Awas, 4.900 Industri Tak Olah Limbah B3, Banyak yang Dibuang Di Sungai

Saturday, 23 August 2008 SURABAYA-SURYA-Pengelolaan limbah industri yang tergolong bahan berbahaya beracun (B3) di Jatim masih mengkhawatirkan. Buktinya dari sekitar 5.000 industri di Jatim, hanya 100 industri yang mengelola limbah B3 secara benar. Berarti ada sekitar 4.900 industri yang tidak mengolah limbah B3. Data ini berdasarkan jumlah industri yang dilayani oleh PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi), satu-satunya perusahaan yang memiliki fasilitas pengelolaan limbah B3  berstandar internasional dan lokal.

Marketing Director PPLi Machmud Badres mengungkapkan, selama ini banyak industri yang hanya mengandalkan pengelolaan limbah melalui instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). IPAL ini ternyata hanya mampu memproses pengendapan limbah cair. Sementara endapannya berupa residu, ternyata kaya kandungan B3. Untuk membuang atau menetralisir residu B3 ini hanya bisa dengan pengolahan yang dilakukan PPLi.

“Tapi yang terjadi, banyak industri yang membuang residunya ke lingkungan sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan,” terang Machmud Badres, Kamis (21/8).

Diakui Machmud, potensi limbah B3 di Jatim cukup besar. Namun dibandingkan Jawa Barat, potensi limbah B3 Jatim hanya sepertiganya. Jika Jabar setiap tahun menyumbangkan dua juta ton, di Jatim sekitar 0,7 juta ton limbah B3 per tahun.

Direktur Lembaga Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) Surabaya Prigi Arisandi membenarkan banyaknya industri yang mengabaikan pembuangan limbah B3. Industri ini kebanyakan membuang limbah B3-nya di sungai (kali), seperti dilakukan 64 industri di sepanjang Kali Surabaya yang merupakan bahan baku air 0PDAM.

Berdasar pantauan Ecoton, dari 64 industri itu 80 persennya tidak memiliki IPAL sehingga langsung membuang limbahnya tanpa diolah dahulu. Sedangkan 20 persennya sudah memiliki IPAL, namun residu IPAL tidak diolah lagi dan dibuang ke kali Surabaya. Kondisi ini menurut Prigi, hanya bisa teratasi jika ada komitmen dari Pemprov Jatim sebagai pembuat regulasi. uus

Sumber : Surya 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s