Ranmor ”Haram”di Raya Darmo

SURABAYA (SINDO),  Wednesday, 20 August 2008

Hari Minggu (24/8) nanti,mulai pukul 06.00–12.00 WIB,kendaraan bermotor bakal ”diharamkan” melintasi Jalan Raya Darmo Surabaya. Di hari dan jam itu,Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya menerapkan program hari tanpa kendaraan bermotor atau car free day (CFD). CFD sendiri telah dipersiapkan sejak Desember tahun lalu. Rencananya, program ini akan disusul dengan bike to work (B2K) atau beraktivitasdenganmengendarai sepeda. CFD sebenarnya pernah diterapkan 2002 lalu.

Waktu itu kebijakan ini diterapkan di tiga ruas jalan,yaitu Jalan Pemuda,Tunjungan, dan Yos Sudarso, namun kala itu hasilnya kurang memuaskan. Tahun ini CFD diterapkan kembali. ”Belum lama ini Surabaya menerima penghargaan mutu udara kategori kota metropolitan.” ”Penghargaan itu makin mendorong kami terus berupaya memperbaiki kualitas udara,”ujar Kepala BPLH Surabaya Togar Arifin Silaban.

Menurut dia, sebenarnya jika hanya diberlakuan di satu ruas jalan dan hanya 6 jam, itu belum berarti apaapa untuk meningkatkan kualitas udara kota dan mencegah. ”Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan hidup. Kami melakukan langkah kecil, tapi kami harapkan dukungan warga,” sambung mantan Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Surabaya ini. Selama CFD diterapkan, hanya ambulans dan mobil PMK yang sedang tugas saja jenis ranmor yang boleh melintas.

“Untuk kendaraan yang biasa melalui Raya Darmo, saat car free day berlangsung, sementara kami alihkan,” urai Togar. Kendaraan yang datang dari selatan bisa melewati Jalan Diponegoro. Kendaraan dari utara bisa melalui Keputran dan atau Jalan Dinoyo. Bisa juga Jalan Diponegoro. ”Selama pelaksanaan car free day,masyarakat bisa memanfaatkan ruas jalan itu.

Bisa untuk kegiatan sepeda santai, jalan sehat, aerobik. Intinya kegiatan yang tidak menggunakan kendaraan bermotor,”imbuh Togar. Untuk menghindari komplain warga atau pelaku usaha di Jalan Raya Darmo, BPLH sejak jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi. Baik melalui surat maupun datang langsung door to door. Di antaranya, ke RS Darmo, Hotel Grand Mercure,dan beberapa gereja.

”Besok (hari ini) kami bersama tim dari Sat Lantas Polwiltabes maupun Dinas Perhubungan akan mulai memasang spanduk pengumuman.Pembagian selebaran juga dilakukan, sebagai pemberitahuan bagi masyarakat,”katanya. Togar menambahkan, minggu berikutnya CFD akan dievaluasi, untuk menentukan rencana pemberlakuan program ini secara berkelanjutan.

“Dari evaluasi nantinya, bias kita tambah jam pemberlakuannya, atau penambahan ruas jalan,”katanya. Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Pengendalian BPLH Imam Santoso menambahkan, untuk penerapan CFD, pihaknya mengeluarkan anggaran kurang dari Rp50 juta.“Anggaran hanya untuk pembuatan spanduk dan brosur. Selain itu uang transpor petugas,”sebutnya.

Saat CFD diterapkan untuk pertama kalinya nanti,sedikitnya akan ada 150 orang petugas dari Bakesbang Linmas, Satpol PP,Dishub,dan Satlantas Polwiltabes Surabaya.Mereka bertugas mengarahkan pengguna jalan yang hendak melintasi Raya Darmo.

Sekadar diketahui, pemberlakuan CFD adalah tindak lanjut uji emisi gratis yang digelar Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup (LH), Koran Seputar Indonesia (SINDO) Biro Jatim, Oto Point, Dishub, dan BPLH Kota Surabaya, baru-baru ini. Selain itu, juga tindak lanjut disahkannya 3/2008 tentang Pengendalian Udara Kota. (soeprayitno)

Sumber: Koran SINDO 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s