Liputan Sindo: Tulisan Jadi Rujukan, Diprotes Bila Telat Posting

Harian Seputar Indonesia edisi jawa Timur menurunkan dua liputan mengenai website ini pada 23 dan 24 Desember 2008.  Liputan pertama saya dokumentasikan disini, sementara liputan kedua, saya dokumentasikan di Kaki Lima.

Nama Togar Arifin Silaban, tak hanya terkenal sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya. Di dunia maya, dia adalah blogger dengan pemikiran-pemikiran brilian. Sesuai jabatan yang dia emban, Togar sangat berkonsentrasi dalam kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Tak hanya melalui kegiatan nyata, sumbangsih pria asal Sumatera Utara itu  juga diwujudkan dalam tulisan-tulisan yang diposting dalam http://www.togarsilaban.com

Dalam pandangan Togar, kelestarian lingkungan sangat menunjang kelangsungan hidup masyarakat. Jika lingkungan rusak, sudah bisa dipastikan dampak buruk akan kembali ke masyarakat sendiri, Sayangnya jarang masyarakat menyadarinya. Karena itu dalam website pribadinya yang banyak mengulas tentang masalah perkotaan dan lingkungan itu, Togar Arifin Silaban berusaha berkampanye kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Perlu diingat juga, karena kepeduliannya pada lingkungan hidup itu, Togar termasuk salah satu sosok dibalik lahirnya prgram car free day di Surabaya.

Membuka http://www.togarsilaban.com, pengunjung akan disambut dengan foto wajah pemilik sekaligus pengelola situs ini, Togar terlihat begitu ramah dengan senyum lebarnya. Mengambil tag line, keep our cities sustainable, Togar memberi warna website-nya dengan gambar ilustrasi wajah kota dengan simbol patung Jalasveva Jayamahe dan gedung-gedung pencakar langit.

Sepintas, website ini terlihat sederhana.Bisa jadi tampilan tidak terlalu penting. Justru isinyalah yang bisa memberikan inspirasi dan tempat menuangkan ide-ide. Tapi memang begitulah kenyataanya, tulisan yang diposting sangat berbobot. Yang tak boleh dilupakan, meski tema cukup “berat”, Togar mampu menyajikan dengan bahas yang enak dan cair. Ketika menulis dalam gaya bertutur, tulisan juga terasa hidup. Lihat saja dalam postingan Mendambakan Lingkungan Sehat dan Menata PKL Menjadi Indah, dikatagori capacity building. Kendati begitu,  banyak pula tulisan berbahasa baku. Satu diantaranya adalah artikel Transportasi, Cara Paling Jitu Menurunkan GRK Perkotaan, dikategori urban transport. Nilai plus lain dari situs ini adalah tersedia dalam layanan bahasa Inggris. So, mereka yang biasa ber-cas-cis-cus, bisa mengakses dengan mudah.

Memang, tak semua tulisan dalam website ini adalah karya Togar. Sebagian yang lain adalah artikel dari media massa yang terkait dengan lingkungan atau perkotaan. Sebut saja tulisan Januari, CFD Tiap Minggu dikutip dari koran Sindo Jatim. Namun,  ini membuktikan bahwa pejabat ramah ini sangat produktif dalam mengisi websitenya.Bicara soal produktivitas, alumnus University of Manitoba, Winnipeg, Kanada, ini sebenarnya menargetkan dalam seminggu memasukkan satu tulisan. Tapi pada kenyataanya, seringkali lebih dari itu. Bisa jadi dalam seminggu lebih dari satu tulisan yang dipublikasikan.

“Menulis bisa dilakukan setiap saat, khususnya jika ada waktu senggang. Untuk urusan kerja, biasanya hanya sampai sore hari, selebihnya bisa digunakan untuk menulis. Sementara untuk posting-an bisa dilakukan setiap saat setelah tulisan selesai”,  ujarnya.

