Patroli di Kali Surabaya

Tindak Tegas Pelaku Pencemaran

Kompas, Jumat, 21 November 2008 SURABAYA, KOMPAS – Tim patroli air pengawasan dan pengendalian air Kali Surabaya akan bertindak tegas terhadap sejumlah industri yang terbukti membuang limbah di atas baku mutu. Karena itu, patroli akan dilakukan agar industri dan masyarakat lebih peduli terhadap peningkatan kualitas air Kali Surabaya.

Berdasarkan pengamatan Perum Jasa Tirta I (PJT I), beban limbah domestik dan industri di Kali Surabaya terus meningkat setiap tahun. Tanpa adanya tindakan konkret dari semua pihak, beban limbah itu akan terus menumpuk. Jika pengendalian limbah Kali Surabaya tak dilakukan, PJT I memprediksi peningkatan beban limbah domestik Kali Surabaya dari 224 meter kubik per detik (2005) melonjak hingga 257 meter kubik per detik (2020). Adapun peningkatan beban limbah industri bertambah dari 171 meter kubik per detik (2005) menjadi 308 meter kubik per detik (2020).

“Hingga saat ini terdapat 105 perusahaan yang membuang limbah industri mereka di sepanjang Kali Surabaya. Namun, beberapa perusahaan tidak membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memenuhi standar. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan,” kata Kepala Biro Pengendalian Operasional PJT I Vonny C Setiawati, Kamis (20/11) di Surabaya.

Vonny berharap, kegiatan patroli air dapat efektif menurunkan beban pencemaran Kali Surabaya. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), tim patroli air yang terdiri dari Bapedal Jatim, PJT I, Polwiltabes Surabaya, dan lembaga swadaya masyarakat terjun ke lokasi-lokasi yang diprediksi menjadi sumber pencemaran Kali Surabaya.

Menurut Vonny, patroli akan dilakukan sewaktu-waktu mengingat beberapa industri kadang membuang limbah pada saat-saat petugas lengah, seperti pada malam hari dan hari libur. “Agar rencana patroli tak bocor, patroli tidak dilakukan secara terjadwal,” ujarnya.

Dalam patroli pada 1 November lalu, tim menemukan dua industri rumah tangga dan dua pabrik di sepanjang Kali Surabaya dan Kali Tengah membuang limbah berbahaya. Limbah cair dari keempat industri itu melebihi baku mutu air, baik dari sisi kadar biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), maupun zat padat yang tersuspensi di dalam air. Tanggung jawab bersama

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2008 tentang pengolahan kualitas air dan pengendalian pencemaran di Jatim, kewenangan pengendalian pencemaran air berada pada Bapedal Provinsi Jatim. Namun, agar lebih efektif penanganan pencemaran dilaksanakan secara sinergis antara Bapedal Jatim, PJT I, Polwiltabes Surabaya, dan LSM.

“Laporan kasus pencemaran secara sepihak entah dari masyarakat maupun LSM tidak pernah efektif karena tidak ada kewenangan penyidikan dan penindakan hukum secara langsung. Dengan tim patroli, penyidikan dapat dilakukan kepolisian maupun penyidik sipil dari Bapedal,” kata Koordinator Konsorsium Lingkungan Hidup Imam Rohani.

Wakil Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV PJT I Achmad Syam menambahkan, pada 26 November 2008 tim penanggulangan pencemaran air Kali Surabaya akan mengundang sejumlah pelaku industri di sepanjang Kali Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, tim akan memberikan sosialisasi dan pembinaan tentang pengolahan limbah industri yang ramah lingkungan. “Jika pelaku industri tetap membuang limbah melebihi baku mutu, proses hukum yang akan berbicara,” tuturnya. (ABK)

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s