Penghargaan lingkungan untuk Toba Pulp Lestari

Beberapa waktu yang lalu, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH) memberikan penghargaan lingkungan kepada sejumlah perusahaan. Penilaian yang disebut Proper itu diberikan kepada sejumlah perusahaan yang potensial mencemari lingkungan. Berdasarkan penilaian itu, ada perusahaan yang dinilai buruk, dan diberi warna HITAM, karena belum melakukan apa-apa terhadap pencemaran yang dilakukan industri itu. Tapi ada juga yang diberi warna EMAS, karena dinilai melakukan usaha pengendalian lingkungan melebihi apa yang seharusnya. PT Toba Pulp Lestari (PT TPL)yang berlokasi di Toba, diberi penilaian warna HIJAU, artinya PT TPL dinilai telah melakukan kewajiban pengelolaan lingkungan sebagaimana mestinya.

Penilaian lingkungan itu dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, bahkan diacarakan dengan menyiarkan melalui televisi. Hanya saja pada waktu penyiaran di TV itu tidak semua daftar perusahaan yang dinilai ditayangkan, sehingga pemirsa tidak bisa melihat semua perusahaan yang dinilai. (Saya terlambat mendapatkan daftar penilaian KMNLH.)

Penilaian warna hijau yang diberikan kepada PT Toba Pulp Lestari (TPL), berarti TPL dinilai telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana mestinya. KMNLH menilai bahwa TPL telah menjalankan usaha pengelolaan lingkungan termasuk mengolah limbah sesuai menurut ketentuan yang berlaku.

Karena yang menilai adalah KMNLH, mestinya penilaian itu cukup bisa dipertanggungjawabkan. Padahal menurut harian Kompas (di posting lagi di Silaban Net), penduduk di daerah Siruar (dekat lokasi TPL), mengalami gatal-gatal yang diduga berasal dari pencemaran yang diakibatkan oleh TPL. Penilaian oleh KMNLH agaknya berbeda dengan apa yang ditulis Kompas. Artinya ada data-data yang tidak lengkap dalam masalah pengelolaan lingkungan oleh PT TPL.

Secara normatif, PT TPL mungkin memberikan data-data yang kurang lengkap kepada tim penilai KMNLH. Masalahnya apakah tim penilai KMNLH melakukan check dan recheck ke lapangan terutama di sekitar lokasi TPL. Ini patut dipertanyakan, mengingat pemberitaan harian Kompas, tidak sejalan dengan penghargaan yang diterima oleh PT TPL. Kalau satu obyek mempunyai data dan gambaran yang berbeda, maka semestinya pemberian penilaian Proper HIJAU kepada PT TPL perlu dipertanyakan.

Kalau sampai, KMNLH tidak melakukan penilaian yang lengkap termasuk data-data dari masyarakat sekitar, maka hasil penilaian Proper akan diragukan kredibilitasnya.

11 thoughts on “Penghargaan lingkungan untuk Toba Pulp Lestari

  1. Penilaian category Hijau, yang berarti beranggapan bahwa TPL telah melaksanaan kewajibannya tentang kerusakan Lingkungan, Sangat Menusuk Hati dan Melukai Perasaan Masyarakat Batak, Penduduk Siruar Khususnya.
    Hal seperti ini sangat jelas menunjukkan keberpihakan Pemerintah pada Pengusaha dan Ketidak Perdulian Pemerintah terhadap Lingkungan.
    Saya yakin kalau hal ini diprotes dari Luar negeri, barulah Pemerintah Indonesia seperti kebakaran Jenggot, seperti masalah asap dahulu.

    Like

  2. Kalimat ini “Karena yang menilai adalah KMNLH, mestinya penilaian itu cukup bisa dipertanggungjawabkan” menjadi kunci untuk memahami persoalan ini.

    (1) Saya salah seorang di antara pihak yang selalu meragukan objektivitas semua proses pemberian penghargaan untuk semua kategori dalam sejarah pemerintahan Indonesia selama ini. Hanya saja mungkin ada sisi lain. Serupa waktu menyaksikan seorang bocah kecil yang sedang belajar berjalan, dalam jatuh bangunnya malah kita wajib memberi pujian “bagus” untuk “memanggar”. “Tondi”nya makin besar, nanti ia akan lebih menyempurnakan hal yang masih ia belum bisa saat sekarang.

    (2) Telah begitu besar modalitas sosial rakyat Tapanuli terkuras sia-sia untuk industri kontroversial ini. Adat-istiadat “kupak-kapik” dibuatnya, dan banyak lagi kerugian yang tak ternilai.

    (3) Pemerintahan yang tak dewasa sering mengejar formalisme. Formalisme itu sering dapat dijadikan untuk meyakinkan diri dalam posisi salah, meski se-salah-salahnya. Sering salah tingkah, ya. Ingat Soeharto menjadi big boss di Negara Non Block saat Block sudah dibubarkan oleh dunia seiring berakhirnya era perang dingin?

    Orang-orang ini tak berfikir jika pemberian penghargaan itu tak berdampak apa-apa selain cemooh.

    Horas ma Tapanuliku.

    Like

  3. Saya masih ingat teman saya Pdt. Miduk Sirait harus masuk penjara gara-gara memprotes keberadaan PT. TPL.

    Karenanya kalau yang memberikan data adalah KMNLH tanpa mengikutsertakan masyarakat sekitar, maka sama saja itu bohong.

