Ronde pertama debat kandidat Presiden Amerika, saling puji diri sendiri

Proses pemilihan presiden Amerika memasuki acara debat kandidat antara Obama dengan Mc Cain. Acara debat pertama dalam masa kampanye dilaksanakan di Oxford, Missippi hari Jumat malam 26 September waktu Amerika, (Sabtu pagi 27 September WIB). Debat diprogramkan untuk membahas topik tentang isu luar negeri Amerika. Tetapi berhubung Amerika sedang menghadapi krisis keuangan yang sangat besar, moderator debat, Jimmy Lehrer dari PBS, jaringan televisi non-profit Amerika, mengajukan pertanyaan tentang krisis keuangan tersebut. Debat yang berlangsung selama 90 menit, menurut saya datar-datar saja dari segi isi, tapi ada hal-hal menarik yang saya catat.

Baik John McCain, maupun Barack Obama kelihatannya tidak mau “terpeleset” dalam menjawab pertanyaan moderator maupun ketika menanggapi komentar lawan debatnya. Karena itu mereka berdua tidak mau membahas secara detail tentang krisis finansial. Keduanya malah berargumentasi tentang apa yang sudah mereka lakukan selama menjadi Senator di Kongres Amerika. Keduanya secara berulang-ulang memuji diri sendiri dan membicarakan kekurangan lawan. Obama misalnya menonjolkan proposalnya untuk menurunkan pajak. Demikian juga halnya McCain, juga menojolkan usulan pengurangan pajak. Meski keduanya mengemukakan pengurangan pajak dengan cara yang berbeda dan strategi yang berbeda. Isu pengurangan pajak sangat penting dalam mempengaruhi pemilih Amerika.

Ketika ditanya tentang isu Irak, keduanya juga saling serang tentang pandangan masing-masing. McCain menekankan bahwa Amerika memperoleh kemenangan perang di Irak yang membanggakan nasionalisme Amerika. McCain mengecam Obama, yang mencela kemenangan perang Amerika itu. Sebaliknya Obama menyerang pandangan McCain dan mengatakan bahwa sudah lebih 40.000 prajurit Amerika yang tewas, ditambah lebih dari 39.000 tentara yang luka dan cedera. Selain itu anggaran Amerika sudah tersedot lebih dari 600 miliar dollar, tapi Amerika tidak mendapat-apa-apa. Lebih lanjut, Obama mengatakan sudah terjadi “war mismanagement’ selama Amerika di Irak. Dan ia tidak ingin mengulangi kekeliruan itu.

McCain mencoba menarik simpati rakyat Amerika dengan menceritakan pertemuannya dengan seorang wanita Amerika yang putranya tewas di Irak. McCain mengatakan bahwa si ibu menitip pesan kepdanya supaya Amerika jangan menyia-nyiakan pengorbanan anaknya. “Buatlah sesuatu yang membanggakan Amerika dari perang Irak”, McCain mengutip wanita itu. Obama juga tidak mau ketinggalan menceritakan pertemuannya dengan seorang ibu Amerika yang mempertanyakan pengorbananan nyawa anaknya di Irak. “Anak saya mati sia-sia di Irak, apa yang Amerika peroleh?”, Obama mengutip. Lagi-lagi keduanya mencoba menarik simpati warga Amerika dari isu Irak.

Ada banyak pertanyaan moderator Jimmy Lehrer yang tidak dijawab secara spesifik oleh kedua kandidat. Lehrer bahkan sampai mengingatkan kedua kandidat bahwa salah satu dari mereka pada bulan Januari 2009 akan menjadi Presiden Amerika, karena itu rakyat Amerika ingin mendengarkan pandangan mereka tentang krisis keuangan Amerika saat ini. Obama mengatakan, bahwa ia sudah mengingatkan Senat Amerika sejak dua tahun lalu tentang masalah kebijakan keuangan Amerika. Karena iu ia mengingatkan lagi bahwa ia akan mengambil langkah-langkah yang tepat meski langkah itu sulit dan keras.

Dari penampilan kedua kandidat dalam debat itu, ternyata kedua calon presiden Amerika itu adalah kidal, mereka menulis dengan tangan kiri. Dari penampilan “gestures” dan “body language“, Obama lebih simpatik dari McCain. Beberapa kali senyum McCain seolah “meledek” dan mencibirkan Obama. Sebaliknya senyum Obama terkendali. Dari kata-kata yang digunakan, Obama juga lebih santun ketimbang Obama. McCain misalnya berkata:
I am affraid Senator Obama does not understand the different between strategy and tactic....”. Bandingkan misalnya kalimat Obama seperti:
Senator McCain, you are wrong….“.

Pengertian “Wrong” sangat berbeda dengan “do not understand“. “Wrong” diartikan “salah menafsirkan permasalahan”, sementara “do not understand” diartikan “tidak memahami permasalahan”. Menurut catatan saya McCain bahkan setidaknya dua kali menggunakan kalimat “Obama does not understand….”. Pemilihan kalimat yang berbeda itu mencerminkan “kesantunan” masing-masing orang. Seorang presiden Amerika, tentu harus bisa membedakan pengertian kedua kalimat itu. Selain itu, McCain, nyaris tidak pernah memandang Obama, ketika Obama berbicara, sebaliknya Obama, sering menatap ke arah McCain. Dari segi itu saya menilai bahwa Obama lebih simpatik dari McCain.

Ronde ke dua debat kandidat dijadwalkan pada tanggal 7 Oktober nanti di Nashville, dan ronde ketiga akan dilakukan di New York seminggu kemudian 15 Oktober. Setelah itu pemungutan suara akan dilakukan 4 November.

Dari debat itu saya berkesimpulan kemungkinan besar Obama akan menang dan menjadi Presiden Amerika berikutnya.

2 thoughts on “Ronde pertama debat kandidat Presiden Amerika, saling puji diri sendiri

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s