2008 Tahun Sanitasi Internasional

Dalam hitungan beberapa jam lagi, tahun 2008 akan segera berlalu. Banyak kejadian yang ditorehkan dalam tahun yang cukup melelahkan. Di bidang lingkungan hidup, berbagai peristiwa bisa dicatat. Salah satu yang  ingin disoroti adalah ditetapkannya tahun 2008 sebagai tahun sanitasi internasional. Pertanyaannya tentu adalah, sampai dimana pencapaian Indonesia di bidang sanitasi di tahun 2008?.

Secara internasional, penetapan 2008 sebagai tahun sanitasi internasional, bertujuan untuk mewujudkan keinginan Millenum Development Goals (MDG). Salah satu satu tujuan MDG adalah untuk mengurangi jumlah penduduk yang tidak mendapatkan fasilitas lingkungan dan sanitasi yang baik.  Keinginan mewujudkan MDG bidang sanitasi, berangkat dari keprihatinan, bahwa masih banyak penduduk dunia yang hidup tidak layak dan menderita karena ketidak mampuan menikmati fasilitas sanitasi.

Di Indonesia, fasilitas sanitasi, masih pada taraf yang boleh dikatakan sangat sederhana. Penduduk miskin yang tinggal di kota-kota besar, masih banyak yang tidak mempunyai fasilitas sanitasi yang memadai. Sebagian masyarakat masih menggunakan badan air (saluran dan sungai) sebagai tempat pembuangan limbah (kakus).  Tidak ada pengolahan limbah rumah tangga, dan menjadikan air permukaan sebagai pembuangan limbah. Ironisnya, masih banyak masyarakat yang menggunakan badan air yang sama untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti untuk mandi, mencuci, sekaligus juga sebagai kakus.

Tidak heran, di permukiman kumuh di perkotaan masih banyak terjadi penyakit diare, demam berdarah, penyakit kulit, dan penyakit yang disebabkan oleh tercemarnya badan air. Penyakit menular karena sanitasi buruk masih cukup tinggi terutama di kota-kota besar.

Sistim sanitasi di Indonesia, masih di dominasi sistim setempat (on-site) yang berupa septik tank. Fasilitas kakus ini digunakan di desa dan di kota. Septik tank melengkapi rumah murah sangat sederhana, sampai rumah mewah dikawasan elite.  Orang miskin menggunakan septik tank, orang kaya raya juga menggunakan teknologi septik tank yang sama.

Membangun sanitasi yang layak, adalah pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen besar. Pengembangan ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Ironisnya banyak orang merasa hal ini bukan suatu hal yang penting. Padahal kota-kota besar, dituntut untuk mempunyai fasilitas dan infrastruktur sanitasi yang memadai.  Tuntutan ini didasari bahwa kota besar di Indonesia berkembang sebagai industri jasa.

Kota industri jasa disyaratkan mempunyai pengelolaan lingkungan yang berstandar tinggi. Bila tidak, maka pada suatu saat kota jasa yang semula berkembang pesat akan mengalami kemunduran. Fasilitas sanitasi dan lingkungan menjadi pelengkap utama pada sebuah kota jasa.

Menunda membangun sistim sanitasi kota besar, dihadapkan pada beberapa masalah. Pertama, tingkat kualitas lingkungan akan menurun. Hal ini akan mengakibatkan biaya kesehatan akan meningkat. Kedua, menunda berarti mengakibatkan biaya pengembangan di kemudian hari menjadi sangat mahal. Mahalnya investasi pengembangan dikemudian hari, karena ketiadaan ruang untuk membangun fasilitas itu, juga semakin sulit untuk pelaksanaan di lapangan.

Persoalan-persoalan di seputar pengembangan sanitasi perkotaan, baru dibahas pada taraf wacana. Selama tahun 2008, nyaris tidak ada perkembangan sistim sanitasi perkotaan secara signifikan. Kota-kota di Indonesia tetap belum beranjak dari kondisi sebelumnya. Pengecualian hanya  pada kota Denpasar, yang pada tahun 2008, meresmikan pengoperasian instalasi sistim sanitasi perkotaan. Selebihnya, kota-kota lain nyaris jalan di tempat.

Karena itu, pencanangan tahun sanitasi di Indonesia, perlu diperluas, tidak hanya satu tahun. Kalau perlu selama 5 tahun berturut-turut, dicanangkan sebagai tahun sanitasi. Sehingga prioritas dan perhatian semua pemangku kepentingan menjadi lebih besar dan komitmen bisa menjadi lebih tinggi. Pencanangan tahun sanitasi secara berturut-turut itu perlu dibarengi dengan  kegiatan-koegiatan penjabarannya. Dengan demikian ada arahan yang jelas bagi perwujudan sistim sanitasi di Indonesia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s