Ise goar ni amongmu ?

Waktu saya masih anak-anak dulu, pernah ada seorang yang bertanya kepada saya “Ise goar ni amongmu?” (“Siapa nama ayahmu ?”). Mendengar pertanyaan itu, kuping saya rasanya memerah, jengkel dan geram. Tentu saja saya tidak menjawab pertanyaan itu. Dalam pemahaman saya (terutama waktu itu), menyebut nama ayah sendiri adalah tidak sopan. Itu yang sering saya dengar dari orang-orang tua. Di jaman sekarang, apakah hal itu masih sepereti itu kondisinya.

Di awal anak-anak saya, yang sebagian dihabiskan di bona pasogit, menyebut nama orang tua (ibu atau ayah) adalah tidak sopan. Saya masih ingat, kalau bertengkar dengan teman sebaya, ketika menyebut nama orang tua lawan kita, hal itu akan memperpanas pertengkaran dan pertengkaran bisa berubah menjadi perkelahian. Kadang-kadang ada orang (lebih tua) yang sengaja menggoda dengan mengajukan pertanyaan langsung, “Ise do goar ni amongmu?”.

Sampai saya menginjak usia dewasa, kondisi menyebut nama ayah dan ibu itu, nyaris tidak berubah. Bagi saya menyebut nama orang tua adalah sesuatu yang tidak sopan, kurang menghormati. Kalaupun harus mengisi data mengenai nama orang tua (di sekolah, raport dll), maka itu dilakukan tanpa harus menyebut secara oral.

Ketika saya menikah, agaknya terjadi pergeseran terhadap kebiasaan itu. Pasalnya istri saya yang lahir dan bertumbuh di Jakarta, merasa bahwa menyebut nama orang tua bukanlah hal yang tidak sopan. Istri saya dengan entengnya menyebut nama mertua saya berkali-kali di depan saya, bahkan di depan mertua saya.
“Nama bagus, kok tidak boleh diucapkan”, begitu dia berargumen.
“Papa kan anaknya T*** kan!”, katanya sambil menyebut nama kecil ayah saya.
“Mertuaku kan namanya I*****”, tambahnya lagi menggoda saya.
“Yesus aja sering kita sebut berulang-ulang, padahal Dia itu Tuhan”. “Kok nyebut nama ayah aja enggak boleh !”.
Sampai disitu, saya jadi bingung mau ngomong apa.

Sekarang, anak saya tidak merasa kagok menyebut nama saya dan nama ibunya. Dulu waktu saya masih anak-anak, dengan tidak menyebut nama orang tua, itu adalah bagian dari rasa hormat kepada orang tua. Sekarang, nilai-nilai rasa hormat kepada orang tua, mungkin sudah “bergeser”, atau “berkembang”.
Di negara barat, memanggil ayah dengan nama kecil sudah biasa, di sini hal itu nampaknya menjadi yang lumrah.

7 thoughts on “Ise goar ni amongmu ?

  1. mungkin juga karena di sumut khususnya yang suku Batax, orang2 terbiasa menyebut nama dengan sebutan marga. (cth: si Manurung itu….)
    tapi…ya itu tergantung kita berbicara sama sapa…
    kalau kita bilang langsung sama ortu yang asli masih batak n tinggal di tanah batak……bisa mampus juga kita dibilang anak gak sopan….sapa yang ngajari…..?

    Like

  2. itu sepertinya hanya etika dan kebiasaan pada suatu adat dari suku tertentu, seperti disini (makassar) lae, kalo orang sudah berkeluarga,dan kebetulan sudah punya anak maka dengan otomatis dia tidak akan lagi dipanggil namanya, tapi nama anaknya nya lah yang dijadikan nama panggilan, misalnya : bapaknya agus, bapaknya dedi (karena nama anaknya agus atau dedi) seperti halnya di kita orang batak maka yang dijadikan panggoaran adalah nama anaknya mis : amani regina (nama panggoaran saya…hehehehe)
    itu blm tentu berlaku di suku lainnya, misal di bandung atau daerah di seputar jawa, yang dijadikan panggilan seseorang, baik sudah punya anak atau belum tetep nama nya sendiri, misal, seorang bapak bernama dadang, maka dia di panggil Pak Dadang atau mang dadang…kumaha damang..??

    horas,

    -bonar-
    http://sihotang407.wordpress.com

    Like

  3. Satu kebiasaan yang saya tau di Halak Hita, kalau menyebut nama orang yang sudah berkeluarga selalu dengan singkatan misalnya T.A.Silaban…B.Sihotang….padahal kalau untuk urusan resmi surat menyurat hal ini menjadi sedikit rancu…..tetapi dengan berbaurnya orang Batak yang sudah merantau dengan Suku suku lain….hal ini perlahn mulai berobah…

    Like

  4. Sarupa, Lae, aku pun marah betul kalau ada yang nanya, “Ise gorani amangmu?”. Bahkan, amangtuaku kandung (alm) yg bermukim di Medan, dulu, nggak kusukai gara-gara sering menyebut nama among-ku dengan entengnya bila kami ketemu di Medan, pangururan atau di huta asal, Sabulan. Tersinggung kali aku, walaupun itu adiknya. Boasa boi songoni ate?🙂

    Like

  5. Salah satu nilai yg dapat saya petik adalah pembelajaran berstruktur. Semasa kecil, bila ada tamu, saya bertanya ke inong (manggil apa aku) kepada tamu itu. Sekampung terdiri dari sekitar 500 jiwa saya sudah tau panggilan wajar spt amongtua (bapatua) among uda, namboru, angkang, ito, ompung siangkangan/siampudan. Bila seorang teman kecilku menyapa bapakku bapa tua, tentu aku manggil bapaknya bapa uda. Bila itu kewajaran, artinya seorang anak menyebut nama orang tua menjadi tdk wajar. Sejak awal anak batak sudah belajar berstruktur. Bila saat ini seorang memanggil teman semarganya lae, menyebut nama kecil seorang tua pun tak sulit lagi.

    Like

  6. Bah sampai saat ini pun, masih tabu buat saya memanggil nama orang tua, atau siapa pun kalau dia orang batak, selalu kutanya “ai ise do tahe panggoaranmu lae, manang tulang, uda dll)mungkin karena saya orang kampung, apa boleh buat saya tetap melakukannya, karena sudah berakar, hehehe.
    (Nb, pengalaman kita sama lae.. dan selalu kuingatkan dengan otoriter, bah egois ate?!)

    Like

  7. pengalamanku pun hampir sama, sewaktu kecil saya sering berantam sama teman kalau nama orang tua ku disebut-sebut.

    Tapi mungkin seiring dengan pergeseran waktu, kebiasaan itu berubah menjadi hal yang biasa dan bisa diterima (Tapi berlaku khusus diluar bonapasogit, kalau di kampungku sampai saat ini masih dipertahankan).

    NB: kebiasaan ini menurut aku berawal dari falsafah natuatua kita dulu ” ANAK ni Raja dohot Boru ni Raja” ha.haaaa..

    http://www.lintongnababan.wordpress.com

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s