Warga Kota Haus Ruang Publik

Sindo, Senin, 24 November 2008
SURABAYA (SINDO) – Car free day atau hari bebas kendaraan bermotor lanjutan kemarin jadi obat dahaga warga kota yang haus ruang publik.

Selama program berlangsung, warga yang selama ini akrab dengan sesaknya kota tak mau melewatkan sedetik pun kesempatan itu. Tua-muda, anak-dewasa, pria-perempuan begitu menikmati Raya Darmo yang bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor, sepanjang pukul 06.00-10.00 WIB kemarin.

Bapak-bapak dan ibu-ibu berbondong- bondong ikut senam aerobik setelah sebelumnya ikut jalan sehat.Beberapa di antara mereka ada yang momongcucu atau anaknya. Mereka yang gemar bersepeda tak mau ketinggalan.Beberapa klub sepeda santai menyusuri Raya Darmo dengan leluasa.Anak-anak bisa bebas bermain.

”Melihat respons masyarakat seperti ini, tentunya akan lebih bagus jika ini (car free day) dilaksanakan rutin. Minimal sebulan sekali lah. Kan masyarakat bisa berolahraga bersama, berinteraksi.

Bisa saja dari sini, dari diskusi antarwarga, bisa memunculkan solusi buat kota bahkan negara,” kata Ariyono, guru SDN Tandes Kidul II Surabaya, yang ikut menikmati program car free day. Car free day memang baru dua kali dilaksanakan.

Tapi upaya ini cukup efektif untuk menggugah kesadaran warga untuk ikut memperbaiki kualitas lingkungan hidup. FirmanAgung,seorang personel keamanan Bank Kesawan di Jalan Raya Darmo,kemarin memilih mendorong motornya.

Cukup jauh, dari ujung selatan Raya Darmo (depan eks Museum Mpu tantular) hinggakantornya yangada persis di seberang Taman Bungkul.”Ini kanprogram untuk lingkungan.Jadi saya juga harus menghormati car free day. Makanya, begitu akan masuk Jalan Raya Darmo,saya matikan mesin motor kemudian saya dorong,”terang warga Gubeng Kertajaya ini. Dia tak mempermasalahkan penutupan Raya Darmo.

”Kalau penutupan Raya Darmo ini bermanfaat bagi masyarakat luas ya saya setuju. Kalau tidak, sia-sia rasanya,” sebutnya. Hal serupa juga dilakukan beberapa personel TNI penjaga kawasan rumah dinas Pangdam V/Brawijaya.

Beberapa di antaranya tampak patroli keliling menggunakan sepeda gunung. Seragam loreng lengkap yang dikenakannya menarik perhatian warga lainnya. Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Pemkot Surabaya Iman Santoso tampak puas dengan respons masyarakat. ”Memang car free dayterbukti mampu meningkatkan kualitas udara. Ini berdasar hasil pengujian udara saat car free day pertama digelar, Minggu 24 Agustus lalu,”terang Iman.

Sepakat Jadikan Car Free Day Agenda Bulanan

Mengingat tingginya animo masyarakat dan dampak positifnya terhadap kualitas udara, pelaksanaan program car free daymungkin saja digelar sekali sebulan. Sinyalemen agar program peduli lingkungan ini jadi event bulanan terus mengalir. ”Kami pengennya (car free day) tiap bulan.Kalau bisa sebetulnya tiap minggu.

Tapi ini tentunya kan high cost,terkait pengamanan dan lainnya.Paling tidak sebulan sekali lah,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Arif Afandi di antara kerumunan warga yang menikmati program car free daykemarin. Menurut dia, sebenarnya bisa saja area car free day diperpanjang.

” Tapi,apakah secara teknis di lapangan memungkinkan untuk itu (ruas diperpanjang). Kami kan harus koordinasi dengan lalu lintas. Kami khawatir kalau (ruas) semakin panjang merepotkan mereka,” sambung suami RetnoTjahjawilis ini. ”Tapi gini, prinsip sebetulnya kami pengen melatih.Nanti lama kelamaan orang sadar.

Setiap minggu ada car free day dan tidak keluar. Kalau pun keluar,mereka tidak bawa mobil,” urai alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. Setelah kesadaran warga terbangun,lanjutnya,otomatis jumlah mobil dan kendaraan bermotor makin kecil.Jika sudah begitu pengaturannya lebih mudah.Setelah volume kendaraan menyusut, baru area car free day diperluas.

”Kalau pun diperluas saya rasa juga tidak masalah. Karena ini kan digelar hari Minggu. Sepanjang tidak merepotkan petugas (lalu lintas),” urai pemilik sebuah sekolah multimedia di Blitar ini. Kepala BPLH Togar Arifin Silaban mengaku lega mendapati terus tumbuhnya kesadaran warga kota terhadap pelaksanaan car free day. Padahal event ini baru dua kali dilaksanakan.

”Saya kira baguslah. Masyarakat mulai melihat bahwa upaya ini untuk kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup.Kami melihat masyarakat mulai menyambut baik,”kata Togar. Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini mengamini keinginan Wawali yang ingin program ini dilaksanakan konsisten secara periodik.”Ke depan pelaksanaan car free day ini kami barengi pengujian kualitas udara.

Kalau hari ini (kemarin) belum.Tapi tetap ada evaluasi. Untuk waktu pelaksanaan juga kami evaluasi,”tandas Togar. Kepala Dishub Surabaya Bunari Mushofa tak ketinggalan.” Ya baguslah,kami dukung. Tapi menurut saya kurang panjang (rutenya). Karena hanya sebatas ini (Raya Darmo). Barangkali bisa dievaluasi,” kata Bunari.

Bunari juga berharap lokasi car free day bisa diperpanjang. Mulai Raya Darmo, terus ke utara hingga Gubernur Suryo.Bahkan Taman Surya atau halaman Balai Kota kalau perlu. ”Kalau bisa diperpanjang. Cuma jamnya dipendekan, karena di sana (utara Raya Darmo) ada banyak kegiatan, seperti kegiatan di TP (Tunjungan Plaza).

Kita jangan menafikkan itu. Jadi mungkin bisa saja mulai jam 06.00 sampai 09.00 atau 09.30 WIB Karena ada kegiatan ekonomi,” tandasnya. Kepala Biro Koran Seputar Indonesia (SINDO) Jatim Sonny Djoko Sasongko,kemarin menyatakan kesiapannya kembali mendukung penuhprogram ini.dan menurut rencana kegiatan serupa akan dilaksanakan satu bulan lagi.

”Car free day bulan depan tidak hanya ada jalan sehat, senam aerobik, sepeda santai, dan ragam permainan tradisional. Kami akan undang klub futsal, sepatu roda, freestyle, skateboard dan lainnya.

Kami ingin car free day tidak sebatas upaya memperbaiki kualitas lingkungan saja,”sebut Sonny. Car free day juga akan dijadikan sarana mengajak masyarakat sehat melalui olahraga. Selain itu, mengajak masyarakat cerdas melalui gelaran membaca Koran SINDO bersama. (soeprayitno)

 

Sumber : Koran Sindo

 

Catatan: Togar Silaban tidak pernah jadi Kepala Badan Kepegawaian (BKD). Wartawan Sindo, keliru mengutip.

2 thoughts on “Warga Kota Haus Ruang Publik

  1. Di Jakarta sudah dilakukan. Sudah rutin setiap bulan, bahkan kadang-kadang sebulan dua kali. Lokasinya Thamrin. Saya tidak tau apakah di Jakarta sudah diperluas.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s