, Ir. Moh. Gempur Adnan, yang didampingi oleh Asisten Deputy, Ade Palgunadi, di Jakarta mengatakan, evaluasi kualitas udara perkotaan dan sistim trensportasi perkotaan dilakukan pertama kalinya pada tahun 2007 untuk melihat kinerja kualitas udara kota-kota di Indonesia. Kegiatan itu akan dilakukan secara berkala setiap tahun yang berlangsung pada bulan Februari – September. Kedepan, jumlah kota yang akan dievaluasi akan akan ditambah dan kriteria penilaian akan ditingkatkan, sehingga secara bertahap kualitas udara perkotaan di Indonesia akan ditingkatkan.

Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, menyambu gembira pemberian penghargaan kualitas udara perkotaan itu. ”Ini adalah hasil kerja bersama warga kota, para pemangku kepentingan (stake holder) kota, sehingga Surabaya dinilai berhasil meningkatkan kualitas udara”, demikian walikota.   ”Terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut secara aktif untuk meningkatkan kualitas lingkungan kota ini. Kita akan terus bekerja keras agar Surabaya menjadi kota yang lebih nyaman dan lebih sehat untuk ditinggali”, tambahnya.

One thought on “Surabaya raih penghargaan kota langit biru terbaik

  1. salam,
    sebelumnya saya mohon maaf kalau comment saya agak ndak nyambung..
    ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan…
    apa benar Surabaya mengadakan perjanjian internasional dengan Kitakyushu…
    kok saya cari MoU nya ndak ketemu ya…
    apa Mas Togar bisa bantu saya??

    terima kasih sebelumnya,

    Ayudya

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s