Bulan tanam pohon se Indonesia

Indonesia mencanangkan menanam sebanyak 110 juta pohon sebagai upaya kampanye perlindungan iklim. Presiden SBY sendiri pada pencanangan gerakan penanaman pemeliharaan pohon mengatakan, bahwa target menanam 11o juta akan segera dicapai, mengingat pada hari menanam pohon 28 Nopember lalu. Presiden mengklaim bahwa sampai bulan Nopember 2008,  Indonesia sudah menanam 25 juta pohon di seluruh Indonesia.

Gerakan menamam pohon yang dicanangkan Presiden SBY diikuti oleh seluruh Propinsi, Kabupaten, Kota bahkan juga dilaksanakan oleh lembaga-lembaga lain termasuk perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Pencanangan gerakan menanam pohon di tingkat Jawa Timur dilakukan oleh Pj. Gubernur Jatim, Setia Purwaka, di desa Sumber Boto, Kabupaten Jombang pada tgl 28 Nopember lalu. Saya hadir di Jombang mewakili Kota Surabaya menyaksikan acara pencanangan gerakan menanam pohon tingkat Jawa Timur itu.  Sejumlah perwakilan Kabupaten dan Kota serta instansi lainnya hadir di Jombang bersama Pj.Gubernur.

Saya tidak tau, apakah pencanangan yang dilakukan di Jombang itu, bisa mencerminkan dan mewakili gerakan pencanangan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.  Mengapa, karena kegiatan yang dilakukan di Jombang adalah menanam “pohon” yang rata-rata tinggi tanamanya cuma 60 – 100 cm. Tanaman dengan ukuran seperti itu tentulah tidak bisa disebut sebagai POHON. Tanaman seperti itu baru masuk kategori “BIBIT“.

Menurut informasi (yang akurasinya belum bisa dirujuk), jutaan bibit “pohon” yang disediakan oleh Departemen kehutanan, memang berukuran antara 60 cm sampai 100 cm. Ada kemungkinan bahwa “pohon” sejumlah 25 juta yang diklaim sudah ditanam, adalah “bibit” seukuran 60 cm sampai 100cm itu. Belum ada laporan tentang keberhasilan “tumbuh” dan bertahannya BIBIT yang ditanam itu.

Tanaman dengan ukuran sekitar satu meter tinggi, risiko kegagalannya sangat besar, apalagi bila pemeliharaannya kurang bagus. Kekuatan akar tanaman masih belum cukup baik, jadi bila tidak rutin disiram, kemungkinan akan mati. Bila tidak dibersihkan dari gulma, maka tanaman bibit seperti itu, akan mudah “terhimpit” oleh gulma, dan akhirnya mati. Selain itu, tanaman bibit yang kecil, ada kemungkinan dimakan ternak seperti sapi atau kambing, jadi pertumbuhannya bisa terhambat dan pada akhirnya mati. Karena itu, penanaman BIBIT sebanyak 25 juta, termasuk yang dilakukan di Sumber Boto, Jombang akhir nopember lalu, perlu dicermati keberhasilannya.Masa kritis pertumbuhan BIBIT seperti itu antara beberapa bulan sampai satu tahun.

Bibit-bibit pohon yang ditanam itu belum tentu tumbuh dengan baik sekarang ini. Gerakan pemeliharaan pohon perlu dilakukan. Kalau perlu, Presiden mengadakan “sidak” untuk melihat BIBIT yang  ditanam beberapa bulan sebelumnya.

Menanam dan memelihara pohon adalah kegiatan yang baik. Penanaman pohon hanyalah”bagian kecil” dari upaya pengurangan emisi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Selain menanam pohon, kita harus melakukan gerakan besar yang lain untuk menyelamatkan lingkungan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s