Efisiensi enerji di sektor bisnis untuk perlindungan iklim

Harga minyak yang melambung telah membuat banyak pihak kalang kabut. Dari presiden sampai tukang las pinggir jalan melakukan kalkulasi ulang tentang cara-cara penghematan supaya bisnis tetap bisa berjalan lancar. Presiden SBY, dengan bisnis nya memanage pemerintahan, telah menginstruksikan penghematan enerji di semua sektor. Salah satu langkah yang diambil adalah pergeseran jadwal libur industri manufaktur.

Selama ini hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur bagi sebagian industri manufaktur. Akibatnya pada hari itu sebagian produk enerji listrik dari PLN menjadi “iddle”. Enerji iddle tersebut dimanfaatkan dengan bekerja pada hari Sabtu dan Minggu. Pergeseran hari libur bagi sebagian industri sebenarnya belum dapat dikatakan sebagai efisiensi enerji. Pergeseran itu hanyalah pemerataan distribusi enerji, sehingga “iddle energy” di PLN pada hari Sabtu dan Minggu bisa dikurangi. Bagi PLN, pergeseran itu bisa saja menjadi PR, tetapi yang paling utama harus dilakukan adalah efisiensi enerji (EE).

EE mutlak dilakukan oleh dunia usaha karena beberapa sebab. Yang pertama adalah untuk mengurangi biaya produksi. Sudah jelas penghematan ongkos produksi akan meningkatkan kinerja perusahaan. Yang kedua adalah menghindari kemungkinan timbulnya pemadaman listrik. Penghematan secara massal oleh dunia usaha akan dapat menghindari pemadaman listrik oleh pemasok. Bila kebutuhan enerji sudah sama atau bahkan melampaui pasokan, maka terpaksa dilakukan pemadaman bergilir oleh pemasok (PLN). Alasan ketiga adalah adalah untuk keadilan antar generasi. Sampai saat ini, pada umumnya enerji diperoleh dari sumber-sumber “tidak terbarukan”. Pemborosan enerji berarti mengambil jatah enerji yang sebenarnya adalah milik generasi mendatang. Bila enerji dari sumber tidak terbarukan dihabiskan, maka generasi mendatang tidak akan memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan enerji tersebut. Alasan keempat untuk perlindungan iklim. Penghematan enerji akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada akhirnya penghematan enerji akan menghambat pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim.

Contoh di Cina

Perusahaan Qingdao Port Company di propinsi Shandong, Cina menghemat enerji sebesar 3,62 juta kWh selama lima tahun. Selama periode itu kapasitas produksinya meningkat 15,8 % per tahun, tetapi konsumsi enerjinya dikurangi sebesar 8,9% pertahun. Perusahaan melakukan penghematan enerji melalui langkah: 1) menetapkan target efisiensi enerji (EE) di setiap tingkatan dan menyiapkan manajemen efisiensi enerji; 2) melatih pekerja dalam bidang metode dan teknik penghematan enerji; 3) memberikan insentif pada unit-unit yang berhasil mencapai target EE; 4) menggani peralatan yang boros enerji ke peralatan yang hemat enerji. EE yang dilakukan oleh Qingdao Port Company, berdampak langsung pada peningkatan kinerja perusahaan. Pada saat yang sama ada “co-benefit” yang diperoleh yaitu berupa pengurangan emisi gas rumah kaca.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s