Ibu dan anak akan segera ditembak mati

Terpidana mati Sumiarsih dan anaknya Sugeng, akan segera mengahadapi regu tembak mati. Setelah 20 tahun menjalani kurungan badan, kedua ibu dan anak akan segera dieksekusi. Menjalani kurungan badan selama dua puluh tahun, bukanlah hal yang mudah. Sambil menjalani hukuman, Sumiarsih dan Sugeng, telah berupaya meminta keringanan hukuman, mulai dari banding, kasasi bahkan minta grasi ke Presiden. Grasi ke Presiden bahkan sampai dilakukan dua kali. Tapi semua permohonan keringanan itu ditolak. Dalam beberapa hari kedepan ini, kedua ibu dan anak itu akan ditembak mati.

Sumiarsih sebenarnya sudah memohon keringanan, kalaupun permohonan grasinya ditolak, ia minta agar boleh mati secara normal di LP, tanpa harus ditembak mati. Ia menginginkan mati secara wajar seperti suaminya yang juga terpidana mati, tapi akhirnya mati sebelum ditembak karena sakit. Permohonan keringanan itu ia ajukan, karena ia sudah menjalani hukuman kurungan selama 20 tahun, dan selama itu ia juga dinilai berperilaku baik. Tapi permohonan itupun tampaknya kandas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak bergeming menghadapi permohonan keringanan keadilan yang diajukan oleh Sumiarsih cs. Hanya Presiden yang punya kewenangan untuk memberi keringanan.

Sebagaimana diketahui, Sumiarsih beserta suami dan anaknya dijatuhi hukuman mati pada tahun 1988, karena membunuh Letkol Purwanto dan keluarga di Surabaya. Pembunuhan berencana itu terkait masalah-masalah kegiatan Sumiarsih cs pada waktu itu sebagai “pengelola” (alias germo) PSK di Surabaya. Masalah perseteruan bisnis esek-esek antara kedua keluarga itu berakhir dengan pembunuhan sekeluarga yang dilakukan oleh keluarga Sumiarsih.

Tanda-tanda pelaksanaan hukuman tembak mati itu sudah semakin jelas, Sumiarsih, yang semula menjalani hukuman di LP Wanita Malang, sudah dipindahkan ke Rutan Medaeng Surabaya. Begitu juga anaknya Sugeng, yang semula di LP Porong, juga sudah berada di Medaeng. Kedua ibu dan anak itu bahkan sudah dipertemukan di Medaeng. Sejumlah aktivis dan rohaniawan sudah mengunjungi keduanya untuk memberikan semangat bagi kedua ibu dan anak tersebut agar tabah menghadapi regu tembak.

Kedua terpidana mati, tampaknya juga sudah pasrah dan tabah, meski tetap berharap ada keikhlasan Presiden untuk memberi keringanan agar Sumiarsih boleh menjalani hukuman seumur hidup. Detik-detik kematian ibu dan anak semakin dekat, bahkan bunyi detik jam seolah sudah bisa dihitung.

Akankah ada mujizat yang mengetuk hati Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan pengampunan pada detik-detik terakhir. Atau SBY hanya akan menganggap, bahwa dua orang terpidana, mati ditembak, tidak akan mempengaruhi apa-apa.

3 thoughts on “Ibu dan anak akan segera ditembak mati

  1. kok lama amat ya baru eksekusi dilaksanakan…
    Rugi semua pihalk kalau spt in,
    Pemerintah rugi ngasih makan napi yg nunggu eksekusi
    yg mau di eksekusi juga rugi, rugi krn akhirnya dia mati juga….

    Like

  2. Berencana

    Pada kasus di atas, pelaku telah merencanakan (tindakan direncanakan) dan sikorbanpun telah di tentukan. Hukumannya adalah tembak mati.

    Pada kasus perampokan, penodongan, dll. yang sering mengambil korban jiwa dari si korban perampokan dengan mempergunakan sejam ataupun senpi, bukankah ini dapat di kategorikan sebagai tindakan yang sudah di rencanakan? Bedanya cuma sedikit, pada kasus perampokan, korbannya tidak di tentukan secara spesifik. Namun, hal menghabisi si korban sudah direncanakan.

    Kalaupun dalam kasus perampokan ini tidak dikategorikan sebagai hal terencana, mengapa hukuman antara keduanya terlalu jauh berbeda? Padahal tindakannya sama sama meghilangkan kesempatan hidup orang lain.

    Sudah terlalu banyak kejadian perampokan disertai dengan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korbannya, tetapi hanya diancam hukuman 15 tahun penjara, seperti yang terjadi di kota Medan bulan Juni lalu. Dan keputusan hakim sering jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa.

    Di negara yang hukumnya tidak nakal, jangankan menonjok orang lain, mencolek sekalipun berat hukuman dan dendanya, sehingga orang orang untuk bertanya sekalipun, harus permisi dari jauh sebelum bertanya.

    Pengertian dari berencana itu, perlu diperluas.

    Like

  3. Proses hukum seringkali menjadi masalah pengertian dan keyakinan. Untuk satu subyek, pengertian menurut polisi, jaksa, atau pengacara, bisa sangat berbeda. Keyakinan hakim juga bisa sangat berbeda, sehingga putusan hukum bisa sangat berubah dari yang dibayangkan.

    Keadaan menjadi lebih rumit ketika “uang” ikut menentukan dalam proses pengambilan keputusan hukum. Ini selain rumit, juga semakin tidak jelas.

    Karena itu kita sering melihat “silat lidah” para pelaku hukum terhadap suatu subyek perkara tertentu. Menurut si A, cukup bukti bersalah, tapi menurut B, sama sekali tidak terbukti.

    Keadilan dan putusan hukum bisa menjadi dua hal yang sangat berbeda. Padahal idealnya, putusan hukum adalah keadilan.

    Karena itu tidak heran, kalau pengertian pembunuhan berencana, dalam kasus perampokan dengan pembunuhan berencana dalam kasus Sumiarsih, menjadi dua hal yang sangat berbeda putusan hukumnya. Ya itu tadi, karena hukum sering ditafsirkan berdasarkan kepentingan.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s