Lapo timus: Mati ketawa ala pendeta

Sebelum kompor masak memasyarakat di bona pasogit, orang umumnya menggunakan kayu bakar untuk memasak. Karena kayu yang digunakan tidak merata keringnya, ketika dibakar, biasanya banyak “timus” (asap) yang keluar dari tungku pembakaran. Itulah sebabnya dapur biasanya menghitam oleh jelaga dan “timus” (asap). Demikian juga lapo (warung), pada umumnya mengeluarkan asap yang cukup banyak. Lapo, biasanya nyaris tidak berhenti memasak, karena itu pula biasanya juga terus menerus mengeluarkan asap. Itulah sebabnya ada lapo yang sering digelari “lapo timus“, yang kurang lebih berarti “dapur berasap” yang tak henti mengolah masakan.

Agaknya itulah yang memberi inspirasi pada Pdt. David Silaban, sehingga ia memberi nama “Lapotimus” bagi blognya, dengan maksud agar Lapotimus menjadi “dapur” yang terus mengepul mengolah “masakan” bagi pembacanya. Pendeta muda ini akhirnya tak dapat menahan diri untuk tidak ikut menyemarakkan blog Batak. Sebagai pendeta, tentu banyak hal yang bisa dia tuliskan untuk dibaca oleh orang lain. Pendeta yang sedang meneruskan kuliah S-2 di Universitas Airlangga ini semakin tertantang menjadi blogger, setelah khotbahnya digunakan oleh Sihombing Partelkom menjadi bahan postingan di RapMengkel.
“Daripada bahan khotbah ku, digunakan di blog orang lain, kenapa tidak bikin blog sendiri sekalian”, itu mungkin pikirnya.

Kehadiran “Lapotimus” menambah jumlah pendeta HKBP yang menjadi blogger. Masing-masing blog pendeta HKBP dengan ciri khasnya. Lapotimus menjadi blog yang jenaka dan menggelitik, meski tidak meninggalkan “core business” nya sebagai blog pendeta. Tengoklah tulisan-tulisannya.

Dengan amarahnya si Bapak mengembalikan semangka yang sudah pecah tersebut. “Dasar pembohong, Ibu bilang semangka merah, semangka manis, kalau tidak merah, tidak manis,” “Ini buktinya, semangka ibu tidak merah, malahan warnanya pucat”

Datang si penjual: “Hei Bapak! Barang yang sudah di beli tidak dapat dikembalikan,” Itu sudah aturan jual beli Bapak!”

Mereka lalu saling melontarkan perkataan yang tidak enak di dengar. Dan akhirnya, si penjual berkata: “Yang hebatlah Bapak ini, Bapak ini pun laki-laki. Sedangkan manusia kalau jatuh, pasti pucat. Apalagi semangka ini?”

Itulah penggalan anekdotnya dalam “Semangka” Lihat lagi yang ini “Sanggul“. Anekdot yang bikin perut terguncang-guncang, tapi tetap meninggalkan pesan moral yang cukup dalam. Saya menamakan Lapotimus sebagai “Pendeta berhumor“, alias “Mati Ketawa Ala Pendeta“. Kita masih menunggu, bagaimana Lapotimus berkembang ke hari-hari yang akan datang. Tapi dengan posting yang masih sehitungan jari dan umur yang baru beberapa minggu, Lapotimus, sudah berhasil melakukan “positioning” sebagai blog “Mati Ketawa Ala Pendeta”.

Ketika saya bertemu dengan pemilik Lapotimus, dia mengaku, belum banyak tau tentang blog dan disain tampilan. Sehingga dia masih mencari theme dan tampilan yang pas. Dibalik kesibukannya sebagai pendeta di HKBP Ujung Surabaya, dan menyelesaikan thesisnya di Unair, dia masih menyempatkan diri menakhodai “Lapotimus”. Sambil mengasuh Ezekiel, anak balitanya, dan ditengah menyiapkan bahan khotbah di gereja, ia menjadikan Lapotimus sebagai khotbahnya dalam bentuk lain.

Kongratz Lapotimus !!. GBU

5 thoughts on “Lapo timus: Mati ketawa ala pendeta

  1. Horas……
    Salam perkenalan dari saya Michael Siregar di USA, asal dari Pahae-Simangumban, berbatasan dengan Sipirok.
    Saya salut dengan Bapak Pendeta Silaban yang menyampaikan penyegaran melalui Joke, tetapi menyisipkan pesan moral.
    Dari pada memprovokasi ummat menuntut sesuatu yang kurang penting yang dapat menimbulkan pergesekan.
    Hormat dan kagum saya untuk Pak Pendeta Silaban, juga untuk Pak Silaban yang berhati Pendeta, pemilik Blog ini.
    Mauliate, Horas…….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s