Seberapa lengkap suatu “adat na gok”.

Adat Batak bisa dilaksanakan secara sederhana, bisa juga kompleks. Adat do nabalga, adat do na metmet (Besar atau kecil, sama-sama adat). Itu kesimpulan saya sementara ini. Sebenarnya seberapa jauh suatu proses adat Batak bisa dikatakan lengkap. Apakah dalam pelaksanakan “adat na gok” harus dipaksakan semua elemen hadir dan mengambil peran ?.

Pertanyaan diatas menggelitik saya, ketika kami melaksanakan acara “pasahat sulang-sulang ni pahompu” dari Moises Castro Silaban beberapa waktu lalu. Moises di ain menjadi marga Silaban, dan pangamai adalah dongan tubu saya yang tulangnya marga Sianturi.

Untuk kelengkapan adat nagok, pada acara itu, maka dicari lah Bona Tulang dan Tulang Rorobot dari pihak paranak. Secara kebetulan, orang tua laki-laki dari pangamai sudah meninggal dunia, yang ada adalah ibunda dari pangamai, yang tentu saja boru Sianturi yang datang dari Bona Pasogit Sidikalang.

Ketika menemui Bona Tulang (sebut saja marga X), bapak Bona Tulang ini bertanya kepada inang boru Sianturi dari Sidikalang. (Bona Tulang adalah kerabat Tulang dari orang tua laki-laki dari pangamai pihak paranak).
Didia ma huta ni tulang muna di Bona ni Pasogit, di Pangaribuan manang di Samosir“. (Dimana kampung asal dari Tulang ibu di Pangaribuan atau di Samosir).
“Maaf tulang saya tidak tau”, begitu jawaban inang boru Sianturi.

Pertanyaan bapak Bona Tulang itu adalah pertanyaan standar untuk mengetahui kedekatan partuturan. Bapak Bona Tulang ingin tau persisnya siapa kira-kira yang paling dekat menjadi Bona Tulang. Sayangnya ibu dari bona pasogit tidak mengetahui.

Bapak Bona Tulang tidak pernah ketemu sebelumnya dengan pihak paranak. Pihak paranak juga tidak mengenal secara langsung bapak Bona Tulang, yang diketahui adalah bahwa ompung dari pangamai adalah Boru X, yaitu marganya Bona Tulang. Jadi secara kemanusiaan, antara Pangamai dan Bona Tulang tidak saling mengenal sebelumnya. Secara adat, mereka adalah kerabat antara Bona Tulang dengan bere nya.

Ketika acara pasahat sulang-sulang ni pahompu, tibalah giliran Bona Tulang pihak paranak akan memberikan ulos dan hata sigabe-gabe. Bapak Bona Tulang menceritakan pertanyaannya yang tak bisa dijawab oleh inang boru Sianturi dari Bona Pasogit. Bapak Bona Tulang secara tidak langsung ingin mengatakan bahwa inang boru Sianturi (dan pihak paranak) tidak mengenal dan tidak mengetahui siapa bona tulang nya.

Sesungguhnya pernyataan bapak Bona Tulang itu membuat malu pihak paranak, meskipun sebelum menyampaikan pernyataan itu beliau sudah terlebih dahulu meminta maaf.

Kondisi yang dialami oleh Bapak Bona Tulang, sering terjadi di Surabaya. Saya juga pernah mengalami hal yang serupa. Artinya, secara personal, kita sudah tidak mengenal pihak yang melaksanakan pesta adat, tapi kita harus datang dan mempunyai peran.

Dalam kondisi seperti itu, mungkin sebaiknya, Bona Tulang atau Tulang Rorobot, tidak mesti hadir dan mempunyai peran dalam acara adat nagok. Karena pada akhirnya kehadirannya membuat rasa jengkel pada kedua belah pihak. Apalagi Bona Tulang harus menunggu berjam-jam, sampai tiba gilirannya menyerahkan ulos. Bona Tulang menunggu berjam-jam pada acara pihak lain yang dia tidak kenal secara personal.

Inilah adat Batak.

2 thoughts on “Seberapa lengkap suatu “adat na gok”.

  1. Dari awal pihak yg mau menerima jadi Bona Tulang atau Tulang Rorobot bisa menolak, jgn stlh di acara hasuhuton ‘dipermalukan’ secara tdk langsung seperti itu, klo sdh mau menerima, ya terima tanpa ada embel2 lagi. Usul Lae dari sisi ‘praktis’-nya kita setuju klo sdh tdk ada lg kel. dari Bona Tulang dan Tulang Rorobot di daerah tsb. Mudah2an ‘tanobatak.wp.com’ membaca ini untuk kejelasan dan kesepahaman. Horas dan Selamat menyambut Natal.

    Like

  2. Mangomenatari mau au muse Lae (Mar-Lae ma muse jo iba dah)..he..he..he..

    Sude na binaen ni si jolo-jolo tubu, uli do sude i, ba unang ma dihurangi manang ditambahi, hassit do roha ni na mambahen-i annon.

    Dalihan na tolu do dilehon tu hita sude, sude mandapot bahagian susah dan senang ditikki-na annon. Susah hita ditikki jadi Tulang rorobot alai masih do dilehon tu hita upa ni tulang di sude halojaan ta i, kan sempurna doi sude, songon na binahen ni Amanta Debata-I(UNANG MA IDA BALGA DOHOT MEMETMET NI UPA NI TULANG-I).

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s