Kata koran Surya:Ngeblog dan korupsi waktu

Kebiasaan saya menulis di Kakilima dan di Togar Silaban serta Taolobutala, rupanya menarik perhatian wartawati koran Surya, Surabaya. Karena itu sehabis acara Sosialisasi Perda Pencemaran Udara di Novotel Selasa lalu, Dwi Pramesti, wartawati Koran Surya, menanyai saya soal tulis menulis di internet. Saya pikir dia cuma iseng aja, karena saya sering ditanyai macam-macam oleh wartawan/wati. Taunya dia tulis juga di koran, soal itu. Cuma ya karena si wartawati nanyanya sambil lalu, jadi saya jawab sekenanya. Karena itu ada beberapa hal yang luput dari tulisannya.

Di tulisan di koran itu, disebutkan kalau saya punya blog pribadi yang tidak dipublikasikan ke orang lain, padahal ya tidak persis seperti itu. Kaki-lima justru terbuka untuk siapa saja untuk melihat dan mengomentari. Katanya kekuatan blog justru dari bobot dan jumlah komentarnya, pendapat orang lain tentang blog itu. Makanya, hampir semua blog ya terbuka dan dipublikasikan. Nyaris tidak ada blog yang hanya dilihat diri sendiri, meski isinya curhat pribadi.

Saya menaganggap tulisan Dwi Pramesti di koran Surya itu sebagai pendorong semangat untuk terus menulis di blog. Selama ada mood, dan selama ada waktu ya terus aja tulis. Untuk lengkapnya apa yang ditulis Dwi, saya copy dibawah ini.

Bila Pejabat Pemkot Hobi Ngeblog, Terpaksa Korupsi Waktu untuk Upload Data

Thursday, 24 July 2008
SURABAYA-Tak banyak pejabat Pemkot Surabaya yang melek internet. Bisa utak-atik web dan bikin tampilan halaman sendiri lewat situs. Mulai informasi pekerjaan hingga keluh-kesah kehidupan pribadi. Bagi Togar Arifin Silaban, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) hal itu sudah ditekuninya sejak 2006 silam. Ada tiga web-blog yang ia kelola saat ini. http://www.togarsilaban.com, http://www.taolobutala.wordpress.com, dan satu lagi tak boleh dipublikasi. Lantaran isinya terkait pernak-pernik kehidupan pribadi pria yang dibesarkan di Tapanuli ini.

“Saya tergolong rajin meng-update blog-blog saya itu. Seminggu paling sedikit harus ada satu tulisan di-publish di antara blog tersebut,” ujar pria 50 tahun ini.

Togar mengaku jika dirinya selama ini punya banyak naskah terkait isu lingkungan hidup, baik di dalam negeri maupun manca negara. “Saya rajin kliping berita dari internet dan membaca blog-blog milik orang. Itu sebabnya saya terinspirasi bikin web sendiri dan posting tulisan sendiri,” lanjut alumni Teknik Lingkungan ITB dan Teknik Lingkungan University of Manitoba Winnipeg Canada ini.

Ada banyak draft naskah dan informasi yang selama ini ia simpan. “Saya telah mendapat banyak pengetahuan, sudah saatnya saya membagi pengetahuan tersebut pada orang lain,” lanjut bapak dua anak ini. Untuk mengisi web-blognya yang mayoritas berbahasa Inggris itu Togar terpaksa korupsi waktu. Di sela bekerja maupun sepulang dari kantor. “Yang pasti saya baru bisa nulis kalau pas sepi. Saat itu ide bisa mengalir lancar,” ucapnya.

Isu-isu yang diangkat masih seputar lingkungan. Masalah transportasi perkotaan, sampah, sanitasi, serta masalah lingkungan hidup lainnya. “Surabaya masih perlu banyak pembenahan soal lingkungan hidupnya. Itu sebabnya, calon gubernur terpilih harusnya lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan yang asal coblosi pohon dengan paku demi menempelkan gambarnya,” katanya.

Dua situs pribadi Togar lainnya berisi tentang tulisan-tulisan ringan. “Yang taolobutala isinya soal serba-serbi masyarakat keturunan Batak dan satunya lagi isinya gado-gado,” katanya.
Taolobutala merupakan nama Danau (Tao) Lobutala di tanah kelahirannya. “Sebagian besar saya desain sendiri semuanya. Ada beberapa di antaranya bantuan dari saudara,” ujarnya.

Menurutnya, masih ada satu kelemahan di antara tiga web-blognya itu. “Semuanya berisi naskah. Tidak ada foto. Padahal foto cukup eye-catching menjadi ilustrasi sebuah tulisan. Habis bagaimana lagi saya tidak punya kamera,” sahutnya terkekeh.

Lagipula, ia sedang fokus bikin tulisan. “Kalau dicampur-campur belajar upload dan edit foto bisa-bisa tulisan saya tidak bisa fokus. Kalau wartawan mungkin gampang bikin tulisan sekaligus tempel foto di web-blognya karena mereka sudah terbiasa. Saya sih baru pemula,” ucapnya merendah. /DWI PRAMESTI

Referensi: Koran Surya, Surabaya

4 thoughts on “Kata koran Surya:Ngeblog dan korupsi waktu

  1. Menggunakan waktu mengangkat isu-isu seputar masalah lingkungan, transportasi perkotaan, sampah, sanitasi, serta masalah lingkungan hidup lainnya oleh seorang yang bertanggungjawab mengendalikannya, sekalipun itu melalui weblog dan dilakukan pada waktu jam kerja, tidaklah merupakan suatu korupsi.

    Like

  2. wah hebat blognya diliput sama media, tapi setidaknya blog memberikan ruang untuk bersuara kepada orang lain di dunia maya ini. Blog bisa merekam ide dan suara2 kita🙂

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s