Minum Air Got Serasa Produk PDAM

SURABAYA 7 Januari 2009;|SURYA Online -Air got (peceren, air limbah rumah tangga) bisa diminum? Bisa, asalkan diolah dengan metode khusus seperti dipraktikkan warga Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Air got yang mengalir dari 20 rumah di RT 2 RW 8 Sawunggaling tidak dibuang ke sungai, melainkan diolah dengan alat yang disebut Anaerobic Baffle Reactor (ABR) bantuan ITS Surabaya.

Hasil pengolahan itu berupa air bersih yang layak untuk minum (tentunya setelah dimasak), mandi, dan mencuci. Bahkan, air olahan dari got itu diklaim setara dengan produk PDAM.

Menurut Ketua RW 8 Paras Rianto alias Abah Waras, yang diolah warga adalah air limbah orang mandi dan mencuci serta air hujan yang masuk saluran primer. Air got itu diproses dengan ABR berupa bak-bak penampung dan pengolah.

Prosesnya awalnya adalah menampung air got dalam bak pengolahan. Bak yang ditanam di tanah ini berukuran sedalam 2 meter x panjang 2,5 meter, dan lebar 1,8 meter. Ada delapan sekat di bak yang masing-masing ditanami bakteri Anaerobic.

Bakteri inilah yang akan mengikat kandungan BOD air got dan mengurai limbah sehingga mengendap dalam tempo dua atau tiga hari. ”Air yang ada di sekat terakhir ini sudah berubah bersih, tanpa rasa dan tanpa warna,” ujar Abah Waras didampingi tim dari ITS, Selasa (6/1).

Dengan menggunakan water pump, air di sekat terakhir ini dimasukkan ke bak penampung air bersih ukuran tinggi 1 meter, lebar 1,5 meter, dan panjang 2,5 meter. ”Air ini bisa dipakai untuk mandi dan mencuci lagi,” ungkap Wawan Somay dari Paguyuban Warga Setren Kali.

Menurut Wawan, sebenarnya air ini bisa diminum asalkan dimasak lebih dulu. Tapi, kebanyakan warga tidak tega meminumnya, karena air itu berasal dari got.

Selain air peceren, sebagian warga Sawunggaling juga menyuling air sumur yang kecokelatan. Air yang kondisinya sama dengan produk Kali Surabaya (yang berjarak sekitar enam meter dari sumur) ini dimasukkan ke bak pengolah yang juga disekat-sekat.

”Air sumur ini diolah dengan tawas di dua bak pengolah. Hasilnya kemudian diendapkan di bak pengolah lainnya, kemudian disaring. Hasilnya disatukan dengan air di bak penampung hasil olahan air got,” papar Abah Waras dengan mimik serius.

Selain mengolah air got dan sumur, kini warga sedang menyiapkan mesin pengolah limbah kakus. Kotoran manusia ini akan dijadikan pupuk tanaman.

Dari septictank di masing-masing rumah, limbah dialirkan ke bak wetland. Pada bak ini dipasang semacam box culvert di sisi pinggir sungai. Dalam bak kedap air ini juga ditanami bakteri Anaerobic. ”Bakteri inilah yang akan mengurai kotoran dan menghilangkan bau busuk sehingga menjadi pupuk,” jelas Wawan.

Sejumlah warga sangat antusias mengolah limbah dengan bantuan ITS ini. ”Biar sungai tidak kotor dan bau,” ungkap Huda, warga setempat. Rie

Source : Koran Surya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s