Raya Darmo pun Bebas Ranmor

SINDO,  25 August 2008
SURABAYA  – ”Saya benar-benar tak menyangka kalau ada jalan di Surabaya dikosongkan. Begitu saya datang, saya sempat bertanyatanya.

Kalau seperti ini, saya setuju, bisa menekan tingkat polusi kota,” begitulah komentar Kida Hana,pengurus Paguyuban Reog Ponorogo ”Kukuh Sardhiloputro” ketika melihat langsung lengangnya Raya Darmo Surabaya kemarin. Wajar jika dia tidak pernah menyangka itu. Sudah jamak diketahui banyak orang kalau jalan-jalan di Surabaya dikenal superpadat.

Apalagi jalan arteri seperti Raya Darmo yang setiap harinya disibukkan macet. Orang luar Surabaya seperti dia pun tahu. Memang, khusus kemarin jalan itu dilengangkan.Ini dilakukan terkait program car free day(CFD).Tak ada kendaraan bermotor (ranmor) yang boleh melintas di jalan itu. Program ini diterapkan mulai pukul 06.00–12.00 WIB.

Kida Hana dan paguyuban reognya memanfaatkan lengangnya jalan itu untuk unjuk kebolehan. Sebenarnya dia datang ke Surabaya bukan untuk menggelar pertunjukan di jalan itu.Mereka diundang Majelis Kesehatan dan Ke-sejahteraan Masyarakat (MKKM) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Surabaya yang kemarin menggelar “Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung” di Taman Bungkul.

Ketika dia melihat jalan itu sepi,tebersitlah pikiran untuk menggelar pertunjukan di situ.Apalagi jarang-jarang bisa menggelar pertunjukan di tengah jalan di Surabaya. Sepasangdadakmerakpun meliuk-liuk tanpa henti. Sementara Prabu Kelono Swandono menari gagah namun tak meninggalkan kesan gemulai.

Dua Bujang Ganong cilik mengiringinya dengan tarian atraktif.Suasana Raya Darmo, khususnya bagian depan Taman Bungkul,pun kian hidup. Atraksi dadakan itu sukses menyedot perhatian warga. Tanpa canggung atau khawatir ditabrak kendaraan bermotor,warga duduk bergerombol di tengah jalan menyaksikan tampilan yang jarang ada itu.

“Tim Penanggulangan Flu Burung (TPFB) Muhammadiyahsengajamenggelarkegiatan di sini (Taman Bungkul). Kebetulan bersamaan pelaksanaan car free day,” ujar Sekretaris MKKM PD Muhammadiyah M Arif AN kemarin.

Gerakan Serempak Tanggap Flu Burung ditandai cuci tangan bersama sekitar 2.000 anakditimurruasRaya Darmo sisi timur.Setelah itu dilanjutkan lomba gambar dan mewarnai ratusan bocah TK Aisiyah se-Surabaya. Klop rasanya dengan pemberlakuan CFD.

Selain kegiatan itu, ratusan karyawan Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya sebagai pengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) turut memanfaatkan sepinya jalan itu. Mereka mengadakan jalan sehat. Barisan peserta jalan sehat ”dikomandani” kereta yang ditarik seekor unta koleksi KBS.

Di atas kereta ada niyogo yang memainkan gamelan mengiringi reog,jaran kepang atau kuda lumping, dan caplokan yang menjadi bagian lain peserta jalan sehat. Ada juga kuda poni koleksi KBS.Tiap ekor kuda ditunggangi bapak dan anaknya. Setelah itu baru disusul peserta jalan sehat. Benar-benar meriah layaknya karnaval agustusan.

”Kalau saya menilai car free day ini bagus. Ini (Raya Darmo selama CFD) bisa dinikmati masyarakat bebas tanpa gangguan kendaraan,” urai Hanif Asrori, karyawan KBS yang kemarin ikut jalan sehat bersama keluarganya.

Warga Perumahan Sukodono Kabupaten Sidoarjo ini mengaku salut dan mendukung penerapan CFD kemarin. “Sebaiknya tiap hari minggu atau libur hari besar ada semacam ini (CFD),supaya masyarakat lebih leluasa,” sambung pria 36 tahun ini.Selain pagelaran reog dan jalan sehat,beberapa warga kemarin juga memanfaatkan ruas Raya Darmo sebagai ajang sepak bola atau futsal.

Pengguna Jalan Mengeluh

Sementara di sisi lain, pengguna jalan yang biasa melintasi Raya Darmo mengeluh. Mau tak mau mereka harus berputar karena jalan itu ditutup. ”Wah… Kalau ditutup begini saya harus mutar lewat Jalan Diponegoro dan Jalan Kartini,” kata Ayudianto, warga Rungkut Menanggal yang mengaku hendak ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Urip Sumoharjo.

Kendati demikian, pria yang mengaku sebagai kepala area pemasaran sebuah produk kebutuhan rumah tangga ini bisa memaklumi. Sebab,CFD tak diberlakukan tiaphari.“Saransaya,kalau car free day diterapkan hari Minggu, saya mintatidakadakendaraan pengunjung KBS yang parkir di jalan Diponegoro.

Nambahi macet,”pesannya. Keluhan senada juga diungkapkan Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Surabaya Wastomi Suheri. “Selama penerapan car free day, awak angkutan umum yang melewati Raya Darmo dikorbankan.Mau tak mau harus mengeluarkan biaya ekstra pembelian bahan bakar,” kata Wastomi. Untungnya, lanjutnya, CFD tak diberlakukan tiap hari.

Pemkot Tidak Puas

Sementara Pemkot Surabaya sendiri masih belum puas dengan penerapan CFD hari pertama kemarin. Pasalnya, masih ada kendaraan bermotor yang melintasi ruas Raya Darmo,baik mobil maupun motor.Kendaraan datang dari ruas jalan di sisi barat dan timur Raya Darmo.

Namun, setelah dihalau petugas, para pengendara dan pengemudi itu nurut. Mereka pun berlalu. ”Sementara saya tadi pagi baru lewat jam tujuh (07.00 WIB).Namun saya mera-sakan kurang optimal,”terang Asisten II (Adminitrasi Pembangunan) pemkot Muhlas Udin.

Menurut Muhlas, CFD kemarin tak optimal karena banyak masyarakat yang belum tahu. Karena itu masih banyak kendaraan yang lewat. “Celakanya, diingatkan ada yang tidak mau,” sambung mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini.

Selain itu, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan sepinya Raya Darmo.“Harusnya ada komunitas sepatu roda, skate board, BMX, senam, dan lainnya datang.Ke depan mereka akan kami undang, kami fasilitasi,”urainya. Bahkan, imbuhnya, jika perlu ada beragam lomba.

Caranya dengan mengundang beberapa pengusaha yang memiliki sumbangan polusi lingkungan.“Ya dealer atau ATPM (agen tunggal pemegang merek), dan Pertamina. Perlu juga ada penjual makanan di tempat car free day itu,”kata Muhlas. Muhlas juga berjanji, sebelum menerapkan CFD berikutnya, ia akan melakukan evaluasi.

Titik-titik jalan penyangga (Escape) yang dipakai jalan keluar akan dihitung dan dipantau.Tujuannya untuk mengetahui visi ratio jumlah kendaraan yang melintas. ”Kalau hasil evaluasi positif, ruas jalan yang menjadi rute car free day akan diperpanjang. Jumlah ruas juga akan ditambah,”ungkapnya. (soeprayitno)

Sumber : Koran Sindo 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s