Sehari, Satu Ton Limbah Medis

Sindo Jatim, 12 January 2009
TANGAN Ahmad Sholeh cekatan memasukkan kantong plastik berukuran besar dan sedang itu ke dalam sebuah tungku besi di ruangan itu.

Dia memakai kaus tangan dari bahan kulit yang cukup tebal untuk melindungi diri dari jilatan dan percikkan api. Untuk melindungi diri dari asap beracun, dia mengenakan masker untuk menutup mulut dan hidungnya.

Ketika kantong plastik itu masuk ke dalam tungku pembakaran, asap mengepul dari mulut tungku itu dan bau aneh menyeruak mengisi seluruh ruangan. Baunya bikin sesak. Itulah yang setiap hari harus dilakoni Ahmad Sholeh, petugas pengolah limbah medis saat bekerja di Unit Pengolahan Limbah Medis Padat Instalasi Sanitasi Lingkungan Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo.

Dia adalah satu satunya petugas pengolah limbah medis padat yang bekerja di tempat itu. Tugas rutinnya setiap hari adalah memusnahkan limbah medis padat, seperti jarum suntik bekas pakai,botol,ampul, vial, spuit, kapas, kasa, pembalut, kantong infus,dan jaringan tubuh.

Limbah medis padat itu berasal dari ruang bedah, Instalasi Rawat Darurat (IRD), Instalasi Rawat Jalan (IRJ), dan seluruh ruangan di rumah sakit itu. Pekerjaan yang dijalani Ahmad Sholeh tidak mudah. Dalam sehari rata-rata ada 600 kilogram sampai 1 ton limbah medis padat yang harus dibakar dan dimusnahkan.

Kalau tidak, limbah itu tentu sangat membahayakan kesehatan. Semula dia pisahkan antara botol obat, jarum suntik, kantong infus,dengan jaringan tubuh tak terpakai itu. Setelah terpisah, botol obat dihancurkan lebih dahulu dengan mesin penggilas. Sementara limbah medis plastik biasanya langsung dimasukkan ke dalam tungku besi dengan kadar panas tertentu.

”Sehari terkadang saya bisa memusnahkan limbah medis padat ini sampai satu ton. Itu biasanya terjadi setelah liburan,” ujar bapak setengah baya asal Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini. Di unit pengolahan limbah medis padat itu ada tiga mesin pembakar.

Satu mesin rata- rata mampu memusnahkan limbah padat medis hingga 150 kilogram per jamnya. Setelah limbah padat itu hancur terbakar dan jadi debu, Ahmad memasukkannya ke dalam sebuah tong dan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. ”Ada yang mengambil debu sisa pembakaran limbah medis padat ini untuk dibawa ke TPA Benowo,”ungkapnya.

Sudah lima tahun ini dia menekuni pekerjaan ini. Dulu, kata dia, ada beberapa orang yang juga bekerja di unit pengolahan limbah medis padat ini.Namun,mereka tidak betah dan berhenti. Saat ini ada beberapa petugas cleaning service rumah sakit yang terkadang membantunya.

Dia berharap setelah mereka dilatih melakukan proses pembakaran dan pemusnahan sampah limbah medis padat ini, mereka bisa menggantikannya kalau dia pensiun kelak. Unit pengolahan limbah medis padat ini ada di belakang kawasan RSU dr Soetomo. Letaknya bersebelahan dengan kamar mayat dekat parkiran ambulans jenazah.

Meski lokasi unit pengolahan limbah ini berada di belakang, namun terkadang siapa saja yang lewat lorong dari belakang rumah sakit akan mencium bau menyengat hasil pembakaranlimbahpadatitu.

Meski banyak orang lewat di situ dan mencium bau aneh, namun jarang sekali orang yang tahu siapa yang membakar dan memusnahkan limbah-limbah padat itu. Begitu pula, kalau seandainya tidak ada orang seperti Ahmad Sholeh, bukan tidak mungkin sampah dan limbah medis padat di rumah sakit itu berserakan dan menumpuk di mana-mana. (muhammad roqib)

 

Sumber: Sindo

4 thoughts on “Sehari, Satu Ton Limbah Medis

  1. Satu lagi pekerjaan yang amat sulit dilakukan oleh petugas RS. Limbah medis kadang sering diperlakukan sama dengan limbah domestik, padahal kita sama-sama tau kalo limbah medis memang limbah B3. Siapa sangka didalam limbah medis tersebut ada virus HIV dan kadang petugas sanitasipun ada yang punya pengalaman tertusuk jarum. Sudah seharusnya limbah medis di kelola dengan suatu sistem yang aman dan terjamin. Jangan sampai limbah medis menjadi bagian dari bahaya laten penyakit.

    Like

  2. Kurangnya tenaga dlm pengelolaan limbah padat memang sgt mmprihatinkan.Mengingat limbah hsl kegiatan RS mrupakan mnyumbang limbah terbesar.Maka perlunya pnambahan tenaga2 yg ahli dlm pngelolaan limbah tsb,byangkan sj bila ptugas it berhalangan atau sdg sakit,siapakah yg akan menggantikan pkerjaannya?Apakah limbah2 itu akan dibiarkan begitu sj?

    Like

  3. seperti yang dikatakan oleh faisal limbah medis padat sangat berbahaya apalagi dalam penanganan yang tidak baik, saya mau tanya maksimal limbah medis padat yang tidak dibakar pada hari itu karena ada sesuatu maka berapa hari limbah medis padat itu dibiarkan?? agar tidak menimbulkan bau dan bahaya,,thank…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s