Hari tanpa kendaraan bermotor di Surabaya

Sejak tadi pagi sampai jam 12.00 siang, jalan Raya Darmo ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Awalnya banyak masyarakat yang berusaha menerobos, kawasan bebas kendaraan bermotor itu, mereka mencoba tetap masuk dengan berbagai alasan. Akhirnya petugas lapangan bersikap tegas, menutup secara total. Keseluruhan acara berlangsung cukup lancar.

Masyarakat Surabaya, banyak yang memanfaatkan ruang yang bebas kendaraan itu untuk berbagai kegiatan. Ada yang menggunakan sepeda, ada yang remaja yang berskateboard ria. Sebagian lagi melakukan jalan bersama. Bahkan ada kelompok yang melakukan karnaval, berbaris bersama melintasi Jalan Raya Darmo. Secara bersamaan ada pawai reog ponorogo yang melaksanakan atraksi di jalan Raya Darmo.

Kegiatan dan tumpukan masyarakat terutama berpusat disekitar Taman Bungkul. Berbagai kegiatan ada disana, termasuk mereka yang melakukan senam aerobik. Bahkan ada kegiatan kampanye cuci tangan bersama. Sejumlah komunitas pencinta sepeda memafaatkan kesempatan untuk bersepeda ria. Sejumlah masyarakat menyambut gembira penutupan jalan Raya Darmo, mereka menginginkan kegiatan itu dilakukan secara rutin. Sehingga masyarakat lebih banyak yang akan mengikuti acara di Jalan Raya Darmo.

Lalulintas yang semula menggunakan Jalan Raya Darmo, dialihkan ke Jalan Diponegoro disebelah Barat dan ke Jalan Dinoyo di sebelah Timur. Menjelang siang, volume lalu lintas di Jalan Diponegoro, memang meningkat, beberapa titik mengalami kemacetan. Beruntung, petugas lapangan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan cukup sigap mengarahkan pengendara untuk tertib dengan kepadatan lalu lintas.

Mungkin karena sosialisasi yang relatif singkat, kegiatan masyarakat bertumpuk hanya sekitar jam 06.00 sampai sekitar jam 08.30. Setelah itu, volume masyarakat berkurang. Meski begitu sampai penutupan jam 12.00 siang, penunggang sepeda, tetap banyak yang menggunakan jalan Raya Darmo.

Sejumlah media yang meliput dari media cetak dan media elektronik, termasuk Radio Suara Surabaya dan Suara Mitra Surabaya meliput acara. Dari televisi, tidak kurang JTV, TV One, SCTV dan RCTI mengcover acara itu. Saya cukup surprise, bahwa liputan media cukup baik. Koran Sindo, Jawa Pos, Surya dan Kompas menurunkan tulisan yang sangat positif. Padahal biasanya media cetek cenderung mengekspos sisi negatif suatu kegiatan.

Terimakasih kepada warga Surabaya yang sudah membantu kelancaran acara itu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s