Golput bisa menang di Pilgub Jatim

Besok 23 Juli 2008, Jawa Timur melaksanakan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur. Meski sudah masuk “masa tenang”, tapi hiruk pikuk kampanye masih terlihat sampai hari ini. Bagaimana tidak, hampir semua media cetak yang terbit di Surabaya memuat profil dan seruan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Iklan kampanye yang dikemas dalam bentuk “advetorial” (atau apapun namanya), mencoba memperlihatkan “kehebatan” masing-masing calon. Tentu yang menangguk untung dari hiruk-pikuk itu adalah media cetak. Memuat iklan kampanye dalam bentuk “advetorial”, tentu harus membayar kepada media itu.

Disisi lain, KPUD Jawa Timur, selain sibuk mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara, juga sibuk melakukan sosialisasi melalui berbagai bentuk. Ada yang berupa baliho di sudut-sudut jalan, banner, spanduk, iklan melalui radio, bahkan beberapa jam lalu saya mendengar seruan melalui mobil berpengeras suara yang menyerukan : jangan lupa besok ke TPS.

Bagi para tim sukses, tentu kesibukan hari ini luar biasa, ada yang mempersiapkan tim pengawas besok, ada juga yang sibuk mempersiapkan “quick count”, apakah jagoannya mendapat suara yang banyak. Tapi konon, masih ada yang sibuk melakukan “black campaign”, menjelek-jelekkan pasangan tertentu. Mungkin juga ada yang menyiapkan “serangan fajar”, mengimingi para pemilih agar mencoblos jagonya. Ada yang sibuk bekerja sesuai aturan, ada yang sibuk menyiasati dan mengakali aturan main Pilkada.

Sementara itu, berbagai pihak memperkirakan bahwa jumlah Golput di Pilkada Jatim akan cukup signifikan. Itulah sebabnya, banyak juga spanduk yang disiapkan para pendukung calon yang berupa ajakan untuk tidak golput. Nampaknya meski tidak ada pihak yang secara terang-terangan mengajak Golput, jumlah golput diperkirakan akan cukup besar.

Perkiraan besarnya jumlah Golput cukup beralasan, Pilkada Jatim dalam prosesnya seolah sudah “kering”, tidak ada satupun calon pasangan yang memberikan program, “APA YANG AKAN DILAKUKAN GUBERNUR 5 TAHUN MENDATANG”. Semua calon cuma cuap-cuap janji, yang kalau boleh dibilang cuma gombal. Masyarakat Jatim tentu sudah mengamati dari waktu ke waktu Pemilu dan Pilkada Bupati dan Walikota di berbagai daerah. Nyaris tidak ada yang membawa pembaruan yang berarti. Karena itulah, Pilgub Jatim pun tidak mampu mengangkat semangat masyarakat untuk meramaikan “pesta demokrasi” yang bernama Pilgub.

Orang sudah jenuh dengan proses Pilkada, yang ternyata hanya memboroskan uang. Apa yang diharapkan dari Pilgub Jatim ??, rasanya tidak ada yang mampu memberikan jawaban konkret, kecuali hanya argumentasi berbelit-belit. Jadi tidak heran kalau besok, jumlah Golput akan lebih besar dari perolehan pasangan calon. Artinya Golput yang akan jadi pemenang di Pilkada Jatim.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s