Gonjang-ganjing keuangan global, kita bisa apa

Bagai kena angin puting beliung, para manajer keuangan dan investasi dunia kelimpungan gara-gara krisis keuangan Amerika. Semua terseret ke pusaran keras yang membawa mereka ke krisis keuangan global yang belum pernah terjadi. Berbagai analisis dibuat, statemen dikeluarkan. Tak ketinggalan Pemerintah Indonesia dan para analis keuangan di Jakarta mengeluarkan pernyataan: “Indonesia masih kuat”. Saya yang tidak ngerti masalah keuangan, jadi bingung dan beranya-tanya, seberapa kuat kia bisa menghadapi “tsunami” keuangan global seperti sekarang ini.

Saya tak mampu mencerna informasi yang banyak dilontarkan, dan saya juga tak sanggup untuk urun rembug. Cuma merasa aneh dan geli aja, melihat pernyataan demi pernyataan yang dikeluarkan. Para pengelola keuangan kita jadi serba salah memang, tidak merespon krisis, nanti dianggap tidak faham apa yang terjadi. Kalau merespon, juga kayaknya belum yakin apa yang mau dibuat dan dilakukan. Akhirnya, pokoknya, “bunyi” aja dulu, begitu mungkin anggapannya.

Kepanikan dalam menghadapi suatu masalah tak pernah memberikan hasil apa-apa. Kalau Indonesia seakan tak peduli, juga tidak tepat. Lambat atau cepat, Indonesia juga akan terseret ke pusaran krisis keuangan global. Konon ditengah kepanikan bursa saham, ada juga sebagian orang yang berspekulasi untuk bermain ditengah pusaran krisis. Mereka melontarkan pertanyaan sederhana: “Bisnis apa yang bisa dilakukan untuk memetik keuntungan pada saat krisis global ini”. Pertanyaan itu dianalisis secara cermat dan mendalam untuk mendapatkan strategi kegiatan yang tepat. Konon orang yang berhasil memanfaatkan peluang, akan bisa meraup kesuksesan, justru disaat orang lain sedang buntung. Sudah tentu strateginya sarat dengan spekulasi dan risiko yang besar.

Memanfaatkan psikologi orang yang sedang krisis bisa menghasilkan keuntungan. Cuma secara moral, memanfaatkan kesempatan dikala orang kesulitan, rasanya tidak bijaksana. Konon, seorang panglima lahir dan menjadi besar, justru pada saat “perang besar. Seorang bisa menjadi pahlawan, pada saat terjadi kekacauan luar biasa. Pada saat damai, seorang panglima hanyalah prajurit biasa, yang tidak berbeda dengan lainnya.

Bisakah anda menjadi panglima pada saat krisis keuangan besar ini. Siapa berani ???

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s