Raya Darmo Bebas Asap

Koran Sindo, Minggu, 23 November 2008
SURABAYA (SINDO) – Jangan lewatkan pagi Anda di Jalan Raya Darmo hari ini.Jalan protokol itu dipastikan bebas asap kendaraan bermotor.

Melanjutkan sukses pada Agustus lalu,Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkot Surabaya akan menggelar kembali program car free day atau hari bebas kendaraan bermotor, terhitung mulai pukul 06.00–10.00 WIB. Kepala BPLH Surabaya Togar Arifin Silaban mengatakan, setelah penyelenggaraan pertama dievaluasi, banyak kalangan yang meminta car free day diselenggarakan rutin.

Permintaan ini kian klop dengan keinginan Wali Kota Surabaya Bambang DH. “Awalnya Pak Wali (Wali Kota Bambang DH) minta car free day lanjutan ini dilaksanakan pada Senin (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Karena terlalu mepet, kemudian kami putuskan pada Minggu (23/11) saja (hari ini),”terang Togar kemarin. Togar menambahkan, selama car free day lanjutan digelar, dua ruas Jalan Raya Darmo benar-benar akan difungsikan sebagai ruang umum (public space).

Masih seperti penyelenggaraan perdana lalu,program yang sukses menekan angka pencemaran udara ini juga menggandeng PT Media Nusantara Citra (MNC). Beberapa perusahaan di bawah bendera PT MNC bakal mendukung penuh kegiatan ini, seperti koran SINDO Jatim, RCTI, TPI, Global TV, dan MHTV. Selain itu,radio Trijaya FM Surabaya,Fren Mobile- 8, Hepi CDMA, Indovision, Top TV,dan lainnya. Kaur Bin Ops Sat Lantas Polwiltabes Surabaya AKP Made Widana menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi kepadatan lalu lintas sebagai imbas pelaksanaan car free day.

Menurut dia, arus lalu lintas dari selatan yang hendak melintasi Raya Darmo dialihkan ke Jalan Diponegoro atau ke Jemursari.Sementara arus lalu lintas dari utara dialihkan ke Jalan Diponegoro atau Dinoyo. “Personel Satlantas bukan saja ditempatkan di sekitar Raya Darmo,tapi juga di kawasan Jalan Diponegoro, Jalan Pasar Kembang, Bundaran Dolog, dan Gunungsari,” ungkapnya.

Kompak Mendukung

Dukungan terhadap program car free day terus mengalir dari masyarakat.Mereka menilai program itu merupakan sarana penyadaran secara kolektif untuk terus meningkatkan kualitas udara.

Manajer Persebaya Indah Kurnia tak ragu-ragu untuk memberikan apresiasi pada program yang telah sukses di Jakarta dan kota-kota besar di dunia lainnya ini.“Saya rasa kegiatan ini (car free day) sangat baik. Sebab, ini baik untukmenurunkanpolusiudara, memberikan kenyaman bagi warga Surabaya,”kata Indah. Ibu dari aktris sinetron ini lantas mencontohkan keberadaan car free day di China.

Menurut dia, masyarakat di China lebih memilih naik sepeda atau kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi.“ Yang harus diperhatikan, car free day (di Surabaya) ini juga harus diimbangi dengan kenyaman dan keamanan. Sebab, masih ada jika wanita cantik naik sepeda, pasti disuit- suit atau digoda. Selain itu, ruang publik, seperti taman juga harus ditata dan diperbanyak,” sambung politikus PDIP ini.

Pakar Lingkungan dari Universitas Airlangga (Unair) Suparto Wijoyo juga mendukung penuh program ini.“Saya sangat mengapresiasi sekali.Car free daymerupakan upaya pengendalian pencemaran udara dan penataan transportasi kota.Terus terang, saya mendukung kegiatan ini,” kata pria berkacamata minus ini. Meski demikian, Cak Parto menyebut bahwa pelaksanaan car free day dinilai masih belum efektif dalam upaya memperbaiki kualitas udara kota.

“Hanya, car free day ini punya peran penting untuk mengubah perilaku sekaligus menggugah warga untuk sadar udara bersih,” sambung pria asli Lamongan ini. Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Wijayanto tak mau ketinggalan menyampaikan dukungannya.“ Sepanjang program tersebut membawa kebaikan pada masyarakat, maka patut didukung. Masyarakat juga berhak untuk mendapatkan udara bebas polusi,” ungkap perwira menengah ini.

Menurut dia, dengan adanya car free day masyarakat bisa menikmati suasana santai dan refreshing. “Di hari-hari biasa arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Darmo ini sangat padat.Pada pagi hari saja diperkirakan tak kurang dari 10.000 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintas, belum lagi siang harinya,”kata Agus.Dengan jumlah kendaraan tersebut, jelas menimbulkan polusi udara yang tidak sedikit.

Sekretaris Executif Hotel Mercure Grand Mirama Betty Meyda Christiani mengungkapkan hal serupa meski sebenarnya hotel tempatnya bekerja berada di sisi barat ruas Jalan Darmo.“Mungkin dampaknya akan macet di bagian jalan lain, tapi gak masalah karena program car free day ini baik juga untuk lingkungan Surabaya,” kata Betty.

“Setidaknya kawasan yang ditutup itu malah dapat dijadikan tempat wisata untuk mengisi liburan,” sambung dia. Betty mengaku sudah menginformasikan agar setiap karyawan yang bertugas di hari libur itu untuk masuk lewat belakang. Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) Hitapriya Suprayitno mengemukakan, ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari pelaksanaan program car free day.

“Saat car free day, tentunya emisi gas buang secara total di jalan tempat dilangsungkannya program itu akan jauh menurun. Itu bagus,” terang Hitapriya. (soeprayitno/rachmad tomy/lutfi yuhandi/ emi haris)

Sumber : Sindo 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s