Memiliki website pribadi sebenarnya bukan keinginan Togar. Namun hal ini terjadi tanpa sengaja. Pertama, pejabat berdarah Batak ini hanya iseng membuat blog (webblog) untuk menumpahkan unek-unek dalam pikirannya. Terciptalah http://www.togarsilaban.wordpress.com. Namun, lama-kelamaan timbul keinginan untuk membuat website sendiri. “Saya berpikir dalam blog hanya akan berisi curhat (curahan hati) dan diary saja, sedangkan dalam website, bisa dijadikan sharing, saling tukar ide tentang lingkungan hidup, khususnya di kota dengan masyarakat luas,” ungkapnya.

Keinginan untuk memiliki website pribadi ini juga tidak lepas dari keinginannya untuk tetap menjaga, memberikan pengetahuan dan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan. Selain itu, juga untuk menampung aspirasi masyarakat. “Seperti yang saya katakan tadi, diantaranya untuk tukar pikiran,” lanjutnya.

Keinginan itu benar-benar diwujudkan pada Februari 2007, dengan membuka website. Alamat yang digunakan sengaja menggunakan nama pribadinya. “Namanya saja web-pribadi, sehingga nama juga menggunakan nama pribadi, tidak nama instansi. Sebenarnya tidak ada tendensi apa-apa,” kata pria kelahiran Tapanuli Utara ini dengan senyum simpul.

Kemunculan web milik pria kelahiran 1958 ini tidak serta merta dipublikasikan, meski saat itu tulisan demi tulisan telah menghiasi web yang didominasi background putih dan biru tersebut. Baru pada April 2007 dilakukan launching khusus dengan memperkenalkan kepada para penjelajah dunia maya. Meski harus mengelola sendiri, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) 1986  ini nyaris tidak pernah ada kendala. Semuanya dilakukan dengan santai di sela-sela rutinitas padatnya.

Meski belum genap dua tahun, jerih payah Togar tidak sia-sia. Website-nya mampu menjadi rujukan para pencinta lingkungan hidup. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung yang telah masuk. Bahkan perhari kurang lebih 400-600 pasang mata yang
membuka tulisan Togar. Jumlah itu dinilai sebagai keberhasilan yang fantastis jika dibandingkan dengan website lain. Apalagi yang bersifat dikelola perusahaan jelas masih kalah jauh. Namun untuk tingkat website pribadi, terbilang sudah cukup bagus.

Hal inilah terus memotivasi suami dari Maya Situmeang ini untuk terus menorehkan tulisannya. “Intinya untuk mendapatkan pengunjung banyak itu jangan sampai telat meng-up date tulisan. Jika sering telat, jelas ditinggal pengunjung dan tidak diminati lagi. Paling tidak dalam seminggu ada satu tulisan baru,” ujar bapak dua anak ini.

Dia menuturkan, pernah didatangi seseorang yang tiba-tiba menanyakan kenapa dalam website-nya sudah lama tidak ada tulisan baru. Padahal saat itu, Togar tidak mem-posting tulisan selama tiga belas hari.

“Ternyata orang tersebut sering kali membuka web saya. Sejak itu saya semakin termotivasi untuk terus mempertahankan web pribadi ini dan rajin mem-posting tulisan-tulisan baru,” ujarnya.

***

Di kutip dariHarian Sindo, edisi Jawa Timur 23 Desember 2008.

Selamat Natal

2 thoughts on “Liputan Sindo: Tulisan Jadi Rujukan, Diprotes Bila Telat Posting

  1. Horas,
    Walaupun agak terlambat, Selamat Tahun Baru 2009, Semoga makin banyak tulisan dan buah fikiran Silaban yang bisa memberi kebaikan dan perbaikan lingkungan hidup dan banyak hal-hal lainnya di dunia ini. Mudah2an memberi inspirasi dan semangat untuk menulis lebih banyak lagi.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s