Januari,CFD Tiap Minggu

Seputar Indonesia, Sunday, 21 December 2008
SURABAYA (SINDO) – Rencana Pemkot Surabaya menggelar program Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor lebih sering lagi bukan sekadar janji.

Pada Januari 2009 program pengurangan polusi itu akan dihelat sekali dalam sepekan. Keputusan ini tidak sekadar untuk mengurangi pencemaran semata,tetapi juga untuk mengevaluasi tingkat partisipasi masyarakat atas kampanye lingkungan bersih.Jika respons masyarakat baik,berarti kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih mulai terbangun.

“Kami sudah merancang agenda ini. Caranya, dengan menggelar CFD itu berkalikali. Dengan begitu, kami semakin yakin bahwa masyarakat memang benar-benar merespons program itu dengan baik,” kata Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya Togar Arifin Silaban kemarin. Dia menjelaskan, sebagai parameter penilaian kesadaran masyarakat tentang lingkungan bersih itu, pihaknya akan mengamati beberapa hal, di antaranya tingkat kemacetan di Surabaya.

Menurut Togar, jika tingkat kemacetan ternyata bisa dikurangi saat program CFD, berarti kampanye lingkungan bersih lewat CFD tersebut berhasil. Begitu juga sebaliknya. “Itu juga menandakan bahwa kesadaran warga Surabaya sudah terbangun,”imbuhnya. Terkait hal itu, pihaknya sengaja tidak membuat kesan meriah dalam acara CFD tersebut. Misalnya dengan menggelar perlombaan atau pertunjukan yang menghadirkan massa banyak.

Sebab, model semacam itu justru akan menciptakan persepsi yang keliru. ”Bisa saja masyarakat menganggap program menutup jalan adalah untuk menggelar acara,”ungkapnya. Togar menjelaskan,membuat program acara CDF memang hal yang tidak dilarang karena memberikan hiburan kepada masyarakat.Namun, program tersebut baru akan dilaksanakan jika CFD sudah digelar berkali-kali atau ketika kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan bersih tersebut telah terbangun. “Begitu target ini tercapai, kawasan CFD akan kami perluas.

Tentunya hal itu juga harus berdasarkan kajian lalu lintas,” ungkap pemilik situs http://www.togarsilaban.com ini Disinggung mengenai tingkat pencemaran udara pasca pelaksanaan CFD tersebut, Togar mengaku relatif menurun. Meski demikian,hal itu jugamasihperluditingkatkan lagi. Caranya, dengan membuat kegiatan perubahan iklim sebanyak mungkin.Misalnya dengan membuat busway sebagai angkutan massal atau juga memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

Ditemui terpisah,Kepala Bidang Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan BPLH Chamidah menyatakan, secara umum program CFD memang menunjukkan kemajuan signifikan. Untuk partisipasi masyarakat misalnya, pada penyelenggaraan ketiga kemarin semakin tinggi. Ini terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi itu, termasuk juga tingkat kemacetan di jalur alternatif yang mulai berkurang. “Secara teknis, penyelenggaraan kali ini juga semakin bagus.

Untuk koordinasi antardinas dan kepolisian misalnya, saat ini sudah semakin mudah,”ungkapnya. Respons masyarakat terhadap program yang didukung penuh koran Seputar Indonesia (SINDO) Jatim ini juga mengalir deras.Nasrudi Naka, warga Ketintang menyatakan, program car free day mampu mengurangi polusi di kota. ”Sudah sewajarnya digelar sesering mungkin.

Ini adalah bagian untuk menciptakan udara Surabaya yang bersih dan sehat,” kata mantan Ketua Himapala Universitas Negeri Surabaya ini. (ihya’ ulumuddin)

Sumber : Sindo

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s