Better Air Quality 2008

Better Air Quality (BAQ) 2008 workshop di Bangkok, kemarin Jumat 14 nopember resmi ditutup. Setelah 3 hari secara maraton, “air quality communities” bertemu dan membahas perkembangan terakhir pada pengelolaan kualitas udara. BAQ 2008 memfokuskan pada integrasi antara pengelolaan kualitas udara dengan tantangan perubahan iklim, air quality management and climate change.

Kegiatan sekali dua tahun yang kali ini dilakukan di Bangkok berhasil mengumpulkan tidak kurang dari  900 peserta. Suatu perhelatan yang cukup besar. Selama tiga hari, para ahli, pelaku bisnis, pemerhati lingkungan, birokrat, dan media membahas lebih dari 200 makalah yang dipresentasikan dalam kurang lebih 33 sub workshop, 9 sub-plenary dan tiga kali acara panel. Peserta dari Indonesia, hadir dengan kurang lebih 40 an orang dari berbagai lembaga, Pemerintah Pusat (KNLH), perwakilan kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Palembang, Batam, Makasar, serta sejumlah peserta dari perguruan tinggi ITB, UGM, UI dan LSM. Hadir juga perwakilan media dari “The Jakarta Post”.

BAQ 2008 dibagi dalam beberapa sub katagori bahasan, antara lain integrasi pengendalian kualitas udara dengan perubahan iklim, pengelolaan eneji terbarukan, dampak kualitas udara terhadap kesehatan dan ekonomi, serta pengelolaan perkotaan yang berwawasan lingkungan dan pengelolaan kualitas udara. 

Selain acara workshop, pada kesempatan itu diadakan pula acara “intergovernmental meeting” negara-negara Asia yang terdiri dari kurang lebih 15 negara. Masing-masing negara mempresentasikan “country report” serta mediskusikan upaya-upaya yang  mungkin dilakukan bersama untuk kerjasama pengendalian kualitas udara. Agenda yang juga tidak kalah penting adalah penandatanganan “Kyoto Declaration” on Environmental Sustainable Transport”. Deklarasi ini adalah deklarasi yang ditandatangani di Kyoto oleh sejumlah walikota dunia pada bulan April 2007. Pada acara BAQ 2008, sejumlah kota dari Indonesia ikut tanda tangan, antara lain, Palembang, Batam dan Makasar.  Walikota Surabaya menandatangani Deklarasi Kyoto pada bulan April 2007.

Dengan padatnya acara, saya tidak mungkin mengikuti keseluruhan topik yang dibahas. Saya terpaksa memfokuskan pada diskusi-diskusi pembahasan pengelolaan udara perkotaan. Sejumlah makalah mengenai pengelolaan udara perkotaan dibahas, termasuk pembahasan pengelolaan kota berkelanjutan. Pada kesempatan BAQ 2008, mantan walikota Bogota, Colombia, Enrique Penalosa, memberikan paparan khusus tentang “healthy city for  healthy people”. Penalosa, seperti biasanya menantang orang untuk mewujudkan kota yang ramah pada manusia. Kota sesungguhnya dirancang dan dibangun untuk kesejahteraan manusia, karena itu peruntukan kota adalah untuk semua orang, kota dikembangkan bukan sekedar untuk membangun fisik, tetapi kota adalah tempat dimana orang bisa menikmati hidup dengan baik.

 Better Air Quality (BAQ) 2010, akan diadakan di Bejing, China. 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s