Arti kehadiran Kristus di masa krisis

Krisis keuangan global yang dimulai di Amerika, suka atau tidak suka akhirnya akan sampai juga ke Indonesia. Indonesia bisa terkena secara langsung, atau tidak langsung. Bagi mereka yang kegiatan usahanya berada disekitar lingkaran saham atau bursa. Dampak krisis keuangan global akan sangat terasa. Berbagai perusahan yang go-publik dan mendapatkan sebagian modalnya di pasar saham, krisis keuangan global akan secara langsung mempengaruhi kelancaran pendanaan perusahaannya.

Di tahun 2099 mendatang ini, banyak perusahaan sedang menyiapkan strategi untuk dapat bertahan dari terjangan “tsunami keuangan global”.

Saya tidak bermaksud untuk mengupas strategi menghadapi krisis keuangan global. Saya tidak punya kompetensi dibidang itu. Tapi menarik mencermati khotbah seorang pendeta di perayaan Natal 25 Desember lalu yang mengambil topik “Arti kehadiran Kristus dimasa krisis.” Pak pendeta mencoba melihat krisis keuangan global berat. sebagai suatu fakta yang harus dihadapi, bukan mencoba menghindari situasi tersebut.

Sejatinya, semua orang tak ingin ditimpa krisis. Kata krisis sendiri sudah mengisyaratkan persoalan berat, karena itu sangat wajar bila banyak orang tidak mau terkena krisis. Krisis bisa mengganggu kelancaran kegiatan usaha, krisis bisa menurunkan bahkan bisa juga membangkrutkan seseorang. Sebisanya orang akan menghindari krisis.

Akan tetapi manakala krisis datang, kita tidak bisa lari. Dalam konteks inilah khotbah pendeta di perayaan Natal lalu memberi makna khusus untuk menghadapi krisis. Pak Pendeta mengingatkan, menjelang saat-saat penyaliban, Yesus sudah tau, bahwa Ia akan menghadapi suatu pergumulan yang maha berat. Yesus juga mencoba untuk menghidar dari beban yang akan Ia tanggung. Ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, Ia juga mencoba menawar kepada Allah. Tetapi Yesus menyerahkan semua keputusan akhir kepada BapaNya.

“Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)

Pak pendeta mengingatkan, krisis keuangan global mungkin tidak akan terhindarkan. Dampaknya bisa kecil, bisa besar, tergantung bagaimana cara manusia menghadapinya. Melarikan diri dari menghadapi krisis bukanlah langkah yang bijak.

Sebagaimana halnya Yesus, Dia tidak menghindar dari penyalibanNya, tapi Ia menghadapi tantangan penyaliban dan akhirnya keluar sebagai Pemenang.

Kehadiran Kristus dimasa krisis, memberi kekuatan untuk bertahan dan berjuang melawan prahara krisis. Masing-masing orang harus mencari dan menyusun strategi untuk menghadapi pertarungan. Yesus Kristus menjadi kekuatan untuk melalui “peperangan” krisis. Ia menjadikan kita sebagai pemenang. We are the champion…we are the champion…

One thought on “Arti kehadiran Kristus di masa krisis

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s