Heboh Super Toy, istana kebobolan lagi…

Masyarakat Indonesia tak habis-habisnya dikibuli orang. Belum hilang dari ingatan kita tentang “banyu geni”, alias blue enerji, yang diklaim bisa “menyulap” air menjadi enerji, kini muncul lagi kasus “benih padi ajaib” Super Toy HL2. Adalah Supriadi Toyong, petani asal Bantul Yogyakarta, yang konon penemu benih Super Toy. Digembar-gemborkan bahwa padi Super Toy bisa panen 3 kali meski tanamnya cuma satu kali. Ternyata, setelah ditanam, petani di kibuli. Jangankan 3 kali, hasil panennya saja lebih rendah dari padi yang biasa ditanam petani, dan masa panennya, sebulan lebih lama. Anehnya, Super Toy, sampai-sampai melibatkan kalangan Istana Presiden SBY.

Modus kibul yang mirip seperti kisah Supriadi Toyong (Tayaung Supriadi) dan Joko Suprapto dengan blue energy, seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk tidak terulang. Proses promosi yang nyata-nyata untuk tujuan komersil dilakukan dengan cara-cara yang tidak wajar. Dalam kondisi itu, istana bahkan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan. Prosedur tetap dari berbagai mekanisme yang semestinya, ditabrak.

Dalam kasus Super Toy, jelas tersirat bahwa Departemen Pertanian (sengaja) tidak dilibatkan. Sebab bila dilibatkan sesuai mekanisme standar, tidak mungkin varietas Super Toy yang masih dalam taraf uji coba langsung disebarluaskan. Departemen Pertanian, punya protap (prosedur tetap) untuk melepas suatu varietas baru ke masyarakat. Tetapi demi mengeruk untung, pihak investor Super Toy langsung menggunakan “kekuatan” istana, sehingga Super Toy, langsung (“terpaksa“) disebarluaskan ke masyarakat dengan harga benih yang jauh lebih tinggi dari harga pasar.

Sekarang, Departemen Pertanian, seolah menjadi “pemadam kebakaran” yang harus menyelesaikan kasus Super Toy. Investor memang sudah mengganti kerugian petani dengan memberikan cek kepada Bupati Purworejo. Yang jadi persoalan adalah “mudahnya“, pihak-pihak tertentu “potong kompas” ke istana. Konyolnya tebasan “potong kompas” Super Toy, dilakukan oleh pihak yang sama pada kasus “blue energy” nya Joko Suprapto. Istana Presiden kebobolan lagi.

Pada kasus blue energy, Menristek & BPPT tidak dilibatkan, investor langsung ke istana dan memproklamirkan “penemuan” Joko Suprapto yang diklaim bisa mengubah air menjadi energy. Tapi ternyata Joko Suprapto cuma pemimpi.
Istana kebobolan. Harusnya Istana Presiden lebih tegas dan menindak yang cuma mau potong kompas.

One thought on “Heboh Super Toy, istana kebobolan lagi…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s