Pakan Depan, Selama 6 Jam Raya Darmo Bebas Kendaraan

Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Surya, Monday, 18 August 2008
SURABAYA – SURYA –Sehari bebas mobil (car free day) akan diterapkan di jalur tengah kota Surabaya pada Minggu (24/8) mendatang. Perempatan Jl Dr Soetomo hingga depan Masjid AL Falah (Jalan Raya Darmo) akan ditutup dari kendaraan roda empat sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Program sehari bebas mobil ini sebenarnya sudah direncanakan beberapa bulan lalu. Namun baru terealisasi sekarang.

“Program ini tidak saja menekan tingkat polusi tapi sekaligus mengurangi pemanasan global dan dalam upaya hemat energi seperti halnya yang diserukan pemerintah pusat,” kata Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Togar Arifin Silaban, Minggu (17/8).

Nantinya, setelah berjalan efektif program ini akan diterapkan secara rutin sebulan sekali. Minggu sengaja dipilih sebagai hari bebas mobil mengingat aktivitas yang mulai lengang di tengah kota. “Usulan sejumlah komunitas peduli lingkungan malah mengusulkan agar ruas jalan yang ditutup dari kawasan Raya Darmo hingga Perak. Tapi itu jelas nggak memungkinkan,” katanya. 

Pemberlakuan program sehari bebas mobil yang sebelumnya diterapkan di Jakarta terbukti cukup efektif mengurangi polusi dan penghematan energi. “Sebetulnya pada 2002 silam kita pernah uji coba tapi respons masyarakat kurang bagus,” imbuhnya.

Program sehari tanpa mobil ini seiring dengan kampanye pemkot Surabaya bike to work. Meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor dan ramai-ramai beralih ke sepeda pancal. Tapi sayang, lalu lintas di Surabaya belum ramah terhadap para pengguna sepeda pancal.

Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup Suparto Wijoyo mengatakan langkah itu cukup efektif  untuk mengurangi polusi dan penghematan energi. Apalagi jika dibarengi kanalisasi dan uji emisi secara konsisten.

“Misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali ditetapkan hari bebas kendaraan bermotor, juga diiringi uji emisi dan kanalisasi. Selain itu PT Pertamina juga membuat kebijakan penerapan bahan bakar nontimbal, ini lebih efektif lagi,” kata dosesn Unair ini.

Upaya menekan polusi dan penghematan energi bisa didukung dengan penyediaan transportasi masal. “Pemkot juga perlu memikirkan desain transportasi perkotaan yang paling efektif selain langkah-langkah tersebut,” tegasnya. ame

Sumber : Surya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s