Kebersihan fasilitas pariwisata (Danau Toba)

Danau Toba tidak masuk dalam daftar tujuan dari Visit Indonesia Year 2008. Apapun alasan dibalik tidak masuknya Danau Toba, yang perlu dicermati adalah hikmah dibaliknya. Kita harus bertanya pada diri kita sendiri, sudah seberapa bagus kita memperlakukan pariwisata di Danau Toba. Kalau mau jujur, mungkin baru kita terkejut, bahwa perlakuan dan pengelolaan pariwisata Danau Toba selama ini memang masih sangat tidak baik.

Cobalah kita cermati indikator sederhana untuk melihat kondisi pariwisata Danau Toba. Kebersihan misalnya, sesungguhnya kebersihan kawasan-kawasan disekitar Danau Toba memang memprihatinkan. Kita mudah sekali melihat sampah berserakan disana-sini. Cobalah masuk ke toilet atau kamar mandi umum dikawasan pariwisata itu, maka yang kita jumpai umumnya adalah kamar mandi yang jorok, bau, bahkan sering air tidak mengalir alias tidak ada air. Orang yang sudah kebelet mau pipis atau BAB bisa tidak jadi karena kamar mandi yang kotor. Padahal untuk suatu pariwisata yang baik, kebersihan adalah faktor nomor satu. Sekali wisatawan mengalami kekecewaan karena kebersihan, jangan harap ia akan datang lagi berkunjung. Malahan orang yang kecewa itu bisa-bisa mnyebarkan berita keburukan dan kejorokan iu kepada teman dan relasinya. Kalau sudah begitu, citra menjadi hancur, kesan baik hilang, dan akan sangat sulit untuk merehabilitasinya.

Tidak perlu menuding siapa yang salah kalau masalah kebersihan. Semua pihak ikut punya andil dalam hal kejorokan itu. Pemerintah memang yang seharusnya mempunyai wewenang untuk mendorong pengelolaan kebersihan kawasan pariwisata. Namun, seberapa besarpun upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kebersihan, kalau masyarakat tidak ikut serta, maka hasilnya tidak akan pernah baik. Dalam kasus kamar mandi yang tidak bersih diatas misalnya, jika semua pengguna kamar mandi itu menjaga kebersihan dengan baik, maka pihak pengelola kamar mandi tidak perlu mengeluarkan sumber daya yang terlalu besar untuk menjamin kebersihan kamar mandi tersebut.

Kebersihan tempat umum sesungguhnya adalah gambaran tingkat peradaban suatu masyarakat. Di rumah masing-masing, boleh jadi kita sudah terbiasa bersih, kamar mandi kita bersih, terawat, tidak bau, pokoknya nyaman. Tapi kalau kita perhatikan kamar mandi di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, sekolah bahkan kawasan wisata, maka kondisinya akan sangat kontras. Masih mending kalau tidak hampir rusak, agak bersih saja sudah lumayan. Kita belum bisa merawat fasilitas umum seperti apa yang kita punya sendiri di rumah. Rasa memiliki terhadap fasilitas umum, nyaris tidak ada. Ada rasa tidak peduli terhadap fasilitas umum. Bila ketidak pedulian dan rasa tidak memiliki fasilitas umum itu terjadi secara massal dan dalam waktu lama, maka yang terjadi adalah krisis peradaban. Tingkat kepedulian terhadap fasilitas umum ada kaitannya dengan tingkat peradaban.

Agaknya itu juga yang mungkin terjadi dikawasan Danau Toba. Ketika secara bertahap tingkat kepedulian kita terhadap kebersihan dan fasilitas penunjang lainnya menurun, maka secara pelahan-lahan jumlah wisatawan juga menurun. Kita baru kebingungan, manakala tamu-tamu hotel semakin sedikit, frekuensi penggunaan kapal di Danau Toba menurun, barulah kita bertanya-tanya, apa yang terjadi. Selama ini kita terlena akan kemolekan Danau Toba. Kita lupa merawat dan memeliharanya. Ibarat gadis cantik, kalau tak pernah dirawat dan dipoles kecantikannya, maka kecantikannya akan segera dilupakan orang.

Kalau sudah demikian keadaanya, bagaimana merehabilitasinya. Merehabilitasi gadis yang sudah pudar kecantikannya bukanlah hal yang mudah. Begitu juga merehabilitasi kemolekan Danau Toba, tidaklah sederhana, bahkan sangat sulit. Tapi bukan tidak bisa. Merehabilitasi dan meningkatkan keindahan Danau Toba bisa dilakukan, asal semua pihak mempunyai komitmen yang tinggi dan konsisten. Kata kunci untuk memperbaiki keindahan Danau Toba, adalah komitmen dan konsistensi.

Ayo kita mulai.

4 thoughts on “Kebersihan fasilitas pariwisata (Danau Toba)

  1. Harus dilakukan secara terpadu, mulai dari penyambutan, kebersihan tempat publik, keramahan dipasar kerajianan tangan, atau cindera mata, keramba ikan? (“mengerikan”, menurutku harus dilarang khusus di danau toba),sarana jalan? juga mengerikan banyak lobang dan bergelombang, angkutan umum? kencangnya bukan main dan sering menabur bahaya. oleh karena itu, jangan diharaplah turis akan datang atau turis betah. Sebuah hal yang sederhana tetapi tidak dikelola dengan baik akan menjadi bumerang seperti ini.
    Semoga kita sadar, sebenarnya kedatangan turis sangat membuka lapangan kerja dan otomatis menambah pertumbuhan ekonomi.

    Like

  2. Kalau Danau Toba atau tempat-tempat wisatanya tidak bersih tentulah pengunjung tak mau berlama-lama di sana.
    Dan akan malas datang untuk yang kedua kali .

    Like

  3. Semua masyarakat yang ada di pulau sumatera khusus untuk daerah parapat dan yang tinggal di daerah danau toba saya himbau agar eh………….apa namanya sih oh….. manjaga kelestarian danau toba ya tolong

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s