    Stop kerusakan lingkungan Tapanuli

    Like

  4. sebenarnya apakah yang terjadi…?
    KMNLH yang salah menilai atau pihak TPL yang sudah membungkam KMNLH agar besikap subjektif…?
    saya belum tahu, ntar coba saya tanya pendapat teman saya yang ada di KMNLH (saya mau tahu pendapat dia,karena selama ini saya menilai dia cukup jujur dalam hal seperti ini…)

    horas,

    -bonar-
    http://sihotang407.wordpress.com

    Like

  5. wah…ternyata proper toh…saya dapat link ksini dari teman diatas ini. yap..proper sejatinya adalah sebuah program yang dibuat untuk mendorong compliance dari pengusaha/industri terhadap regulasi dibidang lingkungan hidup. namun perjalanannya proper selalu dianggap sebagai alat monitoring. (kesalahan pertama). dilain pihak, metode dan metodologi penilaiannya pun sangat diragukan faktualitasnya. karena sering kali data yang diperoleh hanya berdasarkan data sekunder. klo gak salah di website KNLH ada link yang menjelaskan metode PROPER. (kesalahan kedua). dari berbagai upaya untuk menelusurinya, hasil pengumuman PROPER, ternyata ada beberapa perusahaan yang telah bubar dan tetap dinilai oleh KNLH. (kesalahan keberapa yah???).

    jadi klo ditemukan ketidakcocokan antara fakta lapangan dengan hasil penilaian gak kaget dan gak heran lah…hehehe….metodenya dan konsepsi dasarnya ssaja sudah salah kaprah dari para pelaksana lapangan, blom lagi urusan politis dan lainnya yang mengakibatkan pengumuman tersebut sempat tertunda selama 2 tahun.

    buat rekan2 yang menemukan data dan fakta adanya tindakan yang tidak sesuai dengan regulasi dari perusahaan apapun terkait dengan isu lingkungan silahkan berikan informasi melalui email : adu@menlh.go.id jika diverifikasi ternyata terdapat kebenaran fakta laporan, biasanya akan ditindak kog..setau saya pelaporan by fax-email-surat klasik-telepon atau datang langsung ke KNLH akan direspon cukup cepat. namun berhubung (informasi dari orang dalam) sekarang sedang menindak beberapa perusahaan yang dikatagorikan HITAM maka sumber daya yang tidak sampai 90 orang di unit kerja pengaduan akan sedikit kewalahan.

    terima kasih atas spacenya untuk numpak lewat dan singgah disini.

    Like

  6. Karena menyangkut grup perusahaan milik Sukanto Tanoto, saya jadi teringat dengan Asian Agri Grup yang juga milik taipan Sukanto Tanoto yang dituduh menggelapkan pajak sebesar 1,3 tiliun rupaih (penggelapan pajak terbesar dalam sejarah republik ini).
    Nah, sudah bagaimana perjalanan kasus besar yang penuh liku dan muslihat ; dengan kesabaran, ketabahan,ketekunan dan pengorbanan (Ditjen Pajak) , genangan air mata (Vincent Sutanto, bekas finacial controller Asian Agri yang membongkar kasus ini yang kini mendekam di bui) ini ? Kabarnya kasus ini sudah dilimpahkan oleh Ditjen Pajak ke Kejagung. Nah seterusnya ? ………………..???
    Mari kita ikuti perkembangannya !

    Like

  7. Karena menyangkut grup perusahaan milik Sukanto Tanoto, saya jadi teringat dengan Asian Agri Grup yang juga milik taipan Sukanto Tanoto yang dituduh menggelapkan pajak sebesar 1,3 tiliun rupiah (penggelapan pajak terbesar dalam sejarah republik ini).
    Nah, sudah bagaimana perjalanan kasus besar yang penuh liku dan muslihat ; dengan kesabaran, ketabahan,ketekunan dan pengorbanan (Ditjen Pajak) , genangan air mata (Vincent Sutanto, bekas financial controller Asian Agri yang membongkar kasus ini yang kini mendekam di bui) ini ? Kabarnya kasus ini sudah dilimpahkan oleh Ditjen Pajak ke Kejagung. Nah seterusnya ? ………………..???
    Mari kita ikuti perkembangannya !

    Like

  8. Selamat deh buat Tpl yaaah….
    Semoga bisnis di Indonesia tetap Ok.
    Jgn biarkan hutan tidur, kalo bisa setiap 200 ribu hektar hutan di Indonesia didirikan Pabrik Pulp & Paper dengan tanpa mempengaruhi kelestarian lingkungannya.
    1 Pabrik menyerap lebih dari 5000 pekerja, bayangkan jika 10 Juta hektar hutan kita didirikan 20 perusahaan Pulp & Paper, luarbiasa kemajuan Negeri ini.

    Horass

    Like

  9. ” She was referring to the business she started which offers translating services. To understand what an entrepreneur is, you must first acknowledge what an entrepreneur is not. It’s easy to be happy and stay the course when things are going well; it’s much harder to do so when the money isn’t coming in regularly.

    Like

  10. Let’s find out how to promote your talent and turn it into a reasonable
    income. Acumen – Some people think that acumen is an inherent skills.
    Promoting small business, through entrepreneurship is seen as vital for employment generation.